
pukul 4 pagi.
intan sudah bangun dan sekarang sedang sibuk di dapur, sang nenek yang mendengar suara keributan di dapur pun terbangun dari tidurnya.
"lagi ngapain ntan?" tanya sang nenek yang melihat intan tengah asik dengan peralatan dapur yang di pegangnya.
"intan mau biat sarapan untuk kita dan juga untuk adit di rumah sakit nek" jawab intan.
sang nenek hanya tersenyum mendengarkan ucapan sang cucu.
'sudah nenek duga kamu punya perasaan dengan adit' bathin neneknya.
"boleh nenek bantu?" tawar sang nenek.
"tidak usah nek bentar lagi juga siap, nenek mandi aja, setelah itu kita sarapan bersama" jawab intan masih sibuk dengan kegiatannya.
**
skip rumah sakit tempat adit di rawat.
"bibi pulang saja, tak perlu menjaga adit, adit sudah besar kok, nanti teman2 adit juga datang." ucap adit yang melihat wajah sang bibi yg terlihat sangat lelah.
"gak papa den" ucap bibi.
datang lah suster mengantarkan sarapan adit bersama obat2 nya lalu suster pun keluar.
"bi, makan lah bubur itu, bibi laparkan?" tanya adit.
__ADS_1
"tidak kok den" ucap sang bibi padahal sang bibi sangat lapar.
tak lama ada yg mengetuk pintu dan terlihat intan datang seorang diri membawa rantang makanan dan buah2 an.
"bibi sudah sarapan? ini intan bawain sarapan bibi sarapan ya, ini intan yang masak sendiri loh" senyum nya ke bibi, dan mengacuhkan senyuman adit.
"tidak non, tidak perlu" jawab sang bibi sungkan.
"gak papa bibi harus makan nanti bibi sakit" jawab intan.
lalu sang bibi pun mengambil makanan tersebut dan mulai memakannya. lalu ia melirik ke arah adit yang terlihat cemberut karna di abaikan intan.
intan tertawa dalam hati melihat wajah adit yang di tekuk begitu. lalu intan duduk di kursi dekat dengan ranjang adit.
ia melihat bubur beserta obat yang belum di sentuh sama sekali.
"gak laper!" ketus adit.
"jangan gitu nanti gak bisa ikut ujian, ayo cepat makan" ucap intan sambil nenyerahkan mangkok bubur adit.
tiba tiba ide jahil pun muncul di otak adit.
"suapin!" jawab adit menahan tawa.
"males, punya tangan kan? makan aja sendiri!" jawab intan tak kalah ketusnya.
"ya udah gue gak mau makan!" ancam adit lagi.
__ADS_1
"ya sudah tersetah anda!" ucap intan yang ingin menaruh mangkok bubur tesebut namun, ia urungkan dan memikirkan gimana keadaan nenek nanti jika adit tak sembuh2.
"ya udah iyaa no gue suapin!" jawab intan. sambil menyendokkan bubur ke dalam mulut adit, dan sambut senang hati oleh adit.
baru 3 sendok yang adit makan,
"udah gue gak suka makanannya hambar" tolak adit saat intan menyuapkan buburnya lagi.
"dasar aneh," ucap intan berdiri lalu mengambil sop yang di bawanya tadi.
lalu intan menyatukan sop tersebut ke dalam bubur adit.
"ni, udah ada rasanya!" ketus intan sambil menyuapi adit lagi, adit menerima nya dengan senang hati.
saat sedang adegan suap menyuapi nenek adit datang tanpa sepengetahuan adit dan intan. ia melihat sang calon cucu menantunya sangat perhatian ke adit dan membuat ia tersenyum bahagia, dia memang tak salah menjodohkan adit dengan intan.
"ehem," dehem sang nenek.
"eh nenek," ucap intan berdiri lalu bersalaman dengan nenek adit.
"sudah sana suapi dulu adit nanti dia merajok lagi, dia itu kalau lagi sakit manjanya melebihi bayi." sindir sang nenek. yang disindir hanya tersenyum kikuk.
intan melanjutkan kegiatannya sampai adit selesai minum obat.
"dit, nenek sama intan akan berbelanja duluan. kamu gak papa kan gak nenek ajak.?" tanya nenek adit.
"gak papa nek, adit sama pilihannya dengan intan" jawab adit melirik sekilas ke intan.
__ADS_1
yuhuuuu salam manis author😘