
sekarang semua sudah berada di rumah mama adit.
adit dan teman2 nya beserta orang tua adit sedang berkumpul di ruangan tamu. sedangkan intan sedang tidur di kamar sejak di jalan tadi intan ketiduran karna ia pasti kelelahan.
"jadi gimana ini si cici makin menjadi" ucap iki memecahkan keheningan.
"dit, siapa cici itu? pacar kamu?" tanya sang papa.
"pacar apaan om, adit mana sempat mikir pacaran om" ucap rian. asal jadi.
"dia bukan siapa2 adit pa, banyak gaya aja dia" ucap adit masih meredakan emosinya.
muka nya masih merah dan adit hanya diam kalo tak di tanya. ckckck tak seperti adit yang biasanya.
"gue gak terima intan di giniin!" ucap iki matanya penuh emosi.
"gue harus balas dendam dengan cici!" tambahnya lagi dan membuat semua yang ada di situ seketika melirik ke arah iki.
"jangan gegabah, di sini masih ada suaminya!" ucap adit.
"jadi kita harus gimana? gue kasian liat intan tadi! pasti dia syok berat." ucap iki. matanya sudah merah hendak menangis.
"yang kasian dan khawatir sama intan bukan cuman lo doang ki, gue juga!" bentak adit tiba2.
setelah berucap itu ia baru sadar bahwa ia meluapkan emosinya ke sahabatnya sendiri. dan ia berlalu ke kamar nya.
iki yang paham dengan keadaan adit sekarang tak ambil pusing.
"ada yang bisa cerita sedikit tentang cici di sini sama tante?" tanya mama adit ke sahabat2 adit.
"cici itu penggemar berat adit tante" ucap doni yang dari tadi diam saja.
"dia itu sering nembak adit tapi selalu adit tolak" tambah nya lagi.
"kayaknya dia gak terima adit nikah sama intan" ucap cindy.
"yang gue takutin dia gak berhenti sampe di sini aja" ucap iki sambil mengetuk2 meja.
__ADS_1
"dia itu nekat orang nya jadi kita harus waspada sebelum intan jadi korban." ucap rian kali ini bener.
"hem, menurut om, gimana kalo intan kita kawal terus sama orang suruhan om?" usul papa adit.
"jangan om kasian intan merasa terawasi nanti" ucap cindy.
"tidak, orang suruhan om akan menjaga dari jauh dan tersembunyi jadi intan gak akan merasa terawasi." ucap papa adit.
semua setuju dengan usulan papa adit.
**
kamar adit.
adit masuk ke kamarnya dan melihat intan sedang tertidur dengan pulas. mata bengkak dan ujung hidung yang merah. baju nya telah di ganti kan oleh mama adit. wajah itu terlihat damai dan tenang.
"seandainya tadi gue gak ninggalin lo, pasti sekarang lo gak kayak gini ntan" ucap adit sambil memperhatikan wajah intan yang tertidur pulas dari meja rias yang di beli kan papanya.
adit melihat di sofa kamarnya tas dan koper2 intam masih di sana. ia tersenyum lalu duduk di sakping intan yang sedang tertidur.
**
di ruang tamu teman2 nya sedang makan yang telah di siap kan oleh bibi.
"makan boss" ucap rian yang menyadari keberadaan adit.
"ki maaf in gue, tadi gie kebablasan" ucap adit.
"santai boss. gue paham" udah ayo makan dulu lo laper kan. adit mengangguk sebagai jawaban.
selesai makan, adit dan teman2 nya masih di ruang tamu sedangkan cindy sudah lebih dulu ke kamar karna lelah.
"boss nonton tv kek, sunyi amat rumah gede" ucap rian
"itu remot di depan lo *****!" ucap doni sambil memukul kepala rian dengan bantal sofa.
"astaga gue gak liat" ucap rian lalu menghidupkan tv. akhirnya ia fokus menonton tv.
__ADS_1
saat yang lain sedang fokus dengan kegiatannya tiba tiba.
"****** lu gak jadi malam pertama rasain" ucap rian. seketika semua langsung menoleh ke arah rian.
sedangkan yang di toleh hanya acuh saja.
"rasain tu burung puasa ahahaha" ucap rian lagi.
dan sama respon teman2 nya menoleh ke arah rian.
"lo ngejekin boss?" tanya iki spontan.
"siapa?" tanya rian balik.
"ya lo lah ******" ucap doni
"enggak gue lagi nonton sinetron" ucap rian acuh melanjutkan acara nontonnya.
" btw, bener ya si boss gak jadi malper" ucap iki sambil terkekeh.
"malper apaan?" tanya doni.
"malam pertama njirr" ucap iki lagi.
"oiya boss malam ini kan anu anu anu" ucap doni yang baru paham dengan arah pembicaraan mereka.
"uuh kasian pasti tu junior udah gak sabar ahahaha" ucap iki mengejek.
"puasa deh" tambah doni dan semakin mengejek adit.
"serah lu pada" ucap adit lalu membaringkan tubuhnya di atas karpet sambil memejam kan matanya.
ah apaan sih kalian, tapi ia sih ini kan malper gue, kok gue lupa? tapi gak papa malam masih banyak. dan gue harus punya rasa dulu baru jebolin gawang intan bathin adit sambil memejamkan matanya.
hy readrs ku tersayang maaf ya jarang up, lagi ada kesibukan. tapi pasti di sempetin untuk up kok walau gak pasti. tetap setia dengan adit yaa..
salm manis auhtor❤
__ADS_1