
setelah melakukan makan malam bersama, keluarga pak burhan kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat.
udara malam hari yang begitu dingin membuat sepasang suami istri yang masih melakukan pendekatan hanya berdiam diri di sepanjang jalan menyusuri pantai.
dengan mata terpejam menghirup udara yang begitu sejuk walaupun dimalam hari membuat pikiran dan jiwa regina tenang, ketenangan itu tak berangsur lama dikarenakan regina merasakan jemarinya digenggam dengan sangat lembut.
"tangan kamu dingin banget, mau tetap disini atau pulang?" tanya reyhan sembari menggenggam tangan istrinya.
regina tersenyum ke reyhan dan menahan malu.
"aku masih mau nikmatin suasana tenang disini". ucap regina dengan memandang laut gelap di hadapannya.
"kamu perlu pundak ku buat jadi sandaran"? tawar reyhan dengan percaya diri sambil menyunggingkan senyuman menggoda.
reyhan ingin sekali menggoda istrinya itu, apalagi melihat rona merah yang terpancar yang membuatnya sangat ingin mencium pipi chuby istrinya.
"kamu kenapa liatin aku gitu" tanya regyna dengan wajah yang sudah merah bak tomat.
"emang nya gak boleh liatin istri sendiri". jawab reyhan dengan memandang penuh hangat.
"aku malu ah, kita bisa balik ke kamar aja?" jawab regyna dengan langsung berdiri dan berlari meninggalkan reyhan yang tersenyum.
__ADS_1
"gue kok jadi suka godain dia sih" batin reyhan sambil tertawa dan segera menyusul istrinya.
"ya allah ini jantung kenapa gini sih, kenceng banget" ucap regyna sambil memegang dadanya.
"gak mungkin kan kalo aq udah... ah gak gak". monolog regyna sendiri sampai regyna tidak menyadari kalau Reyhan sudah ada di samping nya.
"khem" sambil tersenyum menatap wajah istrinya.
"astagfirullah, kak reyhan ini ngagetin tau" ucap regyna smbil mencebik kesal.
"habisnya kamu dari td ngomong sendiri, jantungnya kenapa?" goda reyhan sambil tersenyum jahil.
"ke..kenapa emangnya jantung ku? gak apa-apa kok". ucap regyna dengan berlalu ke dalam kamar meninggalkan reyhan sendiri diruang tv.
saat reyhan memasuki kamar, terlihat regyna juga keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk.
"astaghfirullah kak, ih kamu kok sering banget ngagetin aku" ucap regyna sambil memegang dada nya, tak kecuali reyhan yang saat ini sedang menatapnya penuh damba.
menyadari tatapan yang tak biasa dari suaminya, regyna dengan cepat berlari ke arah walking closed untuk mengganti pakaian.
"seperti ini dulu sebentar" ucap reyhan yang saat ini langsung menarik tangan regyna dan memasukan kedalam dekapannya.
__ADS_1
"kamu wangi banget" ucap reyhan dengan mempererat pelukannya.
"kan a..aku baru selesai mandi". jawab gugup regyna, sambil memegang erat handuknya.
dengan gerakan lembut dan tatapan memuja, reyhan membelai pipi regyna.
"kamu gugup?" tanya reyhan dengan suara yang serak dan menatap mata indah istrinya.
regyna dengan susah payah menelan salivanya, dan merasakan panas dingin saat tangan reyhan membelai pipinya.
"hem". jawab regyna dengan perasaan yang tak karuan, jika regyna dapat menghentikan sebentar saja nafasnya ingin sekali rasanya regyna melakukannya.
"entah sejak kapan aku merasakan ini, tapi..." suara reyhan tertahan dia tidak sanggup melihat dan merasakan benda kecil nan kenyal yang sedang ada dihadapannya. regyna membelalakan matanya saat dia merasakan ada gerakan lembut diarea bibirnya, sesaat dia terdiam namun lama kelamaan dia menikmati dengan menutup matanya.
saat merasakan oksigen akan habis, mereka saling melepaskan tautan yang membuat candu dengan nafas yang terengah-engah.
mereka saling tatap cukup lama"ta..tapi apa kak" tanya regyna "tapi aku mulai menyukaimu sayang" jawab reyhan.
next....~~~
JANGAN LUPA DI FOLLOW DAN TEKAN ❤️
__ADS_1
❤️❤️❤️