
"dasar gila!" dumel adit sambil melempar hpnya kesembarang arah. dan melanjutkan acara menonton tv nya.
tok... tok... tok...
"masuk aja, gak di kunci" teriak adit dari dalam kamarnya.
ceklek.
adit melirik ke pintu dan memperhatikan siapa yang datang.
"intan?" tanya adit.
"iya ini aku, kamu gimana udah baikan?" tanya intan balik.
"udah sehat kok aku" jawab adit sambil berbaring.
" dit, kemaren kan aku pergi sama nenek kayaknya ada barang yang belum di beli deh untuk perlengkapan rumah." ucap intan sambil duduk di sofa di kamar adit.
"nanti gue udah sehat kita beli yang belum lengkap ya" ucap adit tersenyum.
"dit, yakin mau nerima perjodohan ini?" tanya intan.
"iya gue yakin, mungkin lo yang gak yakin dengan perjodohan ini karna udah tau gue ini bejat gak kayak cowok2 di luar sana" ucap adit lirih.
"enggak kok dit, semua orang bisa berubah, termasuk kamu!" ucap intan menyemangati adit.
"kok lo bisa yakin?" tanya adit.
"adit, aku bakalan bantu kamu berubah, tapi kamu harus janji jangan ngeluh, karna berubah itu perlu waktu dan kesabaran yang tinggi." ucap intan.
"ya gue bakalan cobak" ucap adit.
'gue bakalan berubah demi nenek' bathin adit.
"ya udah kalo gitu gue mau pulang. cepat sembuh dit." ucap intan hendak pergi namun di cegah oleh adit.
"jangan, temenin gue di sini, nenek lagi pergi, bibi sibuk sama kerjaannya temenin gue yaa plisss..." pinta adit.
__ADS_1
"emm, iya deh" ucap intan lalu duduk kembali di tempatnya.
"kalo butuh apa2 bilang ya dit" ucap intan sambil mengambil ponsel nya.
"hemm" jawab adit masih sibuk dengan tvnya.
rriingg... riinggg...
"hallo?" ucap intan.
"......"
"iya ada kok, ini lagi di rumah adit aku, ke sini aja" ucap intan lagi.
"..................."
"iya aku tunggu, dah bye" ucap intan lalu memasukkan hp nya ke tas lagi.
"siapa?" tanya adit.
"sahabat mu" jawab intan.
"mungkin sibuk sama tugas sekolah adit" ucap intan.
"yahh semoga." jawab adit.
tak lama datang lah rian, iki dan doni untuk menjenguk adit.
"hey broo" ucap iki.
"sehat lo?" tanya rian
"sehat lah liat noh ada intan nemenin" ucap doni sambil menunjuk intan yang sedang tertidur pulas di atas sofa.
"jahat lo dit, masa di suruh tidur di sofa calon bini lo" ucap rian.
"gue sehat, gue gak bisa gendong dia ke sini oon, nanti jahitan gue kebuka lagi gimana?" tanya adit.
__ADS_1
"yaa di jahit lagi lah dodol" ucap rian sambil menoyor kepala doni.
"kok gue sih yang di toyor?" protes doni.
"kalo gue toyor kepala adit mana berani gue, di hempas yang ada gue nanti dari muka bumi ini" ucap rian sambil nyengir kuda.
"ya gak kepala gue juga kali njirr" ucap doni.
"dit, haus ni" ucap rian mengalihkan pembicaraannya dengan doni.
"mau minum lo?" tanya adit dan di angguki oleh ketiga sahabatnya.
"terus lo nyuruh gue ngambil gitu?" tanya adit lagi dan di balas gelengan oleh ketiga sahabatnya dengan memasang muka aneh se aneh2 nya. dan itu mebuat adit tertawa terpingkal pingkal.
"gila lo pada" ucap adit masih dengan ketawanya
suara tawa adit yang menggelegar seisi kamarnya membuat intan bangun dan terkejut dengan kehadiran 3 cunguk sahabat adit.
"eh abang2 udah datang? maaf intan ketiduran, abaang2 mau minum?" ucap intan dengan suara khas bangun tidur.
" boleh" jawab ke 4 nya serempak. sontak saja adit mendapat tatapan aneh dari para sahabatnya.
"lo haus juga bree?" tanya iki sambil cekikikan.
"lo kira cuman lo pada yang haus gue juga kali" ucap adit malu namun di tahannya.
"iya iya udah jangan debat, intan ambilkan minuman dulu ya" ucap intan sambil melenggang pergi.
"sumpah ya suara intan bangun tidur seksi banget, bikin gue horny ini" ucap rian mikir yang enggak2.
"ah lo mah horny an jadi cowok lemah" ucap doni padahal dirinya pun sama.
"heh inget dia itu calon nya boss kita" ucap iki mengingatkan mereka.
"untung lo selalu waras ki" ucap adit sambil tertawa.
** **UP UP UP lagi ni adit dan intan😁 jangan lupa dukung author yaa😘,
__ADS_1
salam manis auhtor😘😍❤**