
Intan dan cindy langsung menoleh ke arah pintu yang di ketok oleh seseorang.
"biar gue aja" ucap cindy saat melihat intan hendak beranjak dari tempatnya. dan di balas senyiman oleh intan.
cindy membuka pintu kamar intan dan menampakkan 2 orang paruh baya dengan gaya nya yang masih modis.
"eh nenek" ucap cindy sungkan. dan di balasi senyuman oleh nenek2 tersebut.
"cucu nenek lagi apa?" tanya nenek adit sambil tersenyum ke arah intan.
"ah enggak nek, ini lagi ngerenggangin otot, nanti intan nyusul ke luar kok" ucap intan sungkan karna dirinya enak2 berada di kamar.
"gak papa nenek paham kok" ucap nenek adit sambil mengelus kepala intan.
"ntan, penikahan mu dengan adit tinggal 4 hari lagi, dan kamu harus di pingit. cindy tolong kamu nginep di sini dulu ya selama intan di pingit. bantu urus intan perawatan" ucap neneknya sendiri dengan wajah datarnya.
"iya nek" ucap intan.
langsung neneknya pergi keluar. dan menyisakan nenek adit dan cindy yang mengerti keadaan intan.
"jangan sedih, nenek kamu kayak gitu karna dia gak mau terlihat lemah di depan kamu" ucap nenek adit sambil menguatkan intan.
"lo jangan sedih nanti adit marah kalo lo sedih" goda cindy berusaha mencair kan suasana.
"cindy iih" malu intan sambil tersenyum.
__ADS_1
"ya udah nenek ke depan dulu ya mau ngomong sama adit" ucap nenek adit langsung keluar dari kamar intan.
**
di teras rumah intan.
"wish bro lo tu ya memang yang terbaik" ucap iki sambil fokus ke hpnya.
"cuman saran gue kalo sebenarnya gak kuat ngangkat intan jangan sok sok an gendong dia" ucap doni membuat adit seketika itu juga menoleh ke doni karna bingung dengan dia.
"maksudnya" tanya adit.
"itu tadi muka lo merah kayak nahan sesuatu, gue pastiin lo nahan berat nya si intan kan?" tambah rian yang baru datang habis mengambil cemilan.
"yang tadi pas gue gendong si intan" tanya adit dengan wajah bodohnya.
"woy anjirrr pundak gue mau lepas" ucap doni mengelus pundaknya yang terasa nyeri.
"ahahahahahahahahahah" tiba2 tawa iki yang membuat doni, adit dan rian seketika menoleh ke arahnya yang tiba tiba tertawa tak jelas.
"lo apaan sih!" ucap rian sambil melempar iki dengan sandalnya.
"wleeeekk gak kena" ejek iki karna ia berhasil menghindar dari lemparan rian.
"lo kenapa setan?" tanya doni sambil meminum minumannya.
__ADS_1
"gue?" tanya iki dengan wajah polosnya.
"ya iyalah emang di antara kita ber 4 siapa lagi cobak yang setan kalo bukan lo?" tanya adit di sambung tawa nya.
"astaga boss kejam lo"! ucap iki sambil sedih.
"gue tau boss kita tu bukan karna gak kuat gendong intan tadi" ucap iki melirik sambil mengedip2kan matanya.
"emang kenapa boss?" tanya rian ke adit yang masih memperhatikan teman2nya yang tak jelas.
"emang kenapa gue ki?" tanya adit ke iki.
"lo tegang kan boss karna intan tadi bernafas di leher lo" ucap iki sambil terkikik karna membayangkan adit tadi.
"ahahaha astaga boss lo yang iya aja masa pake nafas aja lo udah horny?" tanya rian yang mulai meledek adit.
"wuuuhh boss kita yang kejam ternyata kalah sama nafasnya si intan doang" ledek doni yang membuat adit malu karna di sudutkan oleh sahabat2nya.
"setan lo" ucap adit sambil memukul kuat punggung iki yang menjadi biang kerok.
"aduh duh duh boss sakit. apa cobak salah gue" ucap iki sambil menghindari adit takut kena tabok lagi dia.
"makanya tu mulut jangan ember" ucap adit kesal sekaligus puas jarang2 dia bisa memukul iki sekuat2nya.
"ya allah tega kali kalian sama aku yang ganteng ini" ucap iki kesal karna di tertawakan oleh teman2nya.
__ADS_1
hem hem hem... ku menangisssss eh malah nyanyi
salam manis readrs❤