JODOH PILIHAN NENEK

JODOH PILIHAN NENEK
#53


__ADS_3

Setelah pulang sekolah intan dan yang lain ngumpul dulu di rumah adit, ya mereka makan bersama dulu dan membuat rumah intan berantakan baru pulang.


Saat ini adit dan intan sedang di dalam kamar nya untuk berganti baju. Sedangkan teman2 nya di bawah sedang ngemil.


Intan yang ingat tentang si otong pun jadi penasaran.


"bang adit," panggil intan ke adit yang sedang berbaring di atas kasur sambil memejam kan matanya.


"paan?" jawan adit masih di posisinya.


"si otong tuh, orang mana?" tanya intan.


Adit yang kaget pun langsung  bangun dari tidurnya.


"lo ni pura2 gak tau atau gimana sih?" tanya adit


"lah kok ngegas? Ya aku memang gak tau bang!" ucap intan sambil cemberut niat hati ingin tau siapa otong sebelum nanti kenalan dan bisa ngobrol bersama kan kalo udah tau tentang dia duluan kan enak gitu pikir intan.


Adit lalu menuju pintu kamarnya dan mengunci pintu kamarnya.


Adit berjalan menghampiri intan yang sedang merapihkan rambutnya karna baru siap mandi. Lalu adit berdiri di belakang intan dan menempelkan tubuhnya ke punggung intan yang sedang duduk.


"polos banget sih istri akuh" ucap adit sambil memeluk leher intan. Dan mengecup puncak kepalanya.


"aku pake baju ya bang gak poloss" ucap intan sambil menatap adit lewat kaca. Adit terkekeh geli dan mengecup leher intan. Intan yang di serang dadakan oleh adit secara repleks langsung mendesah.


Seketika itu adit memberhentikan kegiatannya dan ia merasakan ada yang tak beres dengan tubuhnya.


Intan yang merasa ada yang mengganjal di dekat punggung nya langsung menghadap adit. Dan melihat pas di celana adit lalu ia menatap adit yang sedang merem teruss.


"abang kenapa?" ucap intan sambil menatap polos adit.

__ADS_1


Adit langsung melihat ke arah intan dan tatapan intan membuat ia makin tak karuan. Akhirnya adit mengangkat intan untuk berdiri dan memberika ciuman ke bibir intan yang menggodanya. Eh kapan intan menggoda adit?


Setelah kurang lebih 10 menit berciuman, adit memberhentikan aksinya. Ia menatap intan yang sedang malu malu.


"kamu mau kenalan sama si otong?" tanya adit pelan di telinga intan.


Ahh ayolah jantung jangan berlebihan seperti ini, berdetak lah seperti biasa.


"kalo kamu izinin aku mau kenalan sama dia" jawab intan.


"mau kenalan secara langsung atau enggak?" tanya adit.


Intan masih bingung dengan pertanyaan adit  kenalan aja mesti ribet amat pikirnya.


Karna intan masih diam aja adit menarik tangan kanan intan dan meletakkan telapak tangan intan di atas celana nya yang menggembung.


Intan yang kaget hanya bisa berdiam diri sambil menatap adit dengan tatapan penuh tanya.


"ya ini si otong" ucap adit sambil mengarah kan tangan intan untuk mengelus2 nya.


"ini loh otong yang pingin kamu tau" ucap adit sambil menekan tangan intan ke miliknya. Intan repleks melepas kan tangannya.


Jadi si otong itu barang adit? Kenapa  bisa sebodoh ini, kan malu maluin. Bathin intan berteriak. Intan diam, ia masih syok.


"udah gak penasaran kan? Ya udah sana turun aku mau mandi lagi" ucap adit masuk ke kemar mandi. Sedangkan intan masih syok diam di tempat tidak bergerak. Pikirannya kacau ia terus menatap tangannya yang dengan nakal nya berani2 nya nempel di tempat gak seharusnya. Kerass dan besar. Itu yang di rasakan tangan intan tadi.


Ahhh intan rasa dia sekarang mulai gila karna kejadian ini. Karna tak mau terus memikirkan hal2 yang aneh, ia bergegas turun dan membantu bibi menata makan untuk nya dengan yang lain.


**


Intan sudah duduk di meja makan begitu juga dengan yang lain sekarang tinggal nunggu adit yang lagi mandi.

__ADS_1


Saat adit sudah turun intan langsung berdiri dan pergi untuk mengambil jus, ah sebenarnya ia sedang menjaga jarak dengan adit, ia masih malu dengan kejadian tadi.


"lama amat mandi?" tanya rian yang keponya berlebih.


"lo keramas bro?" tanya iki.


"gerah njirr" elak adit. Kan tidak mungkin ai cerita yang sebenarnya terjadi.


Intan datang dengan jus nya ia duduk di samping adit. Dan mereka mulai acara makan nya.


Saat tengah tenang makan tiba2 adit menarik tangan kiri intan yang berada di bawah meja. Ia meletakkan tangan intan di pahanya. Gairah adit kembali di pancing intan karna rambut intan yang di gerai dan bayangan rasa bibir intan membuat adit panas lagi.


Intan yang kaget langsung menatap adit dan berusaha melepaskan tangannya tapi tak bisa karna adit menahannya.


"udah ntan, kenalan sama otongnya?" tanya rian tiba2 dan membuat intan tersedak makanannya.


"di minum yang, " ucap adit sambil memberikan intan minum.


"sialan lo mau bunuh istri gue!" ucap adit yang kesal dengan rian.


Sedangkan rian hanya tersenyum tanpa rasa bersalah nya.


"udah kenal dia sekarang ri, jadi jangan di tanyain lagi" ucap iki sambil terus melahap makananya.


"kok lo bisa tau?" tanya doni yang kepo.


"ya tau lah, dari tadi ber 2 di kamar lamaa bener, terus intan turun sambil diem aja dari tadi. Teruss tiba2 ni boss besar turun selesai mandi yang lama itu baru keramas" ucap cindy tiba2 dan membuat intan dan adit sama2 tersedak makanannya langsung meminum airnya.


"pinternya pacar guee" ucap iki bangga.


Sedangkan adit dan intan hanya saling pandang tapi tak lama karna intan yang langsung memutuskan pandangannya.

__ADS_1


Maaf yaa ceritanya ini 20+ jadi kalo tidak suka boleh berhenti di sini aja karna cerita selanjutnya akan lebih lagi bahasanya. Jangan hujat auhtor plissss....


Salam manissss author❤


__ADS_2