
HAPPY READING
Setelah sekitar setengah jam berada di jalanan kota yang lumayan padat adit dan intan sampai di depan halaman rumah intan yang dari luar nampak biasa saja seperti biasanya. karna mobil dan kendaraan yang lain di simpan di tempat tetangga intan. agar tak curiga intan.
"tutup dulu mata lo pake ini ya?" tawar adit saat intan hendak membuka pintu mobil.
"buat apa? " tanya intan bingung.
"nurut aja pake cepet, biar gue gendong ke dalamnya" ucap adit sambil tersenyum mengejek.
"gak mau" ucap intan.
"intan" ucap adit sambil melotot.
"ah, iya iya" ucap intan lalu memasang kan tutup matanya.
setelah intan menutup matanga dengan kain pemberian adit kini ia hanya harap2 cemas semoga adit tidak menjahilinya.
adit sudah berada di depan pintu mobil yang terbuka di samping intan.
"sini tangan lo, keluar dulu baru gue gendong" ucap adit sambil menarik tangan intan lembut.
"ah iya iya" ucap intan gugup.
setelah keluar dari mobilnya adit langsung menggendong intan ala ala penganten baru.
"ehem, romantis amat sih pak buk" ucao cindy saat mereka sudah di depannya.
"adit aku malu" ucap intan sambil menyembunyikan wajahnya di leher adit.
omg intan, lo sadar gak sih yang lo lakuin itu bikin gue tegang bathin adit saat merasakan nafas intan menyentuh permukaan lehernya seketika itu juga wajahnya memerah menahan sesuatu.
setelah sampai di dalam rumah intan, adit menurunkan intan. intan bingung kenapa sunyi begini.
"dit"panggil intan harap2 cemas.
"gue di sini " ucap adit sambil memegang kedua tangan intan.
"boleh di buka?" tanya intan masih takut.
"buka aja" ucap adit.
langsung tak pakai lama intan membuka penutup matanya. yang pertama ia lihat adalah wajah tampan adit yang sedang tersenyum menatap nya dengan kelembutan dan seperti aneh.
"dit kamu kenapa" tanya intan ke adit.
"aku kenapa?" tanya adit balik.
"kamu merah gitu mukanya" jawab intan.
iki dan yang lainnya yang sedari tadi memperhatikan mereka pun hanya tersenyum karna mereka pikir adit keberatan mengangkat intan, padahal bukan itu yang membuat adit jadi aneh.
__ADS_1
"supriseee... Happy Brith day to you" teriak cindy yang membuat intan kaget sekaget kagetnya.
intan memperhatikan semua wajah yang sedari tadi melihat ke arah nya namun belum di anggap kehadirannya.
dan nenek intan maju ke arah intan.
"selamat ulang tahun cucu nenek. " ucap nenek sambil mencium kening cucu kesayangannya.
semua bergantian mengucapkan selamat ulang tahun.
"selamat ulang tahun ya ntan. bahagia selalu" ucap iki mewakili ke dua sahabatnya.
"selamat ulang tahun sahabat aku tercinta." ucap cindy memeluk intan.
intan terharu dia sendiri saja lupa dengan hari ulang tahunnya kenapa mereka mengingatnya.
ia memeluk cindy erat hingga enggan melepaskannya.
"ehem" dehem adit yang belum mengucapkan ulang tahun.
intan yang mendengar suara itu langsung melepas pelukkannya kepada cindy dan menatap adit.
"ini semua yang buat kejutan ini adalah pangeran lo intan" ucap rian sedikit berteriak karna dia posisinya berada agak jauh.
intan bingung, siapa pangeran yang di maksud oleh rian.
dan ia menatapi orang2 di snaa hanya satu yang mereka tunjukkan yaitu tersenyum.
"selamat ulang tahun calon ku, yang terbaik buat mu" ucap adit sambil menggenggam tangan intan.
tiba2 adit berlutut di hadapannya. sambil memegang tangan intan adit mengambil setangkai bunga mawar putih di meja sana yang memang sudah di siapkan.
"aku gak bisa merangkai kata2 indah, aku cuman berharap semoga setelah acara ini kita bisa semakin dekat dan aku sangat2 berharap sebuah rasa kasih sayang dan cinta hadir di antara kita." ucap adit sambil menatap intan masih dengan posisinya yang tadi.
"maaf aku gak bisa kasih yang istimewa tapi aku janji akan kasih kebahagiaan untuk mu ntan" tambah adit lagi.
"intan, aku adit riski pratama ingin kamu menjadi ibu dari anak anak aku" " tambah adit sambil mengeluarkan sebuah kotak kecil di sakunya yang terdapat 2 cincin.
"kamu bersediakan ntan?" tanya adit sambil menyodorkan ke 2 cincin tersebut.
intan terharu sangat2 terharu. dia tahu betul bahwa adit belum mempunyai perasaan terhadapnya begitu juga dengan dirinya. tapi dia senang adit mau berusaha membuat yang terbaik untuk dirinya. dan ia mulai sadar ia mulai mempunyai perasaan terhadap adit.
seketika itu juga ia memberikan kode ke adit untuk berdiri adit berdiri dengan perasaan harap2 cemas begitu juga dengan yang lain apalagi nenek2 mereka.
intan langsung memeluk adit erat tak memperdulikan bunga dan cincin yang di tangan adit. ia memeluk adit sangat erat.
"aku mau dit." ucap intan pelan. seketika itu senyuman hadir di bibir adit.
"aku mau jadi ibu dari anak2 kamu, aku... aku.. aku sayang sama kamu dit" ucap intan masih memeluk adit dengan suara bergetar seperti akan menangis.
adit senang bukan main saat intan mengatakan itu. ia memberi kode ke iki untuk mengambil barang2 di tangannya iki mengambil dan ikut memeluk intan.
__ADS_1
aksi mereka tak luput dari jepretan kamera doni yang mempunyai tugas mengabadikan momen penting ini.
apalagi yang lain bahagia sangat bahagia karena gak sia sia pengorbanan mereka menunggu kedatangan dua remaja itu sedari tadi.
intan melepas pelukannya dan menghapus air matanya yang jatuh di bantu adit.
"maaf aku cengeng" ucap intan.
"gak papa, terima kasih udah terima gue, gue akan belajar menyanyangi lo. dan lo mau kan bantu gue?" tanya adit. dan mendapat anggukan dari intan.
adit meminta kotak cincin nya ke iki dan memasangkan cincin yang berukuran lebih kecil ke jari manis intan. lalu adit mencium tangan intan sambil tersenyum.
si pemilik tangan hanya tersenyum malu karna ini di saksikan banyak orang.
"ayo sekarang gantian" ucap doni karna gak sabaran semua terkekeh mendengar ocehan doni.
"sabar napa woy" ucap iki langsung mendapat senggolan di tangannya dari cindy. iki hanya tersenyum kikuk mendapat tatapan tajam cindy.
intan langsung mengambil tangan adit dan memasangkan cincin tersebut ke jari manis adit dan ia juga mencium tangan adit. adit langsung memeluk intan karna ia sangat sangat bahagia.
"woy woy belum muhrim" teriak rian yang di iringi gelak tawa semua yang hadir.
nenek intan dan nenek adit sangat bahagia karna cucunya dengan senang hati menerima perjodohan ini.
setelah selesai acara memasang cincin semua yang hadir di persilahkan memakan makanan yang ada di snaa.
sedangkan intan masuk ke kamarnya di dampingi cindy.
adit dan sahabatnya berada di teras rumah intan sambil memakan hidangan di snaa.
"ini lo yang siapin?" tanya intan ke cindy.
"iya tapi ini beneran rencana pangeran lo" ucap cindy masih berbaring di ranjang intan.
"siapa pangeran gue?" tanya intan masih dengan posisi duduk di meja belajarnya.
"adit" jawab cindy memejamkan matanya karna ia cukup lelah berdiri.
adit lo itu sempurna udah ganteng, baik penuh kejutan lagi. cuman satu yang bikin gue bingung kenapa lo tu dingin kalo di sekolah.
dan lagi kenapa lo bisa tau tanggal lahir gue? gue bener2 bahagia hari ini dit, dan semoga berjalan selamanya. bathin intan sambil tersenyum menatap cincin pemberian adit dia tak menyangka adit akan melamarnya di hari ulang tahunnya yang ke 19 tahun.
ya intan sekarang sudah 19 tahun bukan karna tak naik kelas atau tak lulus tapi karna sang nenek yang selalu berpindah2 membuat intan harus mengulang masa sekolahnya. ia dan adit sebenarnya seumuran tapi ya karna tadi membuat intan harus menjadi adik kelasnya adit.
tok... tok... tok..
pintu kamar intan di ketok oleh seseorang dari luar.
***hai para readrs ku... khusus part ini lebih dari 1000 kata.
maafkan auhtor yang masih banyak2 typo. cerita gak nyambung. dan cerita yang aneh. karna ini merupakan cerita pertama ku yang aku buat sendiri. jadi maaf kalo masih berantakan.
__ADS_1
stay toon terus yaa
salam manis๐๐***