
skip hari minggu di rumah intan.
intan sesang di rias oleh sang nenek, sebenarnya intan gak mau di dandani namun sang nenek terus memaksa sehingga intan tak bisa menolak.
"udah nek, udah tebel ini" keluh intan.
"belum, bentar lipstiknya" ucap sang nenek masih sibuk merias cucu satu2nya tersebut.
"nahh perfect" ucap sang nenek saat semua sudah di rasanya cukup.
"senyum ntan, jangan cemberut gitu!" bentak sang nenek karna melihat intan bermuka masam.
intan pun tersenyum seperti yang di perintah sang nenek agar dirinya tak di bentak2 lagi.
tak lama pun adit dan sang nenek sampai di rumah intan.
hanya nenek adit yang turun untuk menjemput intan sedang adit menunggu di mobil.
"waaahhhh cantik nya calon cucu mantu ku ini" ucap nenek adit yang melihat intan sudah berdiri di depan pintu di samping sang nenek.
"ahh siapa dulu neneknya" ucap nenek intan pede.
__ADS_1
"ayo ntan kita pergi dulu. aku pinjam intan dulu ya jeng, nanti aku kembalikan kalo udah siap urusannya."ucap nenek adit.
"iya silahkan, saya titip cucu saya yaa, intan kamu jangan nakal" ucap sang nenek. dan di angguki intan
setelah itu intan dan nenek adit jalan menuju suatu tempat yang di tujukan sang nenek. adit yang duduk di kursi penumpang di belakang kaget sekaligus kagum dengan penampilan intan yang hendak duduk di sampingnya. sehingga ponsel yang sedang di mainkannya pun terjatuh.
"adit biasa aja mukanya" ucap sang nenek yang melihat cucu nya terkaget2.
"ah nenek, ucap adit sambil mebuang mukanya ke sembarang arah.
di perjalanan sepi tak ada suara,
"nek, kita mau kemana?" tanya adit yang bosan dan lelah karna tak sampai2 dari tadi sudah sejam dia di dalam mobil.
"loh kok? siapa yang mau nikah nek?" tanya adit dan intan berbarengan.
"ahahahaha tentu saja kalian berdua" ucap sang nenek enteng.
"nenek adit serius!" ucap adit.
"nenek serius sayang" ucap nenek adit.
__ADS_1
"kenapa nenek gak runding2 dulu sama adit? kenapa langsung bikin baju nikah aja" ucap adit .
"nenek sudah diskusikan ini dengan mami papi mu dan juga neneknya intan, dan kami setuju saat liburan kenaikan kelas nanti kalian akan kami nikahkan, dan kalian akan melanjutkan sekolah kalian, dan kamu adit kamu harus belajar dewasa sekarang." ucap sang nenek sambil tersenyum.
"hemm" ucap adit tak bersemangat.
adit melirik sekilas ke gadis di sampingnya yang menunduk dan ternyata sedang menangis.
"ntan, lo kenapa?" bisik adit.
intan sekilas melihat adit dengan air mata yang masih setia mengalir dari matanya namun ia segera menghapus dan menunduk lagi sambil mengeluarkan ponselnya dan mengetik sesuatu..
'dit aku takut, aku takut untuk nikah dit. aku masih ingin sekolah, masih ingin bermain bersama teman2 ku, masih ingin meraih cita2 ku dan banyak hal yang masih ku rencanakan dit' itu lah pesan yang di kirim intan ke adit.
adit mengambil hpnya yang bergetar dan langsung melirik intan ketika melihay notif sms dari intan dan langsung membaca pesan intan.
'gue gak bisa apa2 ntan, gue udah berusaha nolak tapi nenek kita gak bisa di bantah, loe yang sabar ya, gue janji bakalan bahagiakan lo, ya walau gue belum bisa nerima lo apalagi mencintai lo, tapi gue gak akan bikin loe tersiksa apalagi bersedih' kirim adit lagi ke intan.
intan yang menerima pesan dari adit sekilas melirik ke adit dan tersenyum dan di balas senyum oleh adit.
sudah 3 jam di jalan dan akhirnya mereka sampai di butik favorit sang nenek.
__ADS_1
**adit dan intan hadir lagi ni, maaf ya readrs jarang uploud😊
salam manis author😘😘**