Jodoh Dari Masa Kecil

Jodoh Dari Masa Kecil
Kediaman Mewah Putra dan Ameli


__ADS_3

Hari ini adalah hari terakhir Ameli tinggal di rumah orang tuanya. Karena Ameli dan Putra akan menempati rumah yang telah disiapkan Hartono untuk anak dan menantunya itu.


Ameli merasa sedih karena ia tidak bisa melihat wajah orang tuanya setiap hari seperti dulu.


" Ma pa, Ameli pamit ya. Mama sama papa jaga kesehatan nggak boleh terlalu capek"


" iya sayang kamu juga ya, ingat kamu sekarang adalah seorang istri, kamu harus patuh pada suami kamu" nasehat Siska yang mengantar Ameli dan Putra ke mobil.


" Putra juga pamit juga pa ma" Putra menyalami kedua mertuanya itu dengan sopan.


" kamu jaga Ameli ya nak, papa telah menyerahkan Ameli seutuhnya" Hendra menepuk bahu Putra lembut seraya tersenyum hangat.


" iya pa" jawab Putra singkat, entah apa yang dipikirkan Putra sekarang.


Ameli dan Putra masuk kedalam mobil yang telah di tunggu oleh Aldi. Aldi memang di minta Putra untuk menjemput ia dan Ameli.


Didalam mobil Ameli dan Putra yang duduk dibangku tengah tidak saling berbicara. Hal tersebut membuat Aldi yang sedari tadi memperhatikan keduanya merasa heran dengan sikap Putra dan Ameli.


" Kok pengantin baru diem aja, lagi berantem ya" celetuk Aldi dengan nada jayusnya itu.


" Nona Ameli cantik deh, pantesan Putra mau nikah sama nona. Padahal selama ini Putra nggak pernah mau deket sama cewek" Aldi nyerocos membuat Ameli tergelak dan tertawa kecil.


" Kamu nggak usah manggil saya nona, panggil saja saya Ameli"


" iya Ameli"


" tapi beneran loh Ameli, kamu satu-satunya perempuan yang bisa menaklukkan hati Putra" Aldi semangat membahas tentang teman sekaligus bosnya itu.


Putra yang sedari tadi hanya diam kini menatap tajam Aldi melalui kaca spion membuat Aldi berhenti bicara. Sorot mata Putra seolah ingin memakan Aldi saat itu juga.


Sialan nih Aldi , semua aib gue diceritain. Bisa besar kepala Ameli kalau gue nggak pernah deket sama cewek selain dengannya.


Ameli merasa Senang mengetahui hal tersebut artinya selama ini Putra menepati janjinya untuk menjaga hatinya untuk Ameli seorang.


Ternyata benar kalau Putra masih mencintaiku. bahkan ia menepati janji kita dulu untuk menjaga hati masing-masing.


Ameli tersenyum menatap langit melalui jendela mobil mengkilap itu.


Tak begitu lama mereka telah sampai di sebuah rumah mewah yang sangat besar dan dilengkapi berbagai fasilitas.


" Kita sampai" Ucap Aldi


Ameli dan Putra turun dari mobil dan memasuki rumah baru mereka berdua yang sangat megah itu.


" Al sekarang kamu udah boleh pulang"

__ADS_1


" yah baru juga nyampek Put" keluh Aldi


Putra menatap Aldi dengan sorotan yang sama seperti tatapan sewaktu di mobil tadi. Sorot matanya sudah mewakili semua sehingga Aldi hanya akan mengiyakan semua perintah bosnya itu.


" ya udah kalo gitu aku pulang dulu ya mel"


" iya Al, hati-hati ya Al" ucap Ameli lembut seraya tersenyum.


Setelah Aldi pulang, Putra mengenalkan para karyawan yang ada di rumah itu. Dirumah besar itu terdapat lima pekerja.


" ini bik sumi dan siti, mereka berdua yang akan mengurus rumah"


" ini pak Karyo yang akan mengurus taman dan yang satunya pak Ahmad sebagai satpam, terus juga sebelahnya ada pak Ardi yang akan menjadi supir pribadi kamu" jelas Putra memperkenalkan semua pegawai dirumah itu pada Ameli.


Ameli tersenyum kepada semua pegawai dan ia berusaha mengenal semua pegawai yang akan membantunya nanti.


" Semoga kita bisa bekerjasama ya" Ameli tersenyum.


Semua pegawai membalas senyum nyonya besar rumah itu dengan agak canggung.


" ya sudah sekarang kalian balik ke pekerjaan kalian masing-masing" perintah Putra sopan.


Semua pekerja rumah itu kembali melakukan aktivitas mereka masing-masing.


" Kamu syukirin aja, masih mending masih punya rumah" Putra dingin berlalu ke lantai dua menuju kamar utama.


Ameli mengerucutkan bibirnya tidak puas dengan jawaban Putra yang dingin itu. Ia mengikuti langkah Putra berjalan dibelakang Putra seperti bayangan saja.


Pokoknya aku akan berusaha merebut hati kamu lagi Put karena aku tahu kamu masih mencintai aku. Ameli mengikuti langkah Putra.


" Put kamu kenapa dingin banget sama aku, aku kan bukan penjahat"


" Put aku mencintaimu"


Langkah Putra terhenti mendengar kalimat terakhir yang di ucapkan Ameli. Jantungnya berdebar-debar.


Ameli menabrak tubuh tegap Putra yang tiba-tiba menghentikan langkahnya.


" Aduh, kenapa tiba-tiba berhenti" Ameli bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


" Kamu bisa diem nggak sih, dari tadi berisik banget" Putra membalikkan tubuhnya menghadap Ameli. Ia menoyor kepala Ameli dengan jari telunjuknya tepat di dahi Ameli.


" habis kamu diem banget, kalau aku juga diem entar rumah kita kayak kuburan lagi" Ameli bertingkah seperti anak-anak saja.


Putra berusaha menahan tawanya karena ocehan Ameli yang tidak jelas. ia melanjutkan langkahnya dan langsung masuk kamar mereka tanpa membalas ocehan asal Ameli.

__ADS_1


Ameli tak habis akal ia terus berusaha meluluhkan Putra supaya Putra kembali hangat seperti dahulu.


Ameli memeluk Putra dari belakang ia menyingkirkan semua rasa malu dan gengsinya demi mengembalikan cinta Putra kepadanya.


Putra yang masih berdiri tegap disamping tempat tidur membulatkan matanya terkejut ketika Ameli memeluknya dari belakang.


" Put aku mencintai kamu dengan sepenuh hatiku. Selama ini aku juga menjaga hatiku hanya untuk kamu" Ameli semakin erat memeluk tubuh lelaki yang ia cintai itu.


" Aku tahu kamu juga masih mencintaiku kan Put. Buktinya selama ini kamu juga menjaga hati kamu untuk aku" Ameli meneteskan air matanya sendu.


Putra melepaskan pelukan Ameli dan membalikkan tubuhnya menghadap Ameli.


" Kamu jangan pernah berharap bahwa aku masih mencintai kamu, aku tidak akan pernah mencintaimu lagi" Putra menatap lekat Ameli dengan wajah yang susah ditebak.


" terus mengapa kamu mau menikahi aku Put?" Ameli tidak dapat membendung air matanya.


Putra menghembuskan nafasnya kasar ia bahkan menguncangkan tubuh Ameli dengan keras.


" Kamu dengar ya, Saya menikah dengan kamu hanya karena saya tidak mau mengecewakan kedua orangtua saya. Dan saya baru sadar kalau saya tidak pernah mencintai kamu dari dulu sampai sekarang" Putra masih menatap tajam Ameli yang terus menangis.


Ameli merasa semua harapannya hancur, Putra bahkan tidak pernah mencintainya. Ia tidak habis pikir dengan apa yang dikatakan Putra barusan.


Ameli berlari meninggalkan Putra, ia tidak berlari menuju kamar tamu dilantai bawah dengan keadaan masih menangis. Ameli mengurung dirinya di kamar besar itu dengan semua rasa kecewa yang ia rasakan.


Kamu jahat kamu jahat kejam, kenapa aku bisa mencintai orang yang bahkan tidak pernah mencintai aku. Ameli terus menangis sampai-sampai ia tertidur di kamar itu.


Putra yang merasa bersalah atas apa yang ia katakan kepada wanita yang sebenarnya masih sangat ia cintai. Namun semua rasa kecewa dan gengsinya membuat ia melakukan hal yang seharusnya tidak ia lakukan.


Apa yang sudah aku lakukan, a..aku membuat Ameli menangis aku menyakiti Ameli. Tidak seharusnya aku seperti ini, maaf kan aku Ameli. Putra menampar pipinya kasar bahkan ia mengacak-acak rambutnya merasa bersalah.


Putra menyusul Ameli namun ia tidak menemukan batang hidung Ameli. Ia merasa khawatir ia takut Ameli melakukan hal-hal nekat.


" Bik..bik sumi, siti" Putra berteriak memanggil asisten rumah tangganya.


"iya tuan, ada apa?" bik Sumi datang menanyakan apa yang diinginkan tuannya.


" bibik lihat nyonya Ameli tidak?" Putra khawatir.


" iya tuan, tadi bibik lihat nyonya berlari sambil menangis masuk kekamar tamu tuan. Tapi saya tidak berani menanyakan keadaan nyonya muda tuan" jelas bik sumi


Putra berjalan cepat ke arah kamar tamu ia membuka pintu kamar tamu yang ternyata tidak di kunci oleh Ameli. Putra melihat Ameli yang telah tertidur dengan muka sembab.


Putra naik ke atas tempat tidur duduk di samping Ameli. ia menatap lekat Ameli beberapa saat. Putra menyelimuti tubuh Ameli serta mengecup kening Ameli. Ia memutuskan untuk tidak membangunkan Ameli dan meminta maaf besok pagi saja.


Putra menemani Ameli sampai ia juga tertidur disamping Ameli seraya memeluk tubuh Ameli dengan hangat.

__ADS_1


__ADS_2