
Dan beny pun berpamitan kembali keruangannya. Sedangkan reyhan masih membaca berkas yang diberikan oleh beny.
Reyhan membaca dengan serius setiap hal yang berhubungan dengan regyna, karena dia tidak tau ada rasa ingin tau semua tentang perempuan yang sekarang berstatus istrinya.
"Apa iya dia tidak pernah menjalin kasih dengan siapa pun? Tapi kenapa banyak sekali pria yang menaruh hati untuknya"!
Hari sudah semakin menjelang sore, reyhan pun bersiap untuk pulang karena tidak ada pekerjaan lagi yang harus diselesaian, begitupun regyna yang saat ini sudah didepan gerbang rumahnya.
Saat reyhan diperjalanan henphone reyhan bergetar ada panggilan masuk.
"Halo ma"! Ucap reyhan
"Halo sayang, kamu lagi dimana?" Tanya mama reyhan.
"Dijalan mau pulang, ada apa ma"? Tanya reyhan
"Mama mau kasih tw kamu aj, kalo besok lusa mama, papa dan oma berniat untuk menginap di rumah baru kamu, tapi kamu sama regyna gak usah repot-repot karena nanti mama akan bawak mbak ina buat bantuin kalian disana". Ucapk mama
"APA mah? Kenapa mendadak sekali sih ma"?
"Lah kenapa? Kamu keberatan". Ucap mama dengan sedikit nada tinggi.
"Gak gak, yaudah terserah mama deh, reyhan matiin dulu ya ma, da ma". Belum sempat mama reyhan menjawab reyhan sudah mematikan tlfnnya.
"Aaaaah, kenapa harus besoo lusa sih" reyhan merasa frustasi, bukan apa-apa tapi dia harus mempersiapkan diri untul lebih harmonis demgan regyna apa lagi dia akan sekamar dengan regyna di saat orang tua nya menginap dirumah.
"Memangnya kenapa sih lu kalo keluarga lu nginep dirumah"? Tanya beny yang sedari tadi hanya mendengarkan keluh kesah reyhan.
"Berisik lu"! Jawab kesal reyhan
Setibanya dirumah reyhan langsung masuk kekamar nya dan beny langsung mengendarai mobil untuk pulang, saat reyhan selesai membersihkan diri dan berdiri di balkon dia melihat regyna yang menurut nya berbeda, reyhan oun segera turun dan menemuinya.
"Sedang apa dia di taman itu dengan pakaian seperti itu". Ucapk reyhan
Reyhan masih memandangi regyna dari belakang seakan dia terhipnotis dengan lekuk badan regyna yang begitu nampak walapun dia masih mengenakan jilbab.
Dirasa cukup untuk melakukan istirahat setelah selesai aerobik, regina kembali ke kamar untuk membersihkan diri. Saat regina berbalik badan dia merasa terkejut karena Reyhan berdiri di hadapannya, regina merasa malu karena dia memakai pakaian yang cukup ketat.
"Ngapain kamu di sana". Ucap Reyhan
Regina mencoba untuk menarik nafas pelan dan mencoba tenang "saya eemh hanya istirahat saja tadi habis zumba". Jawab regyna dna ingin berlalu pergi meningglkan reyhan yang saat ini menatonya.
"Aku belum suruh kamu pergi"! Kata reyhan dengan nada dingin
Regyna pun berbalik dan memberanikan diri menatap reyhan
"Kamu sengaja berpakaian seperti ini"? Ucap reyhan masih dengan tatapan mematikan.
Regyna mencoba untuk bertahan dengan tatapan reyhan yang seolah olah membunuh.
"Maksud kamu apa"? Tanya regyna
"Lihat aj baju kamu, lekuk tubuh kamu sangat nampak, dan kenapa kamu malah duduk dipinggir kolm ini kalo bukan kamu sengaja untuk menggoda ku"! Ucap reryhan dengan nada yang sangat datar.
Mendengar ucapan reyhan, emosi regyna memuncak seakan dia lupa akan dirinya yang tidak pernah meluapkan emosinya kepada siapapun.
"Maksud kamu apa ngmg kayak gitu? Kamu pikir saya ini perempuan yang hoby mencari perhatian dan suka menggoda? IYAAA!! Itu yang kamu pikirkan tuan reyhan! Ucap regyna dengan penekanan.
Reyhan merasa tidak percaya dengan reaksi yang diberikan regyna seperti ini, dia sadar apa yang diucapkannya sangat menyinggung perasaan regyna.
Regyna masih menahan buliran air mata yang ingin keluar, karena dia tidak mau kalo reyhan melihatnya rapuh hanya karena kata-katanya.
"Apa salah saya hanya beristirahat selepas olah raga? Toh saya pikir dirumah td hanya ada saya sendiri, dan saya pikir anda belum akan pulang"! Ucap regyna yang melemahkan suaranya, regyna paham jika dia terlampau emosi.
"Saya permisi"! Regyna berlalu meninggalkan reyhan yang masih mematung dan menatap punggung regyna.
"Huft, lagian aku juga sih **** udah tau dirumah ini penghuni nya bukan aku sendiri, tapi ada di batu es itu, aaargh'! Regina meenggerutu karena kesal dengan dirinya sendiri dan menutup wajahnya dengan bantal.
Ditempat lain reyhan masih memikirkan kondisi perasaan regyna sekarang, dia juga merutuki kebodohannya, tapi dia tetap menyalahkan regyna yang sembrono dengan memakain pakaian olahraga seperti itu.
"Argh lagian salah nya juga, kenapa dia harus memakai pakaian seperti itu, apa jangan-jangan tempat dia zumba itu terbuka, terus banyai orang yang melihat, aaargh kenapa aku harus memikirkan sampai seperti itu sih"! Reyhan merasa frustasi dengan apa yang dipikirkannya.
Sedari maghrib regyna tidak keluar dari kamarnya, memasak pun dia malas karena masih kesal dengan ucapan reyhan, dia hanya sibuk dikamar dengan membaca novel kesukaannya
"Andai laki-laki di dunia nyata ini bisa seromantis kayak dinovel-novel, aaaah seneng banget"! Ucap regyna dan membayangkan kisah cintanya yang indah.
__ADS_1
"Hem laper juga yah"! Dilihatnya jam dinding yang terpajang di kamar, "baru jam 7 mending aku masak nasi goreng aj malam ini, untuk si batu es itu bodo amat deh"! Ucap regyna dan beranjak untuk pergi kedapur dan memasak nasi goreng.
"Heeeeem yummmmy, enak kayak nya nih". Ucap regyna sambil mencium-cium bau nasi goreng yang sudah dimasaknya.
Ketika regyna mau menyuapkan nasi goreng ke dalam mulut nya tangan regyna terhenti karena reyhan berdiri tepat di hadapannya.
"Masak apa kamu'? Tanya reyhan yang tidak merasa bersalah sama sekali.
"Pengen bnget nih orang aku racunin pakek sianid, mukuanya itu loh songong banget gk ada rasa bersalah nya sama sekali". Batin regyna
"REGYNAAA aku itu ngomong sama kamu, kenapa kamu bengong? Aku tau kok kalo aku tampan"!. Ucap reyhan dan langsung mengambil piring nasi goreng regyna, dan sekaraang nasi goreng itu berpindah pada tangannya.
Tanpa menjawab pertanyaan reyhan regyna kembali ke dapur untuk mengambil nasi goreng lagi.
"Lah masih ada yah, kok kamu gak bilang sih, ini ambil punya kamu aku ambil punya kamu aj"! Kata reyhan yang seenaknya menukar nasi goreng yang ditangan regyna.
Regyna masih menahan amarahnya, dia tidak mau berdebat dan membuang tenaga nya cuma-cuma hanya karena meladeni reyhan .
"Kamu gak nanya kan masih ada atau gak nya". Jawab ketus regyna.
Reyhan hanya menatap sekilas regyna dan menghabiskan nasi gorengnya. Setelah selesai makan malam regyna bersiap untuk kembali kekamr dengam cepat reyhan menahannya.
"Ada apa"! Tanya regyna yang masih kesal dengan reyhan.
"Besok lusa mama, papa sama oma mau nginap disini"! Ucap reyhan.
"Haa, serius terus kita gimana"?
"Ya gak gimana-gimana kamu mau nya gimana"? Ucap reyhan sambil berlalu manaiki tangga.
"Dih kamu mau kemana"? Tanya regyna dan mencegal tangan reyhan, "sebentar"!
"Apaan lagi sih"! Kata reyhan yang sedikit kesal karena regyna menghalangi jalannya.
"Kalo keluarga kamu mau nginep disini, terus saya harus tidur dimana? Kan tidak mungkin kita tidur terpisah"! Ucap regyna dengan polosnya.
Reyhan menarik sudut bibirnya keatas karena mendengar ucapan regina dan mungkin regina tidak menyadari dengan perkataannya.
"Kamu berharap bisa satu kamar sama saya"? Tanya reyhan dengan menatap regyna secara intens.
Mendapat tatapan reyhan seperti itu membuat regyna salah tingkah.
"Gak kok, kan saya cuma bertanya, yaa kalo pun kita harus tidur dikamar masing-masing gak masalah kok"! Ucap regyna dan berlalu ingin pergi.
Reyhan pun menaiki tangga dan masuk.ke kamarnya sambil tertawa.
"Hahahahahaha lucu banget sih". Ucap reyhan tanpa sadar.
"Ah tidak tidak kenapa malah aku yang senang karena sudah menggodanya*".
"Aaaaah, kenapa harus besoo lusa sih" reyhan merasa frustasi, bukan apa-apa tapi dia harus mempersiapkan diri untul lebih harmonis demgan regyna apa lagi dia akan sekamar dengan regyna di saat orang tua nya menginap dirumah.
"Memangnya kenapa sih lu kalo keluarga lu nginep dirumah"? Tanya beny yang sedari tadi hanya mendengarkan keluh kesah reyhan.
"Berisik lu"! Jawab kesal reyhan
Setibanya dirumah reyhan langsung masuk kekamar nya dan beny langsung mengendarai mobil untuk pulang, saat reyhan selesai membersihkan diri dan berdiri di balkon dia melihat regyna yang menurut nya berbeda, reyhan oun segera turun dan menemuinya.
"Sedang apa dia di kolam renang itu dengan pakaian seperti itu". Ucapk reyhan
Reyhan masih memandangi regyna dari belakang seakan dia terhipnotis dengan lekuk badan regyna yang begitu nampak walaupun dia masih mengenakan jilbab.
Dirasa cukup untuk melakukan istirahat setelah selesai aerobik, regina kembali ke kamar untuk membersihkan diri. Saat regina berbalik badan dia merasa terkejut karena Reyhan berdiri di hadapannya, regina merasa malu karena dia memakai pakaian yang cukup ketat.
"Ngapain kamu di sana". Ucap Reyhan
Regina mencoba untuk menarik nafas pelan dan mencoba tenang "saya eemh hanya istirahat saja tadi habis zumba". Jawab regyna dna ingin berlalu pergi meningglkan reyhan yang saat ini menatapnya.
"Aku belum suruh kamu pergi"! Kata reyhan dengan nada dingin
Regyna pun berbalik dan memberanikan diri menatap reyhan
"Kamu sengaja berpakaian seperti ini"? Ucap reyhan masih dengan tatapan mematikan.
Regyna mencoba untuk bertahan dengan tatapan reyhan yang seolah olah membunuh.
__ADS_1
"Maksud kamu apa"? Tanya regyna
"Lihat aj baju kamu, lekuk tubuh kamu sangat nampak, dan kenapa kamu malah duduk dipinggir kolam ini kalo bukan kamu sengaja untuk menggoda ku"! Ucap reyhan dengan nada yang sangat datar.
Mendengar ucapan reyhan, emosi regyna memuncak seakan dia lupa akan dirinya yang tidak pernah meluapkan emosinya kepada siapapun.
"Maksud kamu apa ngmg kayak gitu? Kamu pikir saya ini perempuan yang hoby mencari perhatian dan suka menggoda? IYAAA!! Itu yang kamu pikirkan tuan reyhan! Ucap regyna dengan penekanan.
Reyhan merasa tidak percaya dengan reaksi yang diberikan regyna seperti ini, dia sadar apa yang diucapkannya sangat menyinggung perasaan regyna.
Regyna masih menahan buliran air mata yang ingin keluar, karena dia tidak mau kalo reyhan melihatnya rapuh hanya karena kata-katanya.
"Apa salah saya hanya beristirahat selepas olah raga? Toh saya pikir dirumah td hanya ada saya sendiri, dan saya pikir anda belum akan pulang"! Ucap regyna yang melemahkan suaranya, regyna paham jika dia terlampau emosi.
"Saya permisi"! Regyna berlalu meninggalkan reyhan yang masih mematung dan menatap punggung regyna.
"Huft, lagian aku juga sih **** udah tau dirumah ini penghuni nya bukan aku sendiri, tapi ada di batu es itu, aaargh'! Regina menggerutu karena kesal dengan dirinya sendiri dan menutup wajahnya dengan bantal.
Ditempat lain reyhan masih memikirkan kondisi perasaan regyna sekarang, dia juga merutuki kebodohannya, tapi dia tetap menyalahkan regyna yang sembrono dengan memakai pakaian olahraga seperti itu.
"Argh lagian salah nya juga, kenapa dia harus memakai pakaian seperti itu, apa jangan-jangan tempat dia zumba itu terbuka, terus banyak orang yang melihat, aaargh kenapa aku harus memikirkan sampai seperti itu sih"! Reyhan merasa frustasi dengan apa yang dipikirkannya.
Sedari maghrib regyna tidak keluar dari kamarnya, memasak pun dia malas karena masih kesal dengan ucapan reyhan, dia hanya sibuk dikamar dengan membaca novel kesukaannya
"Andai laki-laki di dunia nyata ini bisa seromantis kayak dinovel-novel, aaaah seneng banget"! Ucap regyna dan membayangkan kisah cintanya yang indah.
"Hem laper juga yah"! Dilihatnya jam dinding yang terpajang di kamar, "baru jam 7 mending aku masak nasi goreng aj malam ini, untuk si batu es itu bodo amat deh"! Ucap regyna dan beranjak untuk pergi kedapur dan memasak nasi goreng.
"Heeeeem yummmmy, enak kayak nya nih". Ucap regyna sambil mencium-cium bau nasi goreng yang sudah dimasaknya.
Ketika regyna mau menyuapkan nasi goreng ke dalam mulut nya tangan regyna terhenti karena reyhan berdiri tepat di hadapannya.
"Masak apa kamu'? Tanya reyhan yang tidak merasa bersalah sama sekali.
"Pengen bnget nih orang aku racunin pakek sianida, mukanya itu loh songong banget gk ada rasa bersalah nya sama sekali". Batin regyna
"REGYNAAA aku itu ngomong sama kamu, kenapa kamu bengong? Aku tau kok kalo aku tampan"!. Ucap reyhan dan langsung mengambil piring nasi goreng regyna, dan sekarang nasi goreng itu berpindah pada tangannya.
Tanpa menjawab pertanyaan reyhan regyna kembali ke dapur untuk mengambil nasi goreng lagi.
"Lah masih ada yah, kok kamu gak bilang sih, ini ambil punya kamu aku ambil punya kamu aj"! Kata reyhan yang seenaknya menukar nasi goreng yang ditangan regyna.
Regyna masih menahan amarahnya, dia tidak mau berdebat dan membuang tenaga nya cuma-cuma hanya karena meladeni reyhan .
"Kamu gak nanya kan masih ada atau gak nya". Jawab ketus regyna.
Reyhan hanya menatap sekilas regyna dan menghabiskan nasi gorengnya. Setelah selesai makan malam regyna bersiap untuk kembali kekamar dengan cepat reyhan menahannya.
"Ada apa"! Tanya regyna yang masih kesal dengan reyhan.
"Besok lusa mama, papa sama oma mau nginap disini"! Ucap reyhan.
"Haa, serius terus kita gimana"?
"Ya gak gimana-gimana kamu mau nya gimana"? Ucap reyhan sambil berlalu manaiki tangga.
"Dih kamu mau kemana"? Tanya regyna dan mencegal tangan reyhan, "sebentar"!
"Apaan lagi sih"! Kata reyhan yang sedikit kesal karena regyna menghalangi jalannya.
"Kalo keluarga kamu mau nginep disini, terus saya harus tidur dimana? Kan tidak mungkin kita tidur terpisah"! Ucap regyna dengan polosnya.
Reyhan menarik sudut bibirnya keatas karena mendengar ucapan regina dan mungkin regina tidak menyadari dengan perkataannya.
"Kamu berharap bisa satu kamar sama saya"? Tanya reyhan dengan menatap regyna secara intens.
Mendapat tatapan reyhan seperti itu membuat regyna salah tingkah.
"Gak kok, kan saya cuma bertanya, yaa kalo pun kita harus tidur dikamar masing-masing gak masalah kok"! Ucap regyna dan berlalu ingin pergi.
Reyhan membiarkan regyna pergi karena dia tau perempuan itu sangat malu dan wajahnya terlihat bersemu merah.
Reyhan pun menaiki tangga dan masuk.ke kamarnya sambil tertawa.
"Hahahahahaha lucu banget sih". Ucap reyhan tanpa sadar.
__ADS_1
"Ah tidak tidak kenapa malah aku yang senang karena sudah menggodanya".