Jodoh Dari Masa Kecil

Jodoh Dari Masa Kecil
Bingung


__ADS_3

Ameli merasa sangat bingung dengan suasana yang tidak pernah dialaminya seumur hidup.


" Loh serius Put, loh nggak lagi boong kan?" tanya ameli yang menatap Putra serius.


Sebenarnya Putra juga bingung kenapa ia bisa berkata seperti itu. Selama ini ia memang tau tentang Ameli dan akhir-akhir ini ia pun sering berkomunikasi bahkan bertemu dengan sosok ameli. ia merasa nyaman berada dekat dengan ameli tapi ia tidak tau perasaan apa yang ada dihatinya.


Tapi saat ini ia sudah terlanjur mengatakan kalo ia cinta kepada ameli. meskipun kalimat itu keluar begitu saja dari mulutnya tanpa bisa ia kendalikan. Mungkin ini yang dinamakan nyaman jadi cinta. Putra pun memberanikan diri.


" Iya aku serius mel sama kamu" ucap Putra lirih dengan senyum kecil menghiasi wajahnya sembari menatap mata ameli.


" aku mau kamu jadi pacar aku, jadi pendamping hidup aku. aku tau mungkin terlalu dini aku ngomong kayak gini tapi kita bisa jalanin dulu aja mel dan aku tau kamu kaget dengan pengakuan aku tapi aku bakal nunggu kamu sampai kamu siap nerima aku sebagai pacar kamu" lirih Putra mengungkapkan semua yang ada dihatinya.


Ameli masih menatap Putra dengan tatapan senduh karena ia bingung harus bagaimana.


" Ameli aku nggak tau kenapa aku bisa ngomong kayak gini, tapi kata-kata ini tuh keluar begitu aja dari mulut aku. aku selalu merasa nyaman kalo ada didekat kamu aku nggak tau ini perasaan apa suka, cinta, atau sayang. tapi, aku yakin kalo itu pertanda aku cinta sama kamu dan aku bakal ngeyakinin diri aku sendiri kalo aku benar-benar cinta sama kamu dengan selalu ada didekat kamu ameli, oleh karena itu izinkan aku untuk selalu dekat sama kamu selalu disamping kamu" jelas Putra panjang mengungkapkan seluruh unek-unek yang ia pendam.


"jujur aku kaget dan masih bingung sama keadaan ini Put, aku juga nggak tau harus jawab apa sama kamu" ungkap ameli jujur sembari menatap senduh Putra.


" terus keputusan kamu gimana mel? jawaban kamu apa?" tanya Putra lagi yang penasaran akan jawaban ameli.


Ameli masih merasa bingung dengan semua perkataan Putra. Dulu ia memang pernah suka dengan Putra tapi itu waktu SD saat ia masih sangat kecil dan ia selalu merasa bahagia kalo bertemu dengan Putra bahkan ia merasa nyaman saat bersama Putra. Tapi ia tidak tau apa arti semua itu apakah itu yang dinamakan cinta atau hanya perasaan yang tak berarti.


" Aku belum bisa jawab sekarang Put, tolong kasih aku waktu untuk memikirkan semua ini. Karena kamu tau kan aku ingin fokus dengan pendidikan ku. aku ingin membahagiakan kedua orang tua ku, serta aku juga bingung dengan perasaan ku sendiri Put" Jawab Ameli panjang karena ia tak tau harus menerima Putra atau tidak.


" Iya nggak papa mel, aku bakal nunggu kamu kok Sampai kamu benar-benar siap" sambung Putra mengerti dengan keadaan ameli.

__ADS_1


"Ya udah kita lanjut jalan entar kamu telat lagi ke kampusnya" lanjut Putra sambil menyalakan mesin mobilnya dengan senyum mengembang di wajah tampannya.


" Maaf yah Put" ucap ameli pelan sambil menundukkan kepalanya.


" Iya nggak apa-apa kok mel, aku paham kok" jawab Putra santai dengan tetap fokus menyetir.


setelah beberapa menit BMW hitam itu berhenti tepat didepan fakultas ekonomi. Ameli pun melepaskan shield bell dan bersiap untuk turun dari mobil tersebut.


" Kita udah sampai" ucap Putra membuyarkan lamunan ameli seketika.


" Ya udah kalo gitu aku duluan yah dan makasih banget buat tumpangannya Put" ucap Ameli sambil tersenyum manis menatap putra namun masih terasa kikuk bagi ameli karena kejadian tadi.


" Iya sama-sama mel, semoga kamu nggak kapok yah wkwk" balas Putra sambil tertawa kecil.


" bye" ucap ameli sambil membuka pintu mobil.


Dari sebuah gazebo, Tiga teman Ameli yaitu Siti, Lyna, dan Septi sedang memperhatikan mobil yang berhenti tidak jauh dari tempat mereka duduk sekarang. Mereka pun terkejut ketika melihat siapa yang turun dari mobil mewah itu, yang tak lain adalah Amalia Ayu teman baik mereka.


" What itu Ameli temen kita kan gaes?" tanya Septi yang terkejut melihat temannya itu turun dari mobil mewah tersebut.


" Iya itu Ameli kok, wah kayaknya ameli udah punya cowok nih dan cowoknya kayaknya juga tajir" tebak Siti sambil terus menatap sosok yang semakin mendekati mereka.


" Holla gaes" sapa ameli mendatangi ketiga temannya itu.


" Ameli loh nggak lagi banyak duit kan?" tanya lyna langsung tanpa membalas sapaan ameli.

__ADS_1


" HAH maksud lo gimana sih lyn nggak paham gue" tanya ameli balik karena merasa tak mengerti dengan pertanyaan lyna.


Bukan hanya ameli yang tidak mengerti dengan pertanyaan yang dilayangkan lyna tapi begitu juga dengan Septi dan Siti yang juga tak mengerti dengan maksud lyna.


" Iya lo lyn, maksud lo gimana sih kok tiba-tiba nanyain duitnya ameli" heran septi sambil mengernyitkan dahinya.


" tau lo lyn aneh" tambah Siti yang juga bingung.


"Ya gue nanya aja, takutnya ameli kepincut om om gitu. soalnya tadi ameli naik mobil mewah padahal selama ini gue nggak pernah lihat ameli naik mobil mewah. Kan biasanya kalo jadi pacarnya om om juga punya duit banyak" ucap Lyna polos udah kayak anak bayi sangking polosnya.


" astaghfirullah, amit amit cabang bayi deh. gue jadi simpenannya om om" balas Ameli sambil mengetuk-ngetuk meja.


" Tadi tuh Putra, yang pernah gue ceritain waktu itu. Cowok yang gue suka waktu SD dulu" sambung Ameli menjelaskan agar teman-temannya tidak salah paham.


" owalah kaya banget yah berarti dia mobilnya aja mewah banget kek gitu" celetuk Septi yang membuat ketiga temannya terkekeh dengan ucapan septi barusan.


"Emang dia anak orang kaya, keluarganya konglomerat kayaknya 100 turunan juga nggak bakal habis tuh kekayaannya" ucap ameli sekenanya tapi memang kenyataannya Putra bukanlah orang sembarangan.


" Wah beruntung banget dong loh mel bisa temenan sama Putra, bisalah kecipratan kaya wkwk" goda lyna sambil mencolek dagu ameli pelan.


sangking asiknya mengobrol dengan teman-temannya ameli sampai lupa tujuannya berangkat ke kampus. Tujuan ameli ke kampus adalah untuk mengurus kartu hasil studinya yang belum ditandatangani oleh dosen pembimbing akademiknya.


"Ya elah sampe lupa gue mau minta ttd dosen PA gue, gara-gara kalian sih ngajak ngobrol" ucap ameli sambil menepok dahinya karena lupa dengan tujuan awalnya.


" gue duluan yah gaes, keburu dosen PA nya nggak ada lagi hehe" ijin ameli sambil melangkah meninggalkan ketiga temannya.

__ADS_1


" bye ameli" ucap tiga temannya bersamaan.


__ADS_2