Jodoh Dari Masa Kecil

Jodoh Dari Masa Kecil
Penolakan


__ADS_3

Hari ini Putra bergegas ke rumah sakit tempat ameli dirawat ingin menyampai keinginannya untuk menikahi ameli secara langsung.


Di sebuah kamar VVIP ameli sudah bulat dengan keputusannya meskipun ia takut dan sedikit ragu namun menurutnya keputusan yang akan ia ambil adalah yang terbaik.


Tok..tok...putra mengetuk pintu lalu masuk tanpa menunggu izin dari ameli. Di tangannya putra membawa buket bunga dan sebuah cincin mahal.


" Assalamualaikum" putra mendekati ameli yang tengah menyenderkan dirinya.


" Waalaikumussalam" ameli kikuk.


" Ameli aku ingin menyatakan keinginanku secara langsung perihal yang sudah aku katakan semalam" putra menatap ameli dalam.


" ma...maaf put, aku memang mencintaimu tapi aku tidak siap untuk menikah sekarang. aku ingin membahagiakan orang tuaku, menata masa depanku dulu Put" jawab ameli balik menatap mata putra sendu.


" aku bisa memberikan apa pun yang kau mau ameli, kamu tak perlu bersusah payah bekerja ataupun memikirkan kehidupan orang tuamu aku bisa menjamin kehidupan mereka bahkan lebih dari apa yang kamu inginkan" putra mulai emosi.


" Maaf kan aku put aku tidak bisa, aku belum siap" ameli menunduk


" baik, lupakan semua ini. anggap semua ini tidak pernah terjadi lupakan tentang aku" putra tak tahan akan semua yang terjadi ia pergi meninggalkan ameli ia bahkan membuang bunga dan cincin itu di tong sampah.


ameli menangis tersedu-sedu, ia begitu mencintai putra tapi ia masih terlalu muda masa depannya masih begitu panjang dan ia tidak mungkin akan mengandalkan kekayaan putra untuk hidupnya.


Tidak tau apa yang akan terjadi kedepannya, baik ameli maupun putra saling mencintai.


*****

__ADS_1


Empat tahun kemudian


" Ma pa, putra berangkat kerja dulu ya" sapa putra menghampiri hartono dan mirna yang tengah sarapan.


" eh kamu nggak sarapan dulu"


" nggak usah ma, putra ada meeting penting pagi ini" putra sambil menyalami kedua orangtuanya.


Putra memang sudah lulus bahkan ia lulus lebih cepat dari waktunya karena memang ia sangatlah pintar bahkan sekarang ia menjadi seorang CEO meneruskan perusahaan papanya.


Semenjak putus dengan ameli putra tidak pernah berpacaran atau dekat dengan wanita lain. bahkan ia terkesan dingin dan cuek terhadap wanita-wanita yang berusaha mendekatinya. Bukan tanpa alasan banyak wanita yang mendambakannya, putra yang tampan, tinggi, putih, smart, dan kaya raya pastinya namun sangat dingin bak es batu.


" selamat pagi pak" sapa karyawan-karyawan menyambut kedatangan putra yang tidak memperdulikan mereka balik.


Putra berlalu, menuju ruangannya dan bersiap untuk meeting dengan perusahaan yang akan bekerja sama dengan perusahaannya.


" oh oke"


Mereka berdua pun berjalan agak cepat menuju ruang meeting supaya klien tidak menunggu terlalu lama.


" Selamat pagi pak" sapa Ilham yang merupakan pimpinan perusahaan yang akan bekerja sama.


" selamat pagi" putra dan ilham berjabat tangan.


Ilham datang membawa para stafnya sebanyak tiga orang. Namun, satu dari mereka membuat putra terblalak kaget namu. tak ia tunjukkan kekagetannya.

__ADS_1


Ameli, ini benar-benar ameli. kenapa aku harus melihatnya lagi. wanita egois sekarang dia bekerja untuk perusahaan yang jauh dibawah perusahaannya. putra menelan salivanya.


Bukan hanya putra yang kaget namun juga ameli yang tidak mengetahui bahwa perusahaan tempat ia bekerja akan bekerja sama dengan perusahaan yang dipimpin putra.


oh tuhan kenapa aku bertemu dengan putra, ia tidak berubah sama sekali ia tetap tampan. tapi apakah ia menepati janjinya untuk menjaga hatinya untukku, ah lupakanlah ameli, siapa dirimu kau tak pantas untuk putra. ameli bergumam dalam hati melihat sosok putra.


Semenjak putus,baik putra maupun ameli tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun.


Setelah selesai rapat putra langsung meninggalkan ruangan, yang membuat semua orang bingung atas sikap putra yang terkesan tidak sopan. ia pergi tanpa berpamitan atau sekedar melihat saja tidak.


Ameli yang mengerti akan perubahan sikap putra hanya menghela nafasnya kasar. Ia berusaha tidak memperdulikan sikap putra.


Aldi menyusul putra dengan langkah cepat dan rasa penasaran nya terhadap perubahan sikap putra


" Put lo kenapa sih, masa lo main pergi gitu aja kita kan mau makan siang bareng dengan klien" aldi tidak mengerti dengan putra.


" Batalkan kerjasama kita" ucap putra singkat.


" Hah put lo gak gila kan, lo ngebatalin seenak jidat lo aja. nggak profesional banget sih lo" kesal aldi yang melupakan status putra sebagai bosnya.


Mata putra langsung menatap nanar aldi yang nyerocos.


"oke gue minta maaf. tapi lo pikirin lagi put, kasian perusahaan itu baru berkembang dan lo mau ngehancurin perusahaan itu, itu bukan lo put" aldi meninggal putra.


Putra terus memikirkan ameli, ameli yang dulu sangat ia cintai mungkin jika saja ameli tidak menolak sekarang ameli adalah istrinya. pikiran putra hanya dipenuhi dengan kenangannya bersama ameli.

__ADS_1


kenapa kamu kembali dalam kehidupannku ameli, aku bahkan tidak bisa melupakanmu meski sudah empat tahun.


hari ini putra tidak mengerjakan apapun, ia hanya memikirkan ameli ia masih mencintai ameli tapi ia juga membenci ameli wanita egois menurutnya.


__ADS_2