JODOH PILIHAN NENEK

JODOH PILIHAN NENEK
#51


__ADS_3

Setelah pulang sekolah intan intan seperti biasa membereskan rumah nya sedangkan adit pergi entah kemana, intan tak peduli, yang penting sekarang rumah nya rapi bersih.


Saat sedang asik membersihkan rumah, intan di kaget kan dengan adit yang keluar dari kamarnya dengan membawa koper dan beberapa tas besar.


"itu apa bang?" tanya intan kepada adit yang masih berdiri di pintu kamar intan.


Namun hanya di balas deheman oleh adit.


Intan yang curiga langsung masuk ke kamar nya setelah melihat adit menaiki tangga.


"abangggg!!!!" teriak intan dari kamarnya.


Adit yang mendengar teriakan intan hanya terkekeh geli sambil terus membawa barang2 yang tadi dia curi dari tempat nya.


Intan langsung keluar kamar nya dan menyusul adit ke lantai atas sambil mengomel2 gak jelas.


Setelah masuk ke dalam kamar di lantai 2 intan langsung merebut semua tas2 yang sudah beserak di lantai.


"aitss aitss mau di bawa kemana hmm?" tanya adit sambil menahan tangan intan.


"ya mau di bawa ke tempat nya lagi lah!" ucap intan sambil menahan kesal.


"kan aku udah bilang tidur berdua kita mulai malam ini!" ucap adit kekeh pada kemauannya.


"abang jangan aneh aneh deh!!" ucap intan sambil berusaha melepaskan tangan nya yang di tahan adit.


"intan gak mau tidur ber 2 lebih enak sendirian!" tambah intan lagi.

__ADS_1


Tiba tiba adit memeluk intan dari belakang karna intan terus memberontak dan berusaha melepaskan tangan nya.


"kita itu udah sah, kenapa sih harus jaga jarak gini? Kenapa kita gak coba mulai dari awal. Walau pun ini pernikahan hasil perjodohan tapi bisa kan kita terima keadaan ini." bisik adit di telinga intan. Intan seketika terdiam dan membisu. Deru nafas adit yang hangat mengenai tubuh bagian belakang kepalanya dan membuat  jantung nya bekerja tidak seperti biasa.


"aku gak akan ngapa2 in kok, aku mau ngapa2 in nya nanti kalo kita sudah saling sayang dan saling cinta" ucap adit, lalu mendapat cubitan maut di tangan nya.


"iih sakit yang" ucap adit  tapi tak melepaskan tangannya memeluk intan.


"dasar mesum!" ucap intan.


"udah ya jangan ngamuk2 sama teriak2 gak jelas lagi! Sekarang beres2 barang kamu aja, aku ke bawah mau nengok bibi bentar!" ucap adit.


"tapi bang...." belum selesai intan berbiacara adit sudah melenggang pergi keluar.


Intan tau, adit kalo sudah pada keputusannya pasti bakalan susah untuk di tawar,


Ah ayolah intan belum terbiasa tidur dengan laki2, dari kecil dia tidur selalu sendiri kalo ber 2 pun pasti sama nenek kalau tidak sama cindy.


**


"bibi" panggil adit ke pembantu di rumah nya.


"iya den?" jawab sang bibi.


"bibi tidur nya di kamar intan ya, kamar di belakang mau di renov" ucap adit


"kan masih bagus den?" tanya sang bibi

__ADS_1


"gak papa bibi, biar lebih nyaman" ucap adit sambil duduk di kursi makan.


"nona intan mana den?" tanya bibi


"kecapean mungkin" ucap adit sambil memakan buah.


"den masih sekolah den inget, walau pun udah sah jangan di buat hamil dulu kasian nona intan" nasehat bibi sambil membereskan makan siang.


"bahahahahahhahaha bibi ini ada aja deh" ucap adit sambil tertawa.


Gimana gak ketawa masa bibi salah paham dengan kata kecapean. Padahal kan dia gak ngapa2in sama intan.


"den tadi nyonya besar nelfon" ucap bibi


"nenek bilang apa bi?" tanya adit.


"minta cicit katanya" ucap sang bibi sambil tersenyum.


Sudah adit duga, selalu seperi itu kalau nelfon pasti minta cicit, ah entah lah terkadang adit di buat pusing sama sang nenek. Kemaren di paksa2 nikah sama intan, udah nikah minta cepet2 di kasih cicit heddeh nenek ini.


**


Intan yang kelelahan membereskan barang2 nya pun tertidur di sofa.


Adit yang baru masuk ke kamarnya tersenyum melihat intan tertidur di sofa. Ia mendekat ke intan dan di pandangnya wajah sang istri yang akan menjadi ibu bagi anak2 nya. Walau pun cinta belum tumbuh di antara mereka tapi rasa sayang adit ke intan sudah besar bahkan sangat besar. Dan adit sudah memutuskan hanya intan yang akan menjadi ibu dari anak2 nya nanti. Ia tidak akan melepaskan intan apapun cobaannya nanti.


Adit duduk di bawah sofa dan mengambil tangan intan dengan perlahan. Ia menciumi tangan intan. Ia tersenyum saat melihat cincin pernikahannya melingkar indah di jari manis sang istri.

__ADS_1


Begini kah rasanya mempunyai istri, adit sudah tak sabar untuk segera melakukan banyak hal dengan intan.


Jangan lupa dukung adit teruss ya readrsss ku tersayang😌❤


__ADS_2