
Setelah selesai meminta tandatangan dosen PA nya ameli merasa lapar karena memang ia belum makan dari tadi pagi. Ameli memang sering melupakan sarapannya karena terburu-buru dan tidak sempat untuk menyiapkan sarapan di pagi hari. Karena merasa lapar ameli memutuskan untuk makan terlebih dahulu, ia pun berjalan menuju kantin tanpa menyadari bahwa sedari tadi ia diperhatikan oleh seseorang yang berjalan dibelakangnya.
Tretttt...trettt...trettt...suara panggilan masuk dari hp ameli mengagetkannya dan ia pun berhenti sejenak seraya mengangkat hpnya tanpa melihat siapa yang meneleponnya.
" Halo Assalamualaikum" ucap ameli menyapa sang penelepon dengan salam.
" waalaikumussalam, hai Ameli. nanti aku jemput yah" jawab putra langsung mengatakan maksudnya menelpon ameli.
ameli pun langsung mengetahui kalau itu merupakan suara Putra.
" enggak usah Put, aku nggak mau ngerepotin kamu " jawab ameli pelan sambil menggigit pelan bibir bawahnya.
" nggak kok nggak repot, pokoknya entar aku jemput yah mel" paksa Putra agar ameli mau ia antar pulang
" Ya udah terserah kamu deh, tapi jemputnya agak lamaan aja yah soalnya aku mau makan dulu Put" jawab ameli yang mulai setuju dengan ajakan Putra. entah mengapa ia senang Putra akan menjemputnya.
"Oke, aku juga masih ada urusan sedikit sih. paling sejam lagi aku jemput kamu yah" ucap Putra senang karena ameli mau menerima ajakannya.
" makan yang banyak yah ameli sayang, Assalamualaikum" celetuk putra gugup dan langsung mematikan ponselnya cepat karena ia tak sengaja memanggil ameli sayang.
ameli yang kaget dengan perkataan Putra pun tiba-tiba merasa senang mendengar Putra memanggilnya sayang.
" Lah kok tiba-tiba dimatiin sih" gumam ameli pelan yang melihat Putra memutuskan sambungan teleponnya.
Dwiki yang sedari tadi memperhatikan ameli langsung berjalan cepat dan menghampiri ameli.
" Hai ameli" sapa Dwiki ramah seraya menyunggingkan senyum manisnya untuk ameli.
" Eh kak Dwiki, ada apa kak?" tanya ameli gugup karena sang gebetan menyapanya.
" nggak papa kok" jelas Dwiki.
" kamu mau kemana mel? kok mukanya kayak bahagia banget gitu" tanya Dwiki yang melihat ekspresi bahagia ameli.
__ADS_1
" ameli mau ke kantin kak, soalnya tadi ameli belom sarapan" jawab ameli sambil tersenyum kecil.
" oh ya udah bareng aja kalo gitu kakak juga laper nih, pengen makan" ucap dwiki seraya mengusap perutnya menandakan ia sedang lapar.
" boleh-boleh lagian ameli males makan sendirian" pungkas ameli menyetujui tawaran Dwiki.
Mereka berdua berjalan menuju kantin sambil berbincang-bincang ringan dengan sesekali tertawa bersama karena asik mengobrol.
Ameli merasa sangat senang karena ia bisa mengobrol dan tertawa lepas bersama gebetan yang ia idolakan selama ini.
Sebenarnya Ameli tidak tau pasti perasaan seperti apa yang ia miliki untuk Dwiki, perasaan suka kah atau hanya sekedar perasaan kagum saja. Namun yang pasti ia merasa senang bisa mengobrol banyak bersama kak Dwiki.
Sesampainya dikantin ameli dan dwiki pun sengaja memilih tempat duduk yang berada di luar ruangan dekat jalan dengan alasan lebih nyaman dan Dwiki pun memanggil salah satu pelayan kantin yang mereka datangi.
" Ameli kamu mau makan apa?" tanya Dwiki kepada ameli sambil tersenyum kecil.
"Aku mau gado-gado aja deh kak" jawab ameli cepat karena memang ia adalah penggemar berat gado-gado.
" Kalo minumnya kamu mau apa?" tanya dwiki lagi.
" Ya udah mbak, 2 gado-gado sama 2 es matcha yah" ucap dwiki memberitahu pelayan yang sudah berdiri di dekat meja mereka.
Pelayan kantin tersebut pun mencatat pesanan mereka dan bergegas pergi untuk menyiapkan pesanan ameli dan dwiki.
" Lah kok sama sih kak?" tanya ameli heran menatap dwiki.
" yah biar sama aja gitu" jawab dwiki sembari tertawa.
" ih ngeselin serius dong kak, kan aku nanyanya serius" sambung ameli kesal sambil mengerucutkan bibirnya dan disambut dengan tertawa oleh dwiki karena melihat ekspresi wajah ameli yang lucu menurutnya.
Tak begitu lama makanan yang mereka pesan pun datang dan disajikan dimeja mereka. Melihat makanan yang datang mata ameli langsung berbinar serta ameli langsung bersemangat dan bersiap untuk melahap gado-gado yang sudah di depan mata bukan tanpa alasan ia seperti itu karena ia sudah menahan lapar sedari tadi.
Dwiki yang melihat hal tersebut pun tersenyum kecil dan terus menatap ameli gemas karena menurutnya sikap ameli sangatlah manis dan lucu.
__ADS_1
" Ayo kita makan kak, jangan di lihatin aja entar makanannya kabur lagi" canda ameli kepada dwiki.
" Iya ini juga mau makan kok mel" jawab dwiki sambil bersiap melahap gado-gado nya itu.
sekitar tiga puluh menit ameli dan dwiki menyantap makanan mereka seraya mengobrol dan bercanda sampai-sampai mereka berdua sesekali tertawa bersama.
Putra menghentikan laju mobilnya saat matanya tertuju pada dua orang yang sedang asik mengobrol disebuah meja kantin sederhana.
" Itu ameli kan, siapa cowok yang lagi sama dia. ketawa-ketawa gitu lagi sok asik banget" dengus putra kesal entah mengapa ia merasa sesak di dadanya ketika melihat ameli bersama pria yang ada bersama ameli.
" Bukannya kuliah yang bener ini malah berduaan sama cowok nggak jelas" dengus Putra lagi seraya terus memperhatikan ameli dan cowok yang sedang bersama ameli.
Putra pun memutuskan untuk menghampiri ameli dan mengajak ameli pulang karena memang tadi ia berniat untuk menjemput ameli dan mengantarnya pulang.
" Ameli" panggil putra seraya berjalan menghampiri ameli.
" Putra" ucap ameli kaget melihat kadatangan putra yang lebih cepat dari yang ia katakan.
" kenapa kok kaget gitu, takut ketauan yah kalo kamu lagi berduaan sama cowok" jawab putra dengan nada sinis.
" bukan gitu, kata kamu kan baru sejam lagi baru akan menjemputku" ucap ameli merasa tidak enak. padahal ia tau kalau ia dan putra tidak memiliki hubungan apa pun hanya sebatas teman tapi ia sungguh merasa tidak enak dengan Putra.
" kalo aku nggak dateng lebih cepat mungkin kamu bakalan lebih lama sama cowok ini" ketus Putra yang merasa kesal.
Melihat penampakan di hadapannya dwiki merasa bingung karena setau nya ameli tidak memiliki pacar. namun penampakan yang ia lihat ini terlihat seperti kecemburuan sepasang kekasih.
" Maaf kamu ini siapa, kok dateng-dateng langsung marah-marah gitu" celetuk dwiki penasaran.
" gue Putra Hartono Apri" jawab Putra masih dengan tatapan tidak suka kepada dwiki.
" bukan maksud gue lo siapa nya ameli?" tanya dwiki lagi yang juga mulai tidak suka dengan sikap putra yang terkesan angkuh di hadapannya.
"Bukan urusan lo, yang jelas gue orang yang sayang sama ameli" jawab Putra tegas seraya menarik tangan ameli menjauh menuju mobil Putra.
__ADS_1
Sedangkan ameli hanya terdiam dan tidak bisa berbuat apa-apa. ia merasa tidak enak dengan dwiki karena sikap Putra terhadapnya. Namun, ia tak sempat mengatakan apa pun karena ia langsung di tarik Putra tanpa penolakan darinya.
To be continue