
"lagi liatin kamu yang ambil baju diem-diem". jawab santai reyhan
wajah regyna sudah bak kepiting rebus yang siap di goreng karena menahan malu akibat jawabaan reyhan.
"siapa juga yang diem-diem" jawab regyna dengan menundukan kepalanya karena menahan malu.
"yakin gak diem-diem".
"heem, iyaa yakin kok, kakak bisa minggir gak? aku mau ke kamar mandi mau ganti baju"
dengan tatapan sayu yang sulit diartikan, reyhan mencoba menahan sesuatu yang rasanya ingin meledak.
"shit, kenapa gue jd tegang gini sih cuma liat dia kayak gini". batin reyhan
melihat reyhan yang hanya diam saja, regyna berucap "kak denger gak sih, a..aku mau ganti baju". ucap regyna dengan gugup.
"tenang tenang regy, jangan gugup". batin regyna
reyhan pun berpindah posisi dengan tidak menutupi pintu kamar mandi, dan saat regyna ingin melangkah masuk dengan cekatan Reyhan menarik pinggang regyna dengan posisi yang sangat intim.
dengan susah payah regyna menelan salivanya saat nafas hangat menerpa wajahnya.
dengan lembut reyhan membelai pipi regyna dan menatap mata indah milik istrinya.
"apa kamu mau memulai dari awal, hem?" tanya reyhan dengan suara lembut.
regyna hanya menatap mata suaminya dan menganggukan kepalanya.
"aku jg akan membuka hati ku untuk mu, dan memulai semuanya dari awal, emmh bagaimana jika kita memulainya dengan berkencan?"
"ke..kencan kak?". ucap regyna dengan menahan jantungnya yang semakin berdebar.
__ADS_1
"oh tidak tidak bukan berkencan, tapi dengan panggilan".
"panggilan??" tanya regyna dengan wajah bingung.
"iya honey".
blusss
mendengar kata honey, wajah regyna berubah menjadi merah jantung nya berpacu dengan cepat.
melihat pupy eyes yang begitu menggoda, dengan lembut reyhan mengelus dan memberikan kecupan lembut yang cukup singkat.
cup
"ka..kakak ngapain?"
"kok kakak? emangnya aku kakak mu, SAYANG". titah reyhan
"jangan malu, kita mulai dari awal anggap saja kita memulai pendekatan untuk ke jenjang pacaran, tapi pacaran halal yang bebas dan terhindar dari dosa". ucap reyhan dengan lembut sambil menarik tubuh wanita itu ke dalam dekapannya.
"kamu mau kan honey?" tanya reyhan.
regyna hanya mengangguk dan mengikuti nalurinya regyna memeluk erat suaminya itu.
melihat tangan yang melingkar begitu erat, Reyhan ingin menggoda wanitanya itu.
"apa kita harus mulai sekarang?" tabya reyhan dengan suara lembut.
"mu..mulai a..apa?" regyna yang bingung baru sadar dan merutuki kebodohan nya karena dengan memeluk erat tubuh reyhan. "maaf, a..aku ganti pakaian dulu". dengan wajah memerag regyna pun berlalu pergi ke kamar mandi tanpa menghiraukan panggilan Reyhan.
sumpah ini jantung kenapa mendadak cepet banget. ucap regyna.
__ADS_1
tok..tokk..tok
"han, kok kamu kabur sih? jangan lama-lama didalam kita akan turun untuk makan malam". ucap reyhan sambip tersenyum karena mengingat kejadian tadi.
menggemaskan . ucap reyhan
tak berapa lama regyna pun keluar dengan tampilan yang sederhana tapi elegan serta dengan riasan yang natural.
"saa..sayang a..aku udah selesai". ucap regyna dengan menahan malu.
"apa?"
"aku udah selesai"
"gak, tadi kamu bilang apa?"
regyna sempat bingung dan mengerutkan keningnya.
melihat raut kebingungan regyna, reyhan lantas mendekat ke arah wanita itu.
cup
regyna yang mendapat kan kecupan dadakan langsung melebarkan matanya dan manatap reyhan.
"aku pengen denger lagi kamu manggil aku sayang". ucap reyhan dengan lembut.
sesaat regyna masih mencerna apa yang dikatakan reyhan "iiiih kak reyhan ah apaan coba malu tau, udah ah kamu siap siap sana" titah regyna dan langsung menghindari reyhan karena ingin menyembunyikan wajahnya yang sudah merah seperti tomat.
reyhan yang melihat itu tak kuasa menahan tawanya karena merasa gemas dengan istrinya itu. "hahahaha", "kamu menggemaskan sekali sayang". batin reyhan.
reyhan pun bersiap-siap terlebih dahulu.
__ADS_1
next