
besok adalah hari dimana adit akan mengikat intan sebagai pendamping hidupnya. semua urusan sudah selesai dan tinggal menunggu hari besok. undangan sudah dj sebar ke semua sahabat2 dan juga teman2 dari ke 2 bela pihak. acara akan di adakan di sebuah halaman hotel yang luas.
**
rumah adit.
adit saat ini masih berbaring di kamarnya. banyak yang sedang ia pikirkan. mulai dari kegugupannya esok sampai dengan belum ada nya tanda2 orang tua nya akan datang besok ke acara sakralnya. mau gimana pun adit merasa sedih karna sang mami dan papi tak ada menunjukkan akan datang ke pernikahan anak semata wayang mereka ya itu adit.
tok.. tok.. tok...
"masuk" teriak adit dari dalam kamarnya masih terbaring.
adit menoleh ke arah pintu yang terbuka ternyata nenek nya yang datang dan sedang tersenyum ke arahnya.
adit langsung duduk dan berdiri menghampiri sang nene lalu memeluk neneknya. ia menangis di pelukkan sang nenek.
"hey ganteng, kenapa nangis?" tanya nenek adit.
"nekk" ucap adit masih sesegukan.
"iya cucu nenek kenapa?" tanya sang nenek sambil menggiring adit duduk di tepi ranjangnya dan memeluk adit erat. ia tahu adit pasti sangat sedih sekarang.
"nek, kenapa mami sama papi gak ada kabar? mereka datang gak sih nek? mereka sayang gak sih nek sama adit" ucap adit sambil melepas pelukan sang nenek dan menghapus air matanya.
"maaf ya dit, nenek udah berusaha buat ngasih tau mereka tapi mereka gak ada ngasih respon dit" ucap nenek sambil mengelus puncak kepala adit, ia turut bersedih karna cucu satu satunya akan menikah dan orang tuanya belum tau gimana sampai sekarang.
"nek, adit tu pengen ngenalin intan sebelum ijab besok" ucap adit sambil tersenyum. namun dalan senyumnya tersimpan banyak kesedihan.
sang nenek pun tak tahan bila tidak mengekuarkan air matanya, sang nenek juga menangis namun tanpa suara takut adit mendengar.
"nenek tau, adit dari kecil sangat sangat ingin di perhatikan oleh mami papi walau satu hari aja, adit pingin banget nek mereka full time sama adit satu hari aja" ucap adit datar memandang lurus ke depan banyak kekecewaan di matanya.
sang nenek tak tahan lagi ia langsung memeluk cucu kesayangannya ini dan menangis di pelukan adit.
__ADS_1
"maaf nek, kalau kata2 adit menyakiti nenek, adit seneng kok nenek ada di sini sama adit. cuman maksud adit kasih sayang orang tua itu beda nek" ucap adit tersenyum menatap mata sang nenek yang sudah keriput.
"nenek paham sayang. kamu jangan sedih, nenek usahakan lagi ya biar mami papi besok datang" ucap nenek adit menguatkan sang cucu.
"adit sekarang diem dulu di kamar, tidur sekarang dan bersiap untuk besok" ucap sang nenek sambil mengelus tangan cucunya. di balasi anggukan oleh adit.
"jangan sampai salah ngucap ijab nya besok" ucap nenek menggoda adit agar tidak bersedih lagi.
"tidak akan nek, adit janji! besok ada atau tidaknya mami papi adit akan tetap berbahagia" ucap adit penuh dengan semangat.
lalu nenek adit berlalu pergi ke luar kamar adit dan adit pun bersiap2 untuk tidur sambil memandang pakaian besok yang akan dia kena kan sampai ia tertidur.
di ruang keluarga nenek adit terus berfikir bagaimana caranya agar orang tua adit bisa datang.
ya allah gak kuat aku liat adit kayak gini, di hari paling bersejarah dalam hidupnya adit tak di dampingi orang tua. padahal mereka masih lengkap dan masih menjadi orang tua adit. cucu ku memang kuat bathin nenek adit sambil tersenyum miris.
saat nenek adit hendak menuju kamarnya tiba2 pintu depan di ketuk dari luar. dan bergegas nenek adit membuka kan pintu nya.
siapa lagi malam2 gini gak tau apa aku lagi pusing bathin nenek adit.
yaa mereka adalah orang tua adit.
"masuk" ucap nenek adit datar.
lalu mereka pun berkumpul di ruang tamu.
"kenapa kalian baru datang?" tanya nenek adit
"maaf kan kami bu, kami sudah mau pulang dari 2 hari yang lalu tapi tak bisa cuaca di sana kurang mendukung" lirik mami adit sambil berkaca2.
"terus sekarang kenapa bisa kalian di sini?" intograsi nenek adit.
"mas bram membeli helikopter dadakan bu dan langsung terbang ke sini agar kami bisa jumpa dengan adit saat ia akan menempuh hidup baru" ucap mami adit dan tangis nya pecah. sang suami hanya mengelus2 pundah istrinya yang terlihat terpukul.
__ADS_1
"kenapa kau menangis?" tanya nenek adit masih dengan tatapan datarnya.
"aku... aku... aku merindukan putra ku bu, aku rindu, aku sangat ingin memeluknya tapi aku tak bisa pulang karna tuntutan kerja. aku ingin ada disaat2 dia sekolah" ucap mami adit sambil sesegukan.
"aku takut adit membenci ku karna tak ada waktu untuk nya bu" ucap mama adit lalu duduk di bawah kaki sang mertua sambil menangis. dan di situ pertahanan nenek adit runtuh ia di situ ikut sedih dengan keadaan mama adit.
mama adit memeluk erat mertuanya yang selama ini menjaga adit. terakhir kali ia jumpa dengan adit saat adit lulus SMP. dan ia tak pernah lagi berjumpa secara langsung.
ia hanya bisa menelfon mertuanya karna kalau menelfon adit sudah di pastikan tidak akan di angkat oleh adit.
nenek adit pun diam2 sering mengirim foto cucunya ke menantunya yang ia ambil secara diam2.
"jangan sedih, adit tak akan membenci kalian. istirahat lah sekarang." ucap nenek adit sambil tersenyum.
"bu, kami boleh bertemu adit? aku rindu putra ku" kali ini ucapan bram papa adit.
"adit baru tidur tadi dia habis nangis karna kalian tak kunjung datang besok saja kalau mau jumpa dengan dia kasian dia" ucap nenek adit masih memeluk menantunya.
langsung tangis mama adit kembali lagi ia tak sanggup untuk bertemu putranya. banyak kesalahan mereka sebagai orang tua kepada putranya.
"bu, kami membawa beberapa barang untuk hantaran besok udah siap di bungkus ada di dalam mobil." ucap mama adit.
"suruh supir mu angkat dan satukan dengan barang2 di atas meja itu" ucap nenek adit tersenyum.
langsung mata ke dua orang tua adit tersebut melihat barang2 di atas meja yang sudah di bungkus rapi beserta seperangkat alat solat yang sudah di hias seindah mungkin.
"itu siapa yang membelinya bu?" tanya bram pada ibunya.
"putra mu" @ucap nenek adit.
"dia sudah dewasa" gumam papa adit tersenyum melihat barang2 yang sudah siap tinggal di bawa saja.
akhirnya mereka masuk ke dalam kamar masing2. sementara adit belum tau kedatangan orang tuanya.
__ADS_1
😂jangan lupa dukung adit teruss yaaaaa😄