
Malam pun tiba, malam ini akan menjadi kisah indah bagi adit. karna malam ini adit akan melamar intan untuk menjadi istrinya. walau adit tau belum ada rasa apa2 di antaranya dan intan. tapi adit sudah berjanji dengan dirinya sendiri. walaupun ini di jodohkan oleh neneknya. taoi adit tak akan menikah lagi atau menceraikan intan. adit hanya ingin nikah satu kali seumur hidup. dan adit sudah berjanji kepada nenek intan untuk menjaga intan. soal perasaan itu bisa di pikirkan lagi nanti.
malam itu adit masih di kamarnya, ia memperhatikan penampilannya. menggunakan kemeja hitam dan celana bahan hitam di tambah sepatu putih dan jas putih yang tergeletak di ranjangnya akan membuat penampilan adit tampan maksimal pikirnya.
"ehem, udah tampan tu jangan gitu betul." ucap nenek nya yang dari tadi memperhatikan sang cucu yang sedang sibuk memutar2 tubuhnya di depan cermin.
"ehehe nenek ini. " ucap adit yang keget dan grogi.
"ayo ke depan semua sudah siap" ucap sang nenek.
adit tiba tiba memasang wajah sedih. dan sang nenek paham dengan perasaanya kali ini.
"jangan sedih. mami papi mu nanti datang kok di acara pernikahan anak semata wayangnya" ucap nenek menguatkan adit.
"kalo gak datang gimana nek" tanya adit sudah terduduk lemas di atas ranjangnya.
"gak mungkin sayang, biar nanti nenek yang akan jewer papamu" ucap nenek meyakinkan adit.
"ayo semangat adit. ingat calon mu menanti mu" ucap nenek menggoda adit.
adit langsung menarik pinggang nenek dan menggandengnya keluar kamarnya menuju ruang tengah yang sudah di penuhi oleh beberapa saudara dekatnya dan mereka menuju rumah intan.
sedangkan adit sendiri menuju rumah cindy. karna ia janji akan menjemput intan di sana.
__ADS_1
trrriiingg.. trriiiinggg...
suara hp adit membuat dia memelan kan laju mobilnya.
"ha, ngapa ki?" ucap adit judes karna telfon dari iki mengganggunya yang sedang menghayal.
"gue udah di rumah cindy, dan gue akan bawa calon lo juga ke rumahnya ko gak usah jemput." ucap iki.
"gak pokoknya tunggu gue oke" ucap adit tak terima calonnya di bawa oleh sahabatnya.
"ya udah buruan! capek ni nunggu" ucap iki kesal.
adit tak menjawab ocehan iki, dan langsung mematikan telfonnya dan menancapkan gas nya selanju mungkin.
10 kemudian adit sampai di rumah cindy, yang sudah di tunggu oleh cindy dan iki. adit langsung keluar tanpa mematikan dulu mobilnya.
"aish, gantengnya boss ku" ucap iki langsung memeluk bossnya itu.
"iih apaan sih, gue masih normal tau!" bentak adit sambil mendorong tubuh iki menjauh darinya.
"santai lah boss ku, intan lagi ada urusan bentar di belakang" ucap iki, padahal dari tadi pun ia belum melihat intan keluar.
"bentar ya" ucap cindy, lalu masuk ke dalam rumahya.
__ADS_1
"santai boss sini sini duduk dulu, jangan buru2"ucap iki.
"di sana bereskan? aman kan di sana?" tanya adit kali ini serius.
"santai boss semua beres di sana udah ada rian sama doni. semua sudah beres." ucap iki.
"boss, kenapa lu gak sama keluarga lu aja" tanya iki penasaran.
"suka suka gue lah, acara ini kan ide gue!" kesal adit.
"kirain gue karna lo gak mau intan di bawa sama gue, secara gitu kan gue pernah suka sama dia" pede iki sambil memainkan ponselnya tanpa melirik ke adit. dan hanya di balas deheman oleh adit.
dari mana lagi ni bocah tau tentang ini, padahal gak ada yang tau tentang ini selain gue! bathin adit.
"jangan nanya2 dalam hati boss, tanya aja langsung ke gue, kan gue di sini" ucap iki masih sibuk dengan ponselnya.
"aish lo tu yaa kok gue kadi gemes gini sama lo" ucap adit sambil menarik2 pipi iki yang ada di dekat tangannya.
"astaga boss masih waras gue!" ucap iki menghindari adit.
"hai" ucap seorang gadis..
adit dan iki yang sedang bercanda pun melihat ke arah suara. dan betapa kagum nya mereka ber 2 dengan kecantikan gadis yang tadi menyapanya...
__ADS_1
salam manis auhtorr๐๐
jangan lupa follow akun instagram auhtor ya๐