Jodoh Dari Masa Kecil

Jodoh Dari Masa Kecil
Menemani belanja


__ADS_3

" Iya mel kan masih ada kak dwiki hehe" celetuk septi yang langsung ditoyor kepalanya oleh siti.


" Orang ameli nggak mau pacaran juga, sama putra yang cinta sama ameli aja, ameli putusin apalagi kak dwiki yang nggak jelas suka atau nggak sama ameli" sahut siti gemas kepada septi.


" Udah udah nggak udah pada ribut, lagian gue udah nganggep kak dwiki itu cuma sebatas temen aja kok nggak lebih" ucap ameli lembut seraya senyum kepada teman-teman nya.


Setelah selesai makan dan asik mengobrol mereka pun berpencar untuk pulang ketempat masing-masing karena mengingat waktu sudah semakin malam.


*****


Sabtu pagi adalah hari yang santai bagi ameli karena ia tidak harus pergi ke kampus di hari weekend. Namun, tidak dengan weekend kali ini karena ia akan disibukkan mengurus acara kesenian yang ia dan teman-teman sedaerahnya akan adakan hari minggu besok.


Tiba-tiba suara dering ponsel ameli mengagetkan ameli yang masih setengah sadar dari tidurnya.


Dengan malas ameli meraih ponselnya yang berada di atas meja samping tempat tidur sederhananya itu.


" Halo ameli, kamu dimana sih kita udah pada ngumpul nih"


" ini siapa sih, masih pagi kayak gini hari sabtu lagi" ketus ameli yang merasa tidurnya terganggu.


" ini aku magika" ameli langsung terperanjat dari posisinya teringat akan kegiatannya hari ini yaitu melakukan persiapan untuk acara besok.


"halo halo, ameli kamu masih disitu kan" ameli yang mengumpulkan nyawa beberapa saat tidak membalas magika.


" iya aku masih disini kok, bentar lagi aku kesana kok, bye" ameli menutup sambungan telepon dan langsung ngacir ke kamar mandi.


ya ampun ameli kok bisa sih gue lupa sama persiapan acara buat besok, ****** emang. kenapa sih gue pelupa amat. rutuk ameli seraya mandi.


"Nah itu Ameli, akhirnya datang juga tuh anak" sambar magika seraya mengangkat tangannya menunjuk ameli memberi tau temannya yang lain.


Bukan tanpa alasan ameli begitu di tunggu karena memang peran ameli yang sangat penting sebab ameli adalah bendahara yang memegang semua kendali keuangan.


" eh maaf maaf, aku telat. kalian udah lama nunggu yah" ameli menggigit bibir bawahnya merasa tidak enak karena membuat yang lain menunggu.


" Udah nggak apa-apa kok mel, lagian kita juga sekalian ngerjain beberapa pekerjaan lain kok jadi santai aja" magika menenangkan ameli yang kelihatan tidak nyaman.

__ADS_1


" Oh iya kamu tinggal beli-beli beberapa perlengkapan aja sih mel, soalnya kemaren uang yang kamu kasih masih kurang" tambah magika selaku ketua organisasi kedaerahan mereka.


" Oke deh kak, Ameli bawa uang kas kok. aku juga udah punya catetan apa aja yang mau dibeli" ameli sudah mulai tenang.


" Ameli" panggil magika.


ameli langsung menoleh ke sumber suara.


" Iya ada apa kak?" ameli seraya memasukkan beberapa catatan ke dalam sling bagnya.


" Kamu beli perlengkapannya sama temen aku aja, kebetulan dia bawa mobil biar gampang bawak barang soalnya kan perlengkapan yang dibeli lumayan banyak dan ada yang gede juga" ujar magika memberi saran kepada ameli.


" boleh sih kak, lagian ameli juga bingung bawak barangnya gimana nanti hehe" ameli tertawa kecil.


Putra datang dan langsung melambaikan tangannya kepada magika yang tengah mengobrol dengan seorang wanita namun ia tidak dapat melihat siapa wanita itu karena posisi wanita itu membelakangi putra.


" Nah itu temen kakak udah dateng kamu nanti belanjanya sama dia" memberitahu ameli dengan menunjuk kearah belakang ameli.


Putra berjalan mendekat ke arah magika dan wanita berkerudung itu.


" Jadi put, nah lo perginya sama dia" mata magika mengarah ke ameli.


ameli yang kaget melihat sosok yang ada tepat disampingnya ternyata adalah putra. begitupun dengan putra yang langsung terbelalak kaget ternyata wanita itu adalah ameli.


ameli ternyata ini kamu, kenapa kita harus bertemu aku tidak kuat jika harus terus bertemu denganmu.putra


" Enggak jadi deh kak, mendingan ameli naik angkot aja" ameli tertunduk.


" Nggak apa-apalah mel lagian putra yang mau kok, ya kan put" putra mau karena ia tidak tau kalau yang akan belanja perlengkapan bersamanya adalah ameli.


" i..iya nggak apa-apa kok, tapi kalo ameli nggak nyaman kalo yang pergi cuma kita berdua aja, ameli bisa ajak temen kamu satu lagi" putra yang sebenarnya senang bertemu dengan ameli namun ia tidak mau lepas kendali.


" Nah boleh tuh mel, lo ajak sakina aja biar kamu ada temennya" magika menyetujui saran putra.


Ameli, sakina, dan putra pun berangkat menuju pusat perbelanjaan terkenal yang ada di kota mereka. Dalam perjalanan baik putra maupun ameli tidak saling berbicara hanya sakina lah yang asik berbicara dengan ameli di bangku tengah sedangkan putra menyetir.

__ADS_1


sesampainya di pusat perbelanjaan Ameli dan sakina berjalan di depan sembari asik mengobrol tentang apa yang akan mereka beli sedangkan putra mengikuti dari belakang seraya terus memperhatikan ameli dan sesekali memainkan ponselnya.


Langkah ameli dan sakina berhenti di depan sebuah toko perlengkapan pertunjukan yang cukup besar dan terlihat lengkap.


" Ameli kita belanjanya disini aja, kayaknya semua yang kita butuhkan ada ditoko ini" ajak sakina yang terlihat antusias memasuki toko tersebut.


ameli mengangguk setuju dan putra hanya ikut saja.


seorang manajer toko yang kebetulan sedang ada disana langsung menyambut mereka.


" Selamat datang mbak" ucap manajer toko tersebut seraya senyum.


" selamat datang ma..," kalimatnya terpotong melihat siapa yang ada di hadapannya.


" Tuan Putra, selamat datang. senang sekali tuan dapat berkunjung ke toko kami" manajer itu tak percaya bahwa anak pemilik mall sekaligus pewaris tunggal Hartono grup berbelanja di toko tempat ia bekerja.


" ini merupakan suatu kehormatan bagi kami, saya akan melayani tuan secara langsung" manajer toko itu melayani putra bak seorang raja.


" bukan saya tapi teman saya, layani saja kedua wanita itu" perintah putra dingin


" ba..baik tuan" manajer itu menurut.


Putra memang dingin dan terkesan tidak peduli jika berhadapan dengan orang yang tidak begitu dekat dengannya. Apalagi orang-orang yang baik hanya karena melihat kekayaan keluarganya.


Ameli dan sakina hanya melihat percakapan antara putra dan manajer toko. Sakina terkejut mendengar perlakuan manajer toko tersebut terhadap putra.


" Mel kayaknya putra kaya banget ya, atau jangan-jangan mall ini punya keluarganya lagi sampe segitunya manajer itu melayaninya" sakina berbisik ke telinga ameli. Ameli hanya tersenyum kecil tidak membalas bisikan sakina.


Ameli sudah tidak kaget lagi dengan pemandangan di hadapannya karena ia tau siapa seorang putra. Tapi ia tidak mengetahui kalau mall yang ia datangi ini adalah milik keluarga putra yang ia tau hanya lah keluarga putra adalah keluarga yang kaya raya.


Putra duduk disebuah sofa empuk yang ada di toko itu sambil sesekali melihat ameli dan tidak terlalu memperhatikan sakina yang tidak penting baginya. Sedangkan Ameli dan sakina asik berkeliling toko mencari apa yang dibutuhkan.


kamu terlihat sangat cantik ameli, kenapa kamu bersikap dingin kepadaku bukan kah kita saling mencintai, aku berjanji akan menjadikan mu sebagai pendamping hidupku kelak. putra yang melihat sosok ameli yang tengah sibuk memilih-milih beberapa barang.


to be continue

__ADS_1


vote author dong, like dan comment juga yah💕


__ADS_2