
ketiga sahabat adit itu masih asik tertawa sambil masuk kekelasnya dan sampai di kursinya. mereka tidak menyadari tatapan singa tengah memperhatikan mereka.
"ahahahahaha gila lu parah" ucap iki sambil memegang perutnya.
"udah udah woy udah, lihat tu pangeran kita nengoin kita sekaya mau nerkam" ucap rian yang sadar ada tatapan lain yang memperhatikan mereka.
seketika iki dan doni mengalihkan pandangannya ke adit yang sedang duduk sambil melotot ke arah mereka.
"eh, hay boy,, kenapa ni lu kok gitu amat matanya" ucap iki sambil duduk di samping adit.
"iya bro jangan sensian lah" ucap doni berdiri di samping adit.
"lu kenapa sih dit?" tanya rian.
"lu semua gila, datang2 ketawa ketiwi, ganggu gue tidur tau gak lo!" bentak adit.
"ahaha maaf bro," cengir iki.
"kalian tu ya, betah amat nengoin cewek aneh! gue lama nunggu lo pada gak datang2, sampe bisa gue keliling eropa sambil nunggu loe pada!" ucap adit kesal.
"ahahahhaa" tawa ketiganya.
"stres memang!" ucap adit berdiri dari kursinya hendak pergi.
"mau kemana loe? sensian amat hari ini? lagi datang bulan?" tanya iki sedikit tertawa.
"kalo iye masalah buat lu?" jawab adit sambil menuju pintu kelasnya.
dan terdengar tawa sahabatnya itu,
dan tiba tiba..
__ADS_1
bruuukkk....
"aduh.. maaf kak, kami buru buru jadi gak sengaja nabrak kakak, maaf ya kak" ucap seseorang yang menabrak adit sambil menunduk tak berani menampakkan muka.
"kalo jalan pake mata ya lo!" bentak adit. sambil berdiri, sunggu nyeri di pantatnya lumayan.
"maaf kak" suara sang penabrak sedikit bergetar.
adit bangun dan memperhatikan si penabrak.
"loh? lo lagi? lo tu ya cari gara2 terus sama gue! mau lo apa sih!" bentak adit saat menyadari bahwa yang menabraknya adalah si cewek rese alias intan.
intan yang merasa seperti tidak asing dengan suaranya pun mendongakkan kepala nya dan melihat wajah tampan adit.
"suruh siapa punya badan ngehalangin jalan!" jawab intan ketus karna kesal.
"eehh malah nyolot lo ya!" ucap adit sambil mendekat ke intan.
mereka berseteru di depan kelas adit sehingga ada beberapa pasang mata yang memperhatikan mereka.
termasuk ke 3 sahabatnya adit.
"entah kenapa gue ngerasa jodoh adit itu si intan" ucap iki sambil memperhatikan mereka. ada sedikit kekecewaan di hatinya.
"pantesan dia gak kaget tadi, ternyata udah jumpa duluan" ucap rian menambahi
sementara itu adit dan intan terus berseteru. hingga datang lah cici.
"eh anda adek kelas jangan sok keganjenan ya sama calon gue!" ucap cici sambil menarik tangan adit dan membuat adit berada di belakang cici.
"ha? siapa juga yang mau ke ganjenan sama calon kakak ini, dia aja yang rese!" ucap intan ngegas.
__ADS_1
"jangan sok kecantikan loe!" ucap cici sambil menarik rambut panjang intan.
adit yang melihat itu menengahi mereka dan melepaskan cengkraman tangan cici di rambut intan.
"loe gak papa?" tanya adit ke intan.
"gak papa mata lu peyang, gak nampak apa rambut gue acak acakan, sakit tauk" jawab intan sambil merapikan rambutnya.
"udah lo sana ke kelas nanti makin ribut, biar tante2 ini gue yang urus!" ucap adit ke intan. dan di angguki intan,
intan pun pergi melenggang ke kelasnya.
"Adit apa apaan kamu bilangin aku tante? kenapa kamu gak belain aku? aku kan udah belain kamu dit" ucap cici manja
"idih amit dah, udah sanalah pergi! gue mau ke wc!" ucap adit berlalu ke wc.
sedangkan cici masih berdiri di tempatnya sambil emosi ia mengepalkan tangan cantik di tempatnya.
"awas aja lu cewek rusuh kalo berani2 deketin calon gue!" ucap cici sambil memperhatikan kelas di ujung.
"ada apa si ci?" ucap debi geng nya cici.
"ada seseorang yang harus gue pantau mulai sekarang!" ucap cici emosi.
"ih ci, kayaknya dia mau caper tuh sama si adit. loe harus hati hati pokoknya!" ucap maya memanasi si cici.
"masih gue pantau kok!" ucap cici sambil terus memperhatikan kelas di ujung sana yang sepi.
huaaa... udah di kasih panjang ni, jangan lupa kritik dan sarannya guyss...
salam manis author.
__ADS_1