JODOH PILIHAN NENEK

JODOH PILIHAN NENEK
#30


__ADS_3

setelah adit dan intan membereskan barang2 mereka di rumahmya, sekarang mereka berada di jalan kota yang ramai karna hari sudah menunjukkan pukul setengah 06 petang di mana jalanan akan macet.


"hem pake kejebak macet segala" lirih adit pelan.


"baru juga 20 menit kejebak macet udah ngeluh" ucap intan yang mendengar adit.


"20 menit itu lama intan! lo tau gak kalo time is money" ucap adit kesal.


"bodo amat lah aku ngantuk" ucap intan sekenanya dan membuat adit malas melihat nya.


hampir 1 jam adit berada di antara antiran para pengendara lainnya. cukup membuat adit kesal sekesal2nya. ia melirik ke arah intan yang sudah lelap dengan tidurnya. adit seketika tersenyum.


"bangun ntan" ucap adit pelan sambil menggoyang2 kan tangan intan.


dan tak ada respon yang di berikan intan.


"astaga intan bangun" ucap adit lagi.


dan sama aja gak ada respon dari intan.


"aish, dasar hibernasi" ucap adit kesal.


setelah 1 jam setengah perjalanan adit sampai didepan rumah intan dan intan masih terlelap tidur.

__ADS_1


"astaga, ini udah 1 jam lebih dia tidur nyenyak amat. bangun woy" ucap adit membangun kan intan.


"memang hibernasi ni bocah" ucap adit kesal.


ia keluar dari pintu kemudi lalu berjalan membuka kemudi penumpang. dan mengangkat tubuh kecil intan dengan mudahnya ke dalam rumah intan.


sampai di pintu rumah intan. adit tak bisa mengetuk pintu karna ke dua tangannya harus mengangkat tubuh intan. dan akhirnya adit memutuskan untuk memanggil nenek intan.


tak berapa lama nenek intan keluar dan terkejut karna intan berada di gendongan adit.


"adit, intan kenapa dit?" tanya sang nenek.


"enggak kenapa2 nek, intan tidur, dari tadi adit bangunin gak bangun2 jadi adit gendong aja deh" ucap adit sambil nyengir kuda.


"ini kamar nya intan dit, kamu ke dalam aja ya nenek mau ke belakang sebentar.


adit masuk ke dalam kamar intan. kamar bernuansa biru dan tak besar itu tersusun rapi dan bersih. adit melihat di sana ada sebuah ranjang kecil dan adit yakin itu tempat tidur nya intan. adit meletakkan intan di tempat semestinya.


"sumpah lo tu ya kecil2 berat juga kalo lama2 di gendong" ucap adit sambil merenggangkan otot2 tangannya.


"tidur kok kayak orang mati, kalo lo di perkosa pasti gak tau juga" ucap adit lirih sambil geleng2 kepala dengan kelakuan intan yang tidur layaknya orang mati.


"adit, ayo sini makan dulu" teriak nenek intan dari luar.

__ADS_1


adit yang merasa namanya di panggil pun keluar dari kamar intan dan melihat nenek intan tengah duduk di ruangan makan kayaknya tapi tak sebesar di rumah nya.


"eh iya nek" ucap adit sambil melangkah menyusul nenek intan. adit duduk di depan nenek intan.


"ayo di makan dulu baru boleh pulang kalo sudah kenyang" ucap sang nenek sambil mengambil lauk pauk untuk dirinya.


hening saat sedang makan. saat sudah selesai makan adit hendak membereskan piringnya.


"biar aja di situ dit, ayo ikut nenek ke depan" ucap nenek intan melangkah menuju ruang depan.


adit menyusul nenek intan tersebut. dan ikut duduk di sofa di sana.


"dit" panggil nenek intan yang sudah memegang kotak berukuran sedang dengan warna biru.


"iya nek," jawab adit masih sibuk memperhatikan kotak yang di pegang nenek intan.


"ini" menyerahkan kotak tersebut ke adit.


"apa ini nek?" tanya adit saat sudah menerima kotak tersebut.


"ini barang2 peninggalan orang tua intan untuk intan. kamu jaga ya, karna nenek yakin kamu bisa jaga dan bahagia in intan selamanya. nenek percayakan intan sama kamu dit. jangan sakiti dia. jangan buat dia nangis. cukup sudah penderitaan dia selama ini. nenek gak bisa bahagia kan dia dit. nenek terlalu kejam dalam mendidik dia. nenek gak bisa membahagia kan dia dit." ucap sang nenek sambil mengeluarkan air mata.


adit menghampiri nenek intan. dan adit memegang tangan nenek intan untuk menguatkan nenek intan. sambil berkata. *adit dan nenek butuh semangat dari kalian para readrs tersayang jangan lupa dukung kami ya readrs yang baik hati dan tidak sombong.

__ADS_1


salam manis author❤🐾*


__ADS_2