
pukul 2 dini hari intan terbangun dari tidurnya di karenakan lapar dan haus menyerangnya.
aih, aku dimana? lah ini baju siapa yang ganti? bathin intan saat telah sadar ia tidur bukan di kamarnya dan bajunya sudah ganti.
intan melangkah keluar kamar. saat ia membuka pintu ia di kagetkan dengan orang2 yang tertidur di lantai. ya itu teman2 adit.
astaga, kalian kok tidur nya di lantai gitu sih, ini kan ada karpetnya bathin intan sambil geleng2 kepala melihat kelakuan teman2 adit.
intan melirik ke sofa dan ia menemukan adit dan iki tengah tidur dengan nyenyak nya di sofa.
intan melangkah pelan menuju sofa dan duduk di bawah tepat di samping adit. intan tersenyum melihat wajah damai adit.
seketika sekelebat kejadian tadi malam teringat lagi olehnya dan ia baru sadar tadi dirinya tertidur di pelukkan intan. intan terus menatap wajah damai adit dengan senyuman manisnya.
rasa haus dan lapar nya hilang ketika ia melihat adit tidur dengan nyenyaknya.
"jangan di tengoin terus nanti kamu suka" ucap adit masih di posisi nya. intan kaget saat mendengar suara adit dan ia malu karna ketahuan memperhatikan wajah adit.
akhirnya ia memutuskan untuk pergi. saat hendak berjalan tiba2 adit menarik tangannya dan ia jatuh di pelukkan adit. dengan posisi adit berada di bawah intan. posisi ini sangat intim dan membuat intan tak nyaman.
"mau kemana hem" tanya adit yang sudah membuka matanya.
"mau tidur lah mau apa lagi" jawab intan di buat jutek padahal jantungnya sudah bekerja dengan cepat.
"udah puas nengoin suami mu yang ganteng ini?" goda adit.
"siapa juga yang ngeliatin anda. lepasin iih nanti kawan2 mu bangun." ucap intan sambil berusaha melepas pelukkan adit.
bukannya melepaskan pelukkannya adit justru memeluk intan semakin kuat.
"nanti dulu bee aku masih nyaman kayak gini" ucap adit sambil memejamkan matanya.
"bee?" tanya intan yang bingung dengan panggilan adit yang baru.
"iya, gak suka? ya udah istri ku aja" ucap adit sekenanya.
"aish, aku laper adit lepas dong" ucap intan berusaha memelas.
"kamu laper?" tanya adit dan langsung membuka matanya. intan hanya mengangguk sebagai jawaban.
__ADS_1
"hayuk sini aku masakin" ucap adit langsung melepas pelukkannya dan menggenggam tangan intan menuju dapur.
astaga jantung tolong kerja sama nya bathin intan saat melihat tangannya tak di lepas sama adit.
"duduk di sini bentar biar aku masak" ucap adit lalu pergi menuju dapur sedangkan intan sudah berada di ruang makan.
tak lama 2 piring mie instant sudah jadi dan di bawa adit ke ruang makan.
ia tersenyum saat melihat intan sedang menatapnya.
"selamat di nikmati my wife" ucap adit lalu menyerahkan satu piring mie instant tersebut.
intan hanya tersenyum lalu memakan mie buatan suaminya itu.
setelah selesai makan adit mengajak intan berbicara sebentar.
"maaf atas kejadian tadi" ucap adit sambil memnadang intan yang berada di sebrang nya karna mereka terpisah oleh meja makan yang lumayan besar.
."gak papa kok ini bukan salah mu" ucap intan yang juga memandang adit.
"lain kali jangan deket2 sama cici, dia itu berbahaya" ucap adit.
"belum, dia tidur di kamar tamu. " jawab adit.
"kalo gitu aku mau tidur sama cindy ah" ucap intan berdiri dan hendak melangkah pergi namun tertahan karna suara adit.
"udah seminggu juga tidurnya sama cindy terus gak kangen apa sama gue" ucap adit pelan tapi dia tak sadar bahwa intan masih bisa mendengarnya karna di sana sunyi.
intan yang mendengar keluhan adit tersenyum dan berbalik.
"jadi abang kangen aku?" tanya intan bukan nanya sebenernya menggoda adit. ckck intan
"enggak ih, pede" ucap adit menggelak godaan intan. gengsi terusss dit.
"ya udah aku tidur di kamar cindy kalo gitu" ucap intan lalu terus berjalan ke kamar adit.
"dasar gak peka" ucap adit sedikit kuat. lalu adit mencuci piring bekas makan nya dan intan. tadi gak mau bang๐๐
intan yang sudah berada di kamar adit tertawa di tahan. ia berbaring di ranjang adit membayangkan wajah adit yang sedang kesal.
__ADS_1
sampai tiba tiba pintu kamar adit terbuka.
dan menampakkan tubuh adit yang samar2 karna lampu yang hidup hanya lampu tidur. adit tidak sadar bahwa intan masih di kamarnya.
"intan.. intan.. sadar ngapa, gue kangen sama lo, ini malam pertama bisa tidur satu ranjang sama lo, malah gue di tinggal pergi iih, ngenes amat lo dit malam pertama di tinggal bini" omel adit dan duduk di ranjangnya sambil membuka sendanya.
intan yang mendengar omelan adit hanya tertawa dalam diam karna ia masih ingin tau apa omelan adit selanjutnya untuk dirinya.
"tong.. tong.. puasa lu kayak nya makin lama deh" omel adit lagi lalu berbaring di ranjangnya.
intan mengernyitkan keningnya saat adit mengucap kata tong..
tong?? tong siapa? kok bisa sih puasa lama gak buka2. kuat amat. gue aja puasa ramadhan gak kuat. bathin intan.
"ehem" dehem intan dan sukses membuat adit kaget sekaget2nya. adit langsung duduk dan memencet saklar lampu yang ada di samping ranjang nya agar menampakkan sosok siapa yang tadi bersuara.
"intan astaga lo" ucap adit saat lampu sudah nyala dan menampak kan wajah intan yang sedang terduduk dengan rambutnya yang di gerai. mirip kunti ntan.
"ngapain masih di sini?" tanya adit jutek lagi.
"mau nemenin suami tidur lah" ucap intan sekenanya. seketika adit tersenyum ketika intan menyebutnya sebagai suami.
"ciee udah ngakuin" ucap adit sambil mencolek dagu intan.
"apaan sih, sana tidur." ucap intan sambil menghempas kan tangan adit.
"iya iya, astaga jadi bini jangan galak2 mbak, nanti suami nya di ambil orang" ucap adit sambil menutup seluruh badannya menggunakan selimut.
"biar aja, aku kan masih punya bang iki, pasti mau lah bang iki sama aku, walaupun janda masih tersegel ni" ucap intan. seketika itu adit membuka selimutnya dan duduk di samping intan lalu menarik tangan intan agar berada di pelukkannya.
"gak ada pokoknya punya gue gak boleh di sentuh apalagi di ambil sama orang" ucap adit penuh penekanan. dan langsung menutup dirinya dan intan yang berada di pelukkanya dengan selimut.
"adit iih gerah tau lepasin" ucap intan yang gak nyaman dengan pelukkan adit karna berada di dalam selimut tebal.
"malper kita kapan?" tanya adit tiba2.
intan langsung terdiam dan mencerna kata2 adit.
***kuy gass jangan lupa dukung adit dan intan terus yaa. salam manis auhtor..
__ADS_1
hayuuuukkkkkk***