
Reyhan sudah berbaring di atas ranjang dengan menggunakan kaos oblong dan celana bokcer polos. Dia sengaja berbaring terlebih dahulu karena ingin melihat wajah regyna yang kebingungan nantinya.
*Sofa nya kemana? Kok gak ada? Aduh kalo sofa nya gak ada terus aku tidurnya dimana. Batin regyna
"Kenapa kamu berdiri disitu?" Tabya reyhan
"Emh, kak sofa nya kok gak ada?"
"Udah aku servis"
"Kok diservis? Emang sofanya rusak?"
"Gak kok, tapi badan aku gatel-gatel waktu duduk di sofa itu?"
Regyna hanya menarik nafas dalam dan mendengus kesal, matanya masih melotot ke arah reyhan yang sedang sibuk memainkan ponselnya.
*Dasar kambing jantan, kalo gak ada sofa terus aku tidur dimana haa? Kalo bukan kamu itu suami aku udah aku jambak jambak dan aku remuk remuk, suka banget sih nyiksa orang* batin regyna
"Kenapa kamu ngeliatin aku gitu? Kamu suka sama aku?"
"Cih" regyna hanya mendesis dan mengalihkan pandangannya, regyna juga bersiap untuk membentangkan badcovernya di lantai untuk tidur, melihat regyna melakukan itu reyhan memperhatikannya.
"Kamu mau apa itu?"
"Mau tidur!!!" Jawab ketus regyna
"Siapa yang suruh kamu tidur di situ? Cepat naik ke atas"
"Haa, maksudnya? Kita satu ranjang gitu?"
"Emangnya kenapa? Kamu itu istri aku sewajarnya kita satu kamar dan satu ranjang, lagian aku tidk mau nanti mama, papa atau yang laiinya tau kamu tidur dilantai".
Regyna berfikir sejenak *bener juga sih gimana kalo nanti tiba-tiba ada yang masuk kamar? Batin regyn.
"Baiklah, aku tidur di sini tapi kamu jangan macem-macem"
"Mau macam-macam juga itu urusan ku, kamu kan istriku"
Perdebatan pun akhirnya berhenti karena percuma saja berdebat dengan reyhan, ujung-ujungnya regyna yang harus kalah.
Tok tok tok
__ADS_1
Regyna dan reyhan menoleh bersama kearah pintu
"Biar saya aj yang buka" ucap regyna
"Mama, ada apa ma?" Tanya regyna
"Hehe maaf yah mama ganggu kalian istirahat, ini mama ada kado buat kamu sayang" mama sintia memberikan bingkisan kepada regyna
"Buat regy? Tapi kan regyna lagi gak ultah ma"
"Gak papa kok, nanti kamu cobain yah terus kamu harus mintak pendapat sama reyhan, harus malam ini yah" ucap mama sintia dengan antusias.
Regyna hanya tersenyum kuda menanggapi mama mertuanya itu, karena dia merasa aneh dengan pemberian dari mertua nya itu.
"Yaudah kalo gitu kamu masuk sana, mama juga mau kembali ke kamar, jangaan lupa langsung di coba yah dan tanyakan pendapat reyhan, wajib yah"
"Iya mama, selamat istirahat mah". Ucap regyna dan masuk ke kamar
Reyhan mengerutkan keningnya melihat regyna membawa paper bag.
"Itu apa?" Tanya reyhan
"Gak tau, mama yang kasih, kata mama harus di coba trus disuruh mintak pendapat samaaa.." ucapan regyna menggantung dan membuat kening pria dihadapannya mengekerut.
"Emmh, sama kakak" regyna mengucapkannya dengan malu dan menundukan kepalanya.
"Coba dibuka, memangnya apa sih isinya" saut reyhan
Regyna mengangguk pertanda setuju, tapi setelah dibuka sontak regyna langsung terdiam dan melebarkan matanya dengan mulut terbuka, dia sangat terkejut dengan isinya.
"Kamu kenapa! Apa isinya? Coba liat" reyhan mencoba merampas paper bag itu dari tangan regyna tapi regyna segera menjauh.
"Aaaahhh hahaha bukan apa-apa kak ternyata, udah lah nanti aj yah dicoba kapan-kapan saja, saya udah ngantuk banget pengen tidur".
Melihat gelagat regyna yang sedikit mencurigakan reyhan semakin penasaran.
"Jadi kamu gak mau ngeliatin ke aku? Oke baik gampang kok nanti aku bilang ke mama kalo kamu gak suka pemberiannya dan menolak buat memakainya" ancam reyhan
*Dasaaaaaaar kambing jantan, kalo diaa ngancem gini kan aku gaak bisa nolak, gak mungkin banget kalo mama tau aku emang gak suka sama pemberiannya* batin regyna
"Gimana? Apa aku bilang aja nih?" Tanya reyhan saat mau mengambil ponsel nya untuk menghubungi mamanya.
__ADS_1
"Jangan!!!! Emmmhh baiklah aa..sa..saya co..coba ta...tapi nanrti kakak tutup mata yah". Ucap regyna sedikit gugup.
"Kalo aku tutup mata gimana aku bisa nilai penampilan kamu, sudah sana kamu coba, jangan kelamaan".
Regyna masuk ke ruang ganti untuk mengganti pakaian yng diberikan mama sintia, dia bingug harus gimana, karena jujur ini kali pertama dia memakai pakaian sepertj ini.
"Aduh maaa, ini baju apa sih? Bahannya kurang banget, masak iya aku harus pakek dan mintak pendapat sama kak reyhan, aaaarrrrgh memalukan sekali". Gumam regyna dengan sangat frustasi.
"Regyna ngapain aj sih kamu didalem? Lama banget, buruan aku sudah ngantuk ini" teriak reyhan dari luar, untung saja kamar mereka kedap suara jadi tidak akan terdengar sampai ke luar jika mereka berteriak sekeras-kerasnya.
"Iya iya kak sabar" gerutu regyna yang kesal dengan reyhan
Regyna mengintip dan membuka pintu ruang ganti secara perlahan dan mengeluarkan sepenggal kepalanya.
*Kirain udah tidur, ternyata masih stay aja disitu* gerutu regyna
"Ngapain kamu disitu, cepat keluar" ucap reyhan
"Iya iya" regyna pun keluar dengan mengerucutkan bibirnya dan berdiri di depan pintu ruang ganti. Melihat penampilan regyna reyhan tak kuasa menahan tertawanya.
"Hahahahaha, kamu pakai apa itu? Ngapain coba pakai jubah mandi seeprti itu dengan jilbab hahaha" reyhan tertawa terbahak-bahak melihat penampilan istrinya, saat dia melihat ekspresi regyna yang cemberut dan terlihat kesal reyhan pun menghentikan tertawanya dan menarik nafas.
"Maaf aku kelepasan, mana yang harus aku kasih pendapat? Tidak mungkin kan mama kasih kamu jubah mandi" tanya reyhan dengan mengerutkan keningnya.
"Buka jubah kamu" ujar reyhan yang membuat raut wajah regyna sedikit panik dan bingung "kenapa wajah mu meraj, mau kamu yang buka atau aku yang buka?" Pernyataan reyhan tersebut berhasil membuat wajah regyna semakin panik dan memerah.
"Cepat tunjukan apa yang di kasih mama, ini sudah malam" ucap reyhan sedikit menaikan suara.
Regyna menghela nafas nya tidak ada pilihan lain pikirnya dia harus menunjukan ke reyhan dan meminta pendapatnya, kemudian regyna pelan-pelan membuka tali baju jubah nya dan membelakangi reyhan.
Dari arah belakang saja sudah membuat reyhan terkesima apa lagi dia berhadapat nantinya, dan reyhan hanya bisa menlan air ludahnya, pikirannya sudah meracau kemana-mana saat sudah meliat jubah itu terjatuh dilantai.
"Kenapa kamu menghadap ke dinding, dan lepas jilbab kamu, mulai sekarang kamu tidak perlu memakai jilbab jika hanya berdua dengan ku dikamar ini, aku suami mu jadi halal buat ku melihatmu tanpa jilbab" ucap reyhan dengan intonasi penekanan.
Dengan terpaksa regyna berbalik badan dn melepaskan jilbab nya lalu dengan indah rambut nya yang hitampekat, lebat dan lurus terurai dengan sempurna.
"Coba mendekat aku tidak terlalu jelas melihat nya, nanti aku gak bisa berpendapat kalo mama tnya". Ucap reyhan yang sedari tadi mengulum senyumnya.
"Cih! Alasan kau aj itu mana mungkin gak jelas jarak aku dan dirimu itu tidak jauh" gumam regyna.
"Apa kata mu?"
__ADS_1
"Tidak..tidak apa-apa".
tbc