
tuk tuk tuk suara sepatu yang mendekat ke arah taman.
"Selamat malam semuanya". Ucap wanita yang saat ini mengenakan dres selutut berwarna biru muda dengan rambut di gerai dan bermakeup flawles.
"MISKA". Ucap oma langsung menghampiri miska dan memeluknya.
"Oma, apa kabar?"
"Oma baik sayang, kamu apa kabar? Oma kangen sama kamu udah lama banget kamu gak maen kerumah".
Miska membalas dengan senyuman "maaf yah oma".
"Iya gak papa,ayo sini" oma menarik tangan miska dan membawa ketengah-tengah keluarga.
Dilain tempat reyhan memperhatikan kehadiran miska, dia hanya menatap nanar ke arah miska dan beralih kearah istrinya, dia melihat regyna menggunakan pakaian casual yang menurutnya sangat pas dan cocok untuknya.
Sedangkan beny yang melihat kehadiran miska hanya tersenyum kecut.
"Mau apa dia kesini, apa dia gak punya malu sama sekali" batin beny
Tak terkecuali regyna yang melihat miska begitu takjub, dia merasa minder dan malu karena miska sangat sempurna sedangkan dia jauh dari kata sempurna.
"Cantik banget, pantes aj oma suka sama dia" batin regyna.
Tidak lama kemudian pak burhan datang bersama keluarga regyna yang lainnya.
"Bapak, ibu, rakha". Ucap regyna dengan antusias dan menghampiri keluarga, regyna langsung memeluk kwdua orangtuanya dan menggendong adik bungsunya itu.
"Kamu sehat nak?" Tanya ibu teti
"Alhamdulillah sehat buk, ibu sama bapak gimana keadaanya?" Jawab regyna
"Alhamdulillah sehat kok" jawab ibu .
"Adik mbak yang satu ini gimana? Sekolahnya lancar?" Tanya regyna
__ADS_1
"Lancar dong mbak, udah mbak turunin malu tau, rakha sudah gede dan gak usah di gendong-gendong lagi". Ucap rakha dengan menyebikan bibirnya
Semua orang tertawa karena ucapan rakha.
"Ya deh iya, mbak kan cuma kangen doang". Regyna pun meurunkan rakha.
Reyhan yabg melihat kedatangan mertuanya langsung menghampiri dan mencium punggung tangan mertuanya serta mengusap kepala adik bungsu iparnya.
"Bapak, ibu sehat?" Tanya reyhan
"Sehat nak, kamu bagaimana?" Jawab pak mulyadi
"Alhamdulillah pak seperti yang bapak lihat, ayo pak, buk kita bergabung dengan yang lainnya. Ucap reyhan dan mereka pun menemui yang laiinya.
Disisi lain miska memperhatikan regyna sanhat lekat, dia memikirkan kenapa reyhan mau di jodohkan dengam wanita seperti regyna.
"Apa menariknya sih wanita ini, sampe om burhan dan tante sintia suka banget dari segi penampilan aj jauh banget dari gue" batin miska
Oma yang melihat kedatangan keluarga regyna hanya acu dan enggan untuk menyapa.
Miska tersenyum mendengar ucapan omanya, karena dia berfikir masih ada oma yang mendukungnya "iya, oma tenang aja".
Mereka pun berbincang-bincang sambil menikmati olahan daging dan makanan lainnya yang dipanggang.
Regyna sangat senang karena keluarganya datang walaupun tanpa dihadiri ke tiga adiknya yang lain karena mereka mempunyai urusannya masing-masing.
"Aww!!!" Semua keluarga menoleh ke sumber suara.
"Miska" teriak oma "kamu kenapa sayang? Kaki ku terkilir?" Tanya oma yang panik.
"Iya oma tadi miska kepleset gak sengaja, kaki miska sakit banget"
"Reyhan sini bantuin miska angkat ke dalem". Teriak oma memanggil reyhan, reyhan yaang melihat langsung menghampiri omanya dan menyuruh beny yang mengangkat.
"Ben, lu angkat miska kedalem" ucap reyhan dan dijawab anggukan oleh beny, oma dan miska merasa tidak suka karena beny yang menolong.
__ADS_1
"Kenapa gak kamu aj yang angkat" tanya oma dengan kesal.
"Reyhan gak bisa oma, lagian sama aj kok kalo beny yang menolong, ben cepat kamu angkat kedalam"
"Iya ben kamu angkat kedalam yah, biar tante yang mengolesi salep untuk kaki miska". Ucap sintia
"Iya tante". Tanpa bertanya terlebih dahulu beny langsung mengangkat tubuh miska, dan miska langsung menatap tajam beny seakan memberi kode HEI BERANINYA KAMU GENDONG AKU! tapi beny cuek saja dia terus berjalan ke arah kursi dan membaringkan miska.
"Jangan sekali-kali kamu mempunyai rencana untuk mengambil hati reyhan lagi dan menghancurkan rumah tangganya". Bisik beny.
Miska yang mendengar ucapan beny merasa tidak suka dan melotot ke arah beny, sedngkan beny berlalu meinggalkan miska yang saat ini sngat kesal karena rencananya tidak berhasil.
Hari semakin larut dna acara pun telah selesai, keluarga regyna berpamitan untuk pulang regyna berharap jika keluarganya bisa menginap dirumahnya tapi terhalang karena si bungsu rakha akan sekolah.
"Bapak, ibu sama rakha hati-hati yah dijalan, nanti minggu ini regy main kerumah" ucap regy sambil menyalami dan mencium punggung tangan orang tuanya.
Setelah mengantar kedua orang tua nya regyna, reyhan dan yang lainnya kembali masuk kedalam rumah. Saat berjalan reyhan langsung menggengam jemari regyna.
*Apa ini? Ngapain dia pegang tangan aku? Batin regyna yang syok dengan perlakuan reyhan.
"Gy gue juga pamit pulang yah" ucap sesil
"Haa, emh sil lu gk nginep aj di sini? Udah malem loh".
"Iya nak, kamu nginep aj disini lagian ini udah malam nanti kamu kenapa napa lagi". Ucap mama sintia
"Gak papa tante lagian juga ini belum terlalu malem"
"Gini aj kamu dianter sama beny aj yah, tante khawatir kamu di jalan takut kenapa napa"
"Ben, kamu mau kan anter sesil". Ucap mama sintia
Beny tak bisa menolak permintaan tante sintia dia terpaksa mengiyakan "iya tante nanti biar sesil saya yang anter, mobilnya di tinggal aj". Ucap beny.
Akhirnya beny mengantar sesil pulang, dan yang lainnya kembali ke kamar masing-masing sedangkan miska dipaksa menginap dirumah reyhan oleh oma. (Gak dipaksa juga miska mau nginep)
__ADS_1