Jodoh Yang Tak Kusangka

Jodoh Yang Tak Kusangka
Mau Kamu


__ADS_3

Regyna pun mendekat dengan menundukan kepalanya dan menyembunyikan wajah nya yang merah merona karena menahan malu.


*Kenapa kamu semakin menggemaskan sih makin kesini* batin reyhan yang tak lepas memperhatikan regyna dengam sangat dalam.


"Cepat nilai pakaian ini, biar saya langsung ganti lagi, saya sudah tidak nyaman memakai nya" ucap regyna dengan cemberut


Reyhan hanya tersenyum tipis melihat tingkah regyna yang ternyata sangat menggemaskan dan ingin sekali menerkam nya.


"Heeeeeeem" reyhan berlagak berfikir padahal dia ingin sekali melihat regyna berlama-lama dan dia pum berdiri menghampiri regyna.


Melihat reaksi reyhan yang mendekatinya regyna perlahan mundur sampai tubuhnya berhenti didinding.


"Ka..kamu ma..mau a..aapa?" Tanya regyna gugup


reyhan yang terpesona akan kecantikan istrinya itu tidak membiarkannya lolos dari tatapannya, dia membelai rambut hitam panjang regyna menyusuri wajah regyna dengan jarinya, mengusap ngusap pipi regyna dengan lembut.


"Aku hanya mau kamu" senyuman seringai ditampilkan reyhan


"Ma..maksudnya?"


"Salah kamu kenapa memakai pakaian ini? Aku jadi tergoda".


Nafas regyna semakin menderu kencang samai reyhan merasakan kehangatan dari nafasnya.


Jarak mereka semakin dekat hanya berbeda berapa inci saja, reyhan sudah kehilangan pertahananannya, cukup bagi nya untuk menahan gejolak saat berdekatan dengan regyna.

__ADS_1


"Aku sudah tidak mau memakainya, tapi kamu yang memaksa"


"Oh iya, kalo begitu aku harus minta ke mama untuk membelikan kamu baju seperti ini yang banyak, agar kamu memakainya setiap malam". Reyhan mengucapkannya sambil membelai lembut pipinya.


Glek, mendengar ucapan reyhan regyna tertegun bagaimana bisa dia memakai pakaian ini setiap malam yang ada dia akan masuk angin.


"Saat ini aku benar-benar menginginkannya" bisik reyhan yang membuat mata regyna melotot


Reyhan mengusap bibir regyna dengan lembut dan menatap mata indah istrinya itu, perlahan tapi pasti dan tanpa di sadari bibir reyhan sudah menempel indah di bibir regyna dan ********** dengan lembut, setelah merasakan sentuhan lembut dari reyhan regyna tak bisa berkutik, badannya menegang dia bingung harus berbuat apa, ini pengalaman pertama dan ciuman kedua yang diberikan reyhan.


Setelah cukup lama menikmati manisnya bibir istrinya itu reyhan melepaskan dan menatap regyna.


"Kamu mau mati gak bernafas" tanya reyhan


Regyna hanya tertegun tanpa menjawab, melihat regyna yang tidak menolak senyum reyhan terbit seketika.


Regyna yang belum menyadari perlakuan reyhan kaget saat dirinya sudah di atas tempat tidur.


"Tunggu, kakak mau apa? Jangan bilang kalo kamu mau kita....."


Reyhan hanya tersenyum


"Mau kamu regyna, aku mau minta hak ku dan kamu harus memenuhinya, bukankah kamu yang sengaja karena memakai pakaian ini?"


"Haaa" regyna pura-pura tertawa untuk menghilangkan kepanikannya "hahaha ngomong apa sih kamu kak? Tadi kan jelas jelas kakak yang nyuruh saya pakai ini". Sangat jelas raut wajah kepanikan dari regyna, dia berharap jika reyhan tidak berbuat hal yang aneh terhadapnya.

__ADS_1


Reyhan terus membelai wajah regyna dengan lembut dan mendekatkan wajahnya sehingga nafas mereka bisa saling bersautan.


"Aku sudah lama menahannya" bisik reyhan di telinga regyna yang membuat dada dan badannya bergemuruh hebat.


"Ta..tapi kak perjanjian itu kan...."


"Apa?" Reyhan mengangkat wajahnya dan menghadap kearah regyna "yang membuat aturan siapa? Tanya reyhan


"Kamu"


"Jadi aku berhak untuk merubahnya"


"Cih! Seenaknya sekali dia main ganti bukannya dia yang meminta jangan pernah berharap apa pun". Batin regyna


"Hahah gitu yah......" Belum selesai regyna berbicara, bibir nya sudah di bungkam dengan benda kenyal yang menurutnya sangat manis.


Dengan mata yang terbelalak dan nafas yang seakan terhenti membuat regyna tidak bis berfikir, dia ingin melepaskannya tapi hatinya seakan menolak.


Reyhan melepaskan pagutannya dan memperhatikan regyna yang masih terlihat syok.


"Hei bernafas, mau mati kamu? Seperti aku harus banyak waktu untuk mengajari kamu, nanti kita buat jadwalnya oke". Reyhan lalu berdiri sambil tersenyum dan beralih duduk ke sofa.


"Apa, tadi apa? Kenapa aku terima aja? Aaaaarrrrgh aku malu banget dia udah brpa kali ngambil kesempatan" regyna berlari menuju ruang ganti.


Reyhan yang melihat nya tersenyum dan menggeleng kan kepalanya.

__ADS_1


"Kamu ternyata sangat menggemaskan gy, belum saatnya kamu menjadi milikku seutuhnya, aku akan membuat kamu jatuh cinta terlebih dahulu" batin reyhan.


Bersambung ,,,,,


__ADS_2