JODOH PILIHAN NENEK

JODOH PILIHAN NENEK
#16


__ADS_3

masih di rumah pemberian ayah adit.


"mari den, non dan nyonya makan siangnya sudah ada, " ucap sang bibi tiba2.


"ah, baik bik, ayok sayangnya nenek kita makan dulu" ajak sang nenek.


mereka pun masuk ke ruang makan yang belum ada meja nya. jadi mereka makan di lantai. si bibi pun tak memasak Hanya membeli makanan di dekat warung di sana.


"maaf nyonya, makannya jadi di lantai gini" sungkan sang bibi


"tidak masalah bi, kami tau kok rumah ini belum ada perabotan nya, ini bibi dapat gelas sendok piring dan teko dari mana? " tanya sang nenek


"ah itu nyonya,itu punya saya di rumah, maaf nyonya tapi itu bersih kok" ucap sang bibi.


"ahaha iya tak papa kok bi, nenek cuman ingin tau bibi dapat dari mana, di sini kan belum ada isinya." ucap adit.


dan akhirnya sang bibi pun tersenyum, lalu pergi untuk membereskan rumah tersebut lagi, sedang kan adit dan intan masih sibuk makan, dalam keheningan.


mereka telah siap makan dan kini sang nenek mengajak mereka untuk berkeliling di rumah mereka agar mereka bisa mendesain setiap ruang an yang ada di sana.


"kita ke lantai atas ya, kita liat kamar kalian, " ajak sang nenek sambil menaiki tangga dan di ikuti adit dan intan.


kreeekk..


sang nenek membuka pintu kamar mereka yang di pintunya sudah terdapat nama adit dan intan yang di gantung, dan adit pastikan ini pasti kerjaan neneknya.

__ADS_1


"wahh nek, ini kamar tidur atau kamar hotel? luas banget" ucap intan kagum.


"kamu suka ntan? " tanya adit. lalu di balas anggukan dan senyum bahagia dari wajah imut intan.


"ini kamar kalian, lihat kalian suka warna kamarnya? bagaimana lampunya? " ucap sang nenek.


"semua bagus nek, ini kamar luas banget," ucap intan


"intan, ruang di sana itu ruang baju dan segala macamnya,


di situ juga terdapat lemari tas, sepatu dan aksesoris milik kalian nanti. maaf ya nenek pisahkan karna nenek ingin kamar kalian ini nanti di pasang ranjang yang besar agar kalian nyaman. dan untuk kamar mandinya di sana sudah ada lengkap tinggal sabun dan segala macamnya.


dan untuk alat make up intan nanti kita akan taruh meja rias di sini ucap sang nenek menunjuk letak dekat balkon." jelas sang nenek.


"yups, adit pintar, di atas cuman khusus kamar kalian biar gak ada yang ganggu" ucap sang nenek sambil berkedip.


"apa nek!?. seluas2 ini cuman untuk ruangan kamar doang? " tanya intan.


"iya sayang, dan untuk ruangan atas ini nenek ingin intan yang mengurus membersihkan nya ya, nenek gak mau orang lain yang membersihkan nya." ucap sang nenek, dan angguki intan.


akhirnya mereka keluar kamar dan turun ke lantai bawah untuk melihat2 ruangan lain yang berada di bawah.


"nah ini kamar untuk anak2 kalian, nenek kasih 3 ruang di sini khusus buat calon cicit nenek" ucap sang nenek sambil sesikit tertawa.


"nenek iih" ucap adit malu.

__ADS_1


"ahaha, yaa kan ntan? " tanya sang nenek ke intan, dan di balas senyuman malu dari intan.


saat melihat lihat ruangan bakal calon anak2 mereka. yang di dalam nya terdapat pintu agar bisa terhubung.


selanjutnya mereka melihat lihat dapur tempat paling khusus yang di buat sang nenek yang luasnya melebihi kamar mereka.


"nek, ini dapur luas banget" ucap intan


"iya sengaja di sini nanti tempat kalau ada acara2 orang berkumpul maka nenek buat luas2. " ucap sang nenek saat mencoba kran air di sana.


"nek kenapa ruang makannya tak di satukan di sini aja? " tanya adit.


"gak papa nenek mau" ucap sang nenek.


akhirnha mereka seleai keliling2 di rumah tersebut, betapa bahagia intan saat tau rumah yang di berikan oleh calon mertuanya itu sangat besar, walau bukan untuknya namun ia tetap bahagia.


"ayok kita pulang, hari sabtu besok kita belanja, oiya intan browsing2 yaa alat2 make up dan baju2 baru, yang harus kamu beli, ini hadiah dari nenek. harus banyak, nenek tau kamu gak suka pake barang2 bagus. tapi mulai sekarang biasakan." ucap sang nenek.


iya nek" jawab intan.


"lo gak usah malu2 sama nenek, sama gue juga bentar lagi lo jadi istri gue" ucap adit saat dia sudah di dalam mobil.


intan terdiam saat mendengarkan adit ngomong begitu. akankah adit meminta hak nya secepatnya nya, tiba2 semangat nya tadi menghilang dan mulai melamun.


salam manis auhtor๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2