
andre adalah kakak tingkat regyna semasa kuliah dulu, mereka memang berteman cukup lama sehingga membuat teman-teman lainnya menganggap regyna dan andre memiliki hubungan, tapi diam-diam dulu regyna pernah menyimpan rasa untuk andre tapi tidak berani mengungkapkan.
"baiklah, kamu yang pilih tempatnya". kata andre
mereka pun menuju meja yang berada didekat kaca supaya mereka mudah untuk memantau belanjaan regyna yang berada si motornya.
"sini aj lebih strategis". kata regyna sambil memberikan senyuman
regyna please kamu jangan murah senyum gitu, kamu tau kalo setiap kamu senyum aku merasa terhipnotis. batin andre
"iya disini aj", kata andre, dan mereka duduk di kursi masing-masing, kemudin andre melambaikan tangannya untuk memanggil pelayan.
"mbak". kata andre
"iya pak, ini menu"! kata pelayan itu sambil menyerahkan buku menu.
"kamu mau apa re"? tanya andre yang sedang memilih-milih menu.
"regy minum aj kak, karena tadi udah makan". jawab regy.
kemudian andre mendongakan kepala nya yng semula hanya melihat menu ke arah regyna.
"kok minum aj?". tanya andre "tambah cemilan aj yah biar ada yang dikunyah" tanya andre sembari tersenyum
"i..iya kak, terserah kk aj, kalo minumnya aku pesen brownis menthol aj kak". jawab regyna yang sedikit gugup.
kok aku bisa gugup sih waktu andre senyum gitu. batin regyna sambil menggeleng gelengkan kepala
"kamu kenapa re"? tanya andre karena melihat regy. menggeleng gelengkan kepalanya.
berapa menit kemudian pesanan yang mereka pesan sudah tiba, "silahkan pak, buk". kata pelayan itu smbil menghidngkan pesanan mereka dan kemudian pergi.
"terima kasih mbak". jawab regyna ramah
"re, sekarang akrifitas kamu apa"? tanya reyhan
"masih kerja aj kak"! jawab regyna "kakak"?
"sama heheh"! jawab andre, "kamu belum mau menikah re"? tanya andre sambil meminum es nya dan menatap regy.
saat mendengar peratanyaan andre, regy langsung batuk.
__ADS_1
uhuk uhuk uhuk
"pelan-pelan re, ni minum". kata andre
"iya kak makasih". jawab regyna "hem kak maaf banget, kayak nya ini udah sore deh, aku gak bisa nemenin kakak lama-lama soalnya tadi bilng sama ibu gak lama, maaf ya kak" ucap regyna yang langsung berdiri "assalamualaikum". kata regyna
"iya tidak apa-apa, kamu hati-hati pulang nya, walaikumsalam". jawab andre
sebenarnya regyna ingin sekali berlama-lama ngobrol dengan andre, tapi dia punya kewajiban sekarang dan dia juga tidak mau nantinya andre banyak bertanya menyangkut pernikahan. regyna pun keluar dari cafe langsung meenuju motornya. sedangkan andre, hanya menatap regyna dari balik kaca dan memberikan senyuman pada wanita itu sambil melambaikan tanggannya
***
"kemana si dia pergi, kenapa gak ngomong sama aku kalo mau pergi"! kata reyhan yang sudah berada dirumah beberapa menit yang lalu.
reyhan sedang berada diatas balkon dan menikmati minuman chocolat*s nya sambil menatap kearah pintu gerbang.
bruuuum bruuuuum
suara motor terdengar di telinga reyhan, sehingga mengalihkan pandangan reyhan untuk menatap motor yang baru saja tiba dihalaman rumah ya.
reyha melihat regyna yang baru saja tiba dengan membawa banyak belanjaan di dalam plastik yang diletakannya diatas motornya.
reyhan cukup kaget dengan apa yang dilakukan regyna dan dia langsung turun ke bawah untuk melihat barang apa saja yang dibeli oleh istrinya itu.
"assalamualaikum". ucap regyn
"walaikumsalam". jawab reyhan yang sudah berdiri di dekat tanggan.
"kak rey udah pulang"? tanya regyna yang sudah masuk ke dalam rumah dengan membawa banya belanjaan.
"hem"? jawab reyhan dingin dan hanya memperhatikan regyna yang merasa keberatan membawa barang-barang nya.
mendengar jawaban reyhan, regyna berhenti dan menatap wajah reyhan dengan manik mata yang tajam.
bisa-bisanya dia cuma berdiri disitu tanpa membantu aku untuk membawa barang belanjaan ini, dasar si batu es yang gak peka. batin regyn
"kenapa kamu lihat aku seperti itu"? tanya reyhan
"tidak apa-apa tuan besar". ucap regyna dengan nada kesal dan berlalu pergi kedapur.
saat dia ingin kembali ke depan rumah untuk mengambil sisa belanjaan nya,langkanya terhenti tat kala dia melihat kalo reyhan yang sudah membawa belanjaan nya itu.
__ADS_1
tumben banget, tadi aj cuma ngeliatin tapi bagus deh aku kan jadi gak terlalu capek. batin regyna
"berat yah kak? tarok sini aja nanti aku rapiin, terima kasih kak"! ucap regyna sambil memberikan senyuman.
"kamu belanja apa saja sampai belanja sebanyak ini? naik motor lagi? harusnya kalo mau belanja banyak kamu naik goc*r aj"! ucap reyhan yang berbicara kepada regyna tanpa melihat ke arah regyna.
barusan dia ngomong apa? gak salah denger kan aku? dia lagi khawatir sama aku atau gimana nih, kenapa ini dada bergetar banget. betin regyn yang tidak percaya.
"hey, kamu dengar tidak"? kata rehyan yang merasa regyna tidak mendengarkan dia berbicara.
"haa, eeh i..iya a..aku dengar kok"! jawab regy terbata bata dan mencoba menetralkan perasaan gugup di didirinya dengan menarik nafas tiga kali secara perlahan. "tadi aku belanja buat keperluan dapur kak, soalnya waktu mau masak semua nya gak ada jadi aku inisiatif belanja buat stok aj, karena senin aku udah mulai kerja lagi dan aku terbiasa bawa bekal ke kantor". jelas regyna
regyna hanya mengalihkan pandangannya ke arah lain, dia merasa canggung dan salah tingkah karena reyhan menatap tajam dirinya seolah olah dia mau menerkam ku.
kenapa dia menatap ku seperti itu sih. gumam regyna
regyn mencoba memberanikah diri untuk bertanya kepada reyhan "ada apa kak?ada yang salah yah?" tanya regyna dengan sedikit takut dan menelan saliva nya.
"setelah selesi mebereskan barang-bqrang ini kamu nanti temui saya diruang kerja saya". jawab reyhan dan berlalu pergi.
regyna menarik nafas kasar "haaa, ada apa sih kok aku parno yah, kenapa dia serem banget gitu sih". gumam regyna
setelah selesi membereskan semua belanjaan nya, regyna membuatkan teh panas untuk suaminya dan di bawa ke ruang kerja reyhan.
tok tok tok
"masuk"! jawab orang yang didalam ruang itu.
"duduk"! perintah reyhan
duh kenapa tegang gini sih. batin regyna yang tidak enak
"iya kak, ini teh nya tadi aku buatin". ucap regyna sambil meletakan teh ke atas meja kerja reyhan
reyhan hanya melirik sekilas teh yang diberikan regyna, dan kembali meenatap regyna yang saat ini sedang duduk dihadapannya sambil menunduk.
antara malu dan takut yang dirasakan regyna saat ini, karena sedari td reyhan hanya diam dan menatapnya tajam. dengan memberanikan diri regyna mendongak kepala nya untuk menatap reyhan
"kenapa kak natap aku gitu?" tanya regyna gugup.
~kalo suka ceritanya bantu vote yah, dan klik ♥️ jangan lupa jempolnya sama komentnya yah biar noni semangat buat up tiap hari~ terima kasih 🙏🙏😁
__ADS_1