Jodoh Yang Tak Kusangka

Jodoh Yang Tak Kusangka
Rencana


__ADS_3

Hari sudah kian sore menunjukan


pukul 16.00 WIB (Waktu indonesia barat) tak menyurut kan obrolan 2 (dua) orang


paru baya yang sedang asik berbincang di teras rumah pak mulyadi, ya dua orang


paru baya itu adalah pak mulyadi dan pak burhan dua orang yang sudah bersahabat


dari mereka kecil hingga masing-masing mempunyai anak.


“Di, gak kerasa yah waktu itu


terus berlanjut!”, ucap pak burhan kepada pak mulyadi saat mengenang masa-masa


mereka yang dulu masih muda. “iya han, gak kerasa juga anak-anak kita sudah dewasa.


Kata pak mulyadi kepada pak burhan.


Pak burhan memang sengaja datang


menemui pak mulyadi karna sudah lama tak bertemu sejakpak burhan dan keluarga


memutuskan untuk pindah rumah, tap walaupun keluarga mereka berjauhan tak


menutup akses untuk mereka tetap menjalin persahabatan yang sudah seperti


saudara. Sungguh persahabatan yang sejati.


“assalamualaikum”!, terdengar


suara lembut yang menyapa dari depan gerbang rumah  pak mulyadi.


“walaikumsalam” ucapk kedua orang


tua  bersamaan  “sudah pulang kamu nak?” kata pak mulyadi


kepada seorang gadis yang baru saja tiba dan langsung menyalami kedua


orang  tua dihadapannya.


“iya pak, lagi gak banyak kerjaan


di kantor” kemudian tatapan perempuan itu beralih dengan menatap seseorang yang


berada disamping ayahnya “om burhan yah?” tebak putri pak mulyadi kepada


sahabat ayahnya itu.


“iya nak, wah ternyata kamu tidak

__ADS_1


melupakan om yah, om kira kamu tidak mengenali om lagi karna sudah lama tidak


bertemu!” kata pak burhan dengan sambil menampilkangelak tawa diantara mereka.


“kamu sudah besar yah re dan cantik”! puji om burhan kepada putri pak mulyadi.


“ingat dong om, tapi tadi sedikit


mikir”! kata regyna putri pak mulyadi dengan manampilakan cengir kudanya dan


gigi yang putih. Yah, regyna ariska merupakan putri pertama dari psangan suami


istri pak mulyadi dan ibu teti. “maaf ya om gak langsung inget, makasih loh om


pujiannya regy jadi enak dibilang cantik”! tawa mereka pun menggelegar di sore


hari karna ternyata regy seorang yang ramah dan suka bergurau. “eh mksud regy


jadi gak enak” tawa pun kembali pecah.


“yaudah kalo gitu bapak sama om


lanjut aj ngbrolnya, re mau bersih-bersih dullu” pamit regy kepada ayah dan pak


burhan dan langsung masuk ke dalam kamar untuk merebahkan badannya yang terasa


sangat remuk.


ketemu yang empuk gini” regy langsung menghempasakan ditri dan berbaring


memejamkan mata, tak begitu lama regy pun seketika terlelap.


Diluar halaman dua orang paru


baya masih terlihat asik berbincang sambil menikmati suasana sore hari dengan


ditemani cemilan danminuman yang disiapkan oleh istri pakmulyadi.


“di, ini waktu yang tepat untuk


kita bahsa janji kita dulu”, pakburhan menatap pak mulyadi untuk mengingatkan


janji yang dulu mereka ucapkan.


“menurutmu begitu ya han? Tapi


kenapa aku merasa masih belum pas, aku takut mereka tidak menerima”, suara


lirih dari pak mulyadi yang merasakan kecemasan.

__ADS_1


“aku yakin semua baik-baik saja


dan mereka pasti lambat laun akan menerima perjodohan ini, kau tau kan aku tak


mau menerima penolakan walaupun itu dirimu” tegas pak burhan kepada pak


mulyadi, tapi memang seperti itu watak dari laki-laki itu yang sekarang sudah


berumur hampir setengah abad.


“cih, selalu saja kau ini tak


pernah berubah”! kesal pak mulyadi terhadap sikap sabahat nya itu yangmemang


tidak pernah mau menerima penolakan. Pak burhan pun tertawa melihat tingkah pak


mulyadi selalu saja terlihat kesal. “ya sudah terserah kau saja, kau lah yang


mengaturnya, aku dari pihak wanita hanya mau terima beres nya saja”. Canda pak


mulyadi kepada pak burhan mengenai pernikahan.


Saat kedua orang tua itu sedang


tertawa dangan perbincangan mereka tak lama kemudian ada 1 buah mobil mewah


yang datang ke rumah pak mulyadi.


“assalamulaikum” pria itu


langsung menyalami pak mulyadi dan pak burhan dengan senyuman tampannya an


dibalas salam oleh kedua orang itu dihadapannya. “pa, om apa kabar”. Tanya pria


itu kepada pak mulyadi


“baik nak rey, kamu bagaimana


kabarnya, sini duduk?”, kata pak mulyadi kepada pria itu yang tak lain anak


pertama dari pak burhan danistriny aibu sintia.


“rey baik om” jawab anak pak


burhan dengan sopan,


“syukurlah, semakin deawas kau terlihat semakin tampan


saja rey” goda pak mulyadi dengan tawanya “pasti dong di, kau lihat dulu pabrik

__ADS_1


dan onderdilnya yang menghasilkan seperti ini”! canda pak burhan dengan


menjawab godaan pak mulyadi. Dan mereka pun tertawa.


__ADS_2