
mereka masuk ke butik tersebut dan sang nenek berbincang2 dengan sahabatnya yang ternyata sang perancang busana di butik tersebut.
sedangkan adit dan intan duduk di kusir tunggu sambil menunggu sang nenek.
tak lama nenek adit datang dan duduk di kursi di depan adit dan intan.
"bentar ya sayang2 nya nenek" ucap sang nenek sambil tersenyum. dan hanya di balasi senyuman oleh adit dan intan.
tak lama datang lah sang perancang busana dengan sebuah buku tebal di tangannya.
"nah, ini konsep nya, kalian mau yang kayak gimana? " ucap nya sambil duduk dan menyerah kan buku tersebut di depan nenek adit.
nenek adit melirik intan dan adit secara bergantian.
"soal konsep nenek serahkan ke kalian" ucap sang nenek sambil tersenyum
"ntan, lo yang milih gue ngikut! " ucap adit tegas.
"aku terserah nenek aja gimana bagusnya" ucap ingan sambil tersenyum.
"baik lah,, hem kalau melihat2 kalian berdua kayak nya konsep yang ini cocok" ucap sang nenek sambil menunjuk salah satu konsepnya. konsep yang di pilih sang nenek adalah konsep minimalis sederhana namun terlihat megah.
"gimana setuju? " tanya sang nenek.
__ADS_1
"setuju nek" ucap adit dan intan berbarengan.
intan merasa senang karna konsep yang di pilih nenek adit adalah hal yang di harapkan intan sejak melhat buku tersebut.
" tapi nek, boleh intan minta warna nya jadi warna biru putih? " tanya intan
"boleh dong sayang" ucap sang nenek tersenyum dan di angguki sang perancang busana tersebut.
setelah memilih konsep pelaminan, mereka juga memilih gaya baju dan segala pernak perniknya.
adit melirik intan sekilas lalu tersenyum ke arah intan, karena sedari tadi intan tersenyum bahagia karena semua keinginan intan selalu di turuti oleh calon neneknya itu.
"adit kamu lagi pilih baju nya yang kayak gimana? " tanya sang nenek.
"adit terserah nenek deh" ucap adit.
setelah selesai mencari perlengkapan pernikahan nya sang nenek mengajak mereka ke toko perhiasan. untuk mencari cin cin pernikahan adit dan intan.
"dit, ntan, kalian akan segera menikah jadi nenek harap kalian sekarang harus belajar saling menerima. " ucap sang nenek sambil melihat2 cincin.
dan di balas anggukan oleh intan dan adit.
setelah selesai mencari cincin sang nenek mengajak mereka ke suatu tempat yang letaknya dekat dengan sekolah.
__ADS_1
mereka berhenti di depan pagar sebuah rumah yang mewah dan besar. lalu mobil memasuki rumah tersebut karna pagar telah di buka oleh satpam di sana. adit dan intan hanya diam karna mereka tak tau ini rumah siapa.
lalu dari dalam keluar ibu2 yang terlihat seperti irt di sana. dan nenek adit turun lalu di susul adit dan intan.
"selamat datang nyonya" ucap sang irt
"selamat datang den, dan non" ucap sang irt lagi
"terima kasih ucap sang nenek.
"nek ini rumah siapa? " tanya adit
"ayok masuk dulu " ucap sang nenek.
saat memasuki rumah tersebut masih tercium bau cat nya dan itu dapat adit pastikan rumah besar nan megah itu pasti baru siap jadi.
"selamat datang di rumah kalian" ucap sang nenek tiba2.
"apa" ucap adit dan intan berbarengan.
"ini rumah kalian, sebenarnya ini rumah akan di berikan ayah mu nanti dit saat kamu selesai lulus SMA. tapi karna adit akan segera menikah maka ayah mu akan memberikan rumah ini sekarang. dan soal isi dari rumah ini belum di isi. masih kosong setiap ruangannya termasuk kamar kalian di atas. nanti kita isi berangsur2 yaa dit, intan juga harus bantu. setiap hari sabtu kita belanja dan hari minggu akan beres2. sampai rumah ini bisa di isi oleh kalian. kan ujian kalian masih 1 bulan lagi pasti masih sempatkan untuk belanja2. dan adit soal motor dan mobil kamu semua akan di pindahkan ke sini sehari sebelum kalian menikah. terus soal keamanan semua udah di urus ayah mu dan soal gaji para karyawan itu tanggung jawab ayah mu sampai kamu bisa menjadi pewaris tunggal ayah mu" ucap sang nenek panjang kali lebar dan di balas anggukan oleh adit yang masih terkaget2 dengan keadaan.
sedangkan intan masih sibuk dengan pikiran nya sendiri.
__ADS_1
uwuuuu dukung intan dan adit terus yaaa....
salam manis author😘