
regyna dan reyhan pun sudah bersiap untuk menikmati kota bali yang indah, dia sangat bersemangat mengingat ini kali pertamanya dia berlibur di kota ini.
dengan menatap keindahan deru pantai yang indah dan memanjakan mata regyna, dia terus memandang kearah laut sampai tidak sadar bahwa reyhan memperhatikannya.
saat merasa dirinya diperhatikan regyna menoleh dan menatap kedua bola mata yang menurut regyna bisa menghipnotis.
"ke..kenapa kamu liatin aku gitu? tanya regyna gugup.
reyhan hanya menggeleng kan kepalanya seraya tersenyum menghadap regyna.
semakin di tatap oleh reyhan regyna semakin menjadi salah tingkah.
"kakamu mau liatin aku terus atau mau jalan" ucap regyna dengan mengalihkan pandangannya ke sejuruh arah.
"pemandangan didepan mata ku lebih indah" ucap reyhan tanpa mengalihkan pandangannya.
mendengar ucapan reyhan, regyna merasa merona, jantungnya berdegup kencang dan dia semakin salah tingkah.
"udah dong kak jangan buat aku malu gini". ucap regyna dengan menundukkan kepalanya.
melihat tingkah regyna yang malu-malu dan membuat reyhan semakin gemas, reyhan pun memegang dagu regyna dan mengarahkannya berhadapan dengannya.
tanpa babibu dan arahan reyhan langsung mendaratkan satu kecupan lembut yang berhasil membuat regyna melebarkan matanya.
"manis". ucap reyhan sambil berdiri dan menarik tangan regyna.
__ADS_1
regyna yang masih dalam kondisi syok, sama sekali tidak menyadari bahwa dia sudah menjauh dari pantai akibat ditarik oleh sang suami masuk ke dalam mobil.
"eh tunggu, kok kita udah dimobil aja sih?" ucap regyna dengan raut kebingungan.
"kamu gak sadar?". ucap reyhan dengan menahan senyum dibibirnya.
wajah regyna yang merah merona bak tomat hanya bisa membisu, dia merutuki kebodohannya yang sempat diam saat reyhan mendaratkan kecupan itu.
.
.
.
.
"aaaaaah indahnya". sambil memandang keindahan laut biru sesil tak henti-hentinya manatap kagum.
"apa aku menganggu?" tanya seseorang yang saat ini berdiri di belakang sesil sehingga membuat si empunya kaget.
sesil hanya tersenyum sembari menggeleng kepalanya pertanda dia tidak keberatan dengan kehadirian seseorang itu
"apa kita ke sini hanya untuk duduk saja?" tanya seseorang itu dengan memandang lautan yang ada didepan mata.
"regyna lagi sama suaminya, jadi aku hanya menunggu dia pulang siapa tau dia mau ajak aku jalan-jalan". jawab sesil dengan arah mata yang tak teralihkan.
__ADS_1
"tidak usah menganggu sepasang manusia itu, biarkan mereka memulai hubungan menjadi lebih baik". jawab beny datar, ya seseorang yang saat ini bersama sesil adalah beny yang sedari td melihat sesil dari arah kejauhan.
sejenak sesil berfikir dengan ucapan beny "menjadi lebih baik", "lah memang selama ini mereka gak baik-baik aj". batin sesil
karena tidak ada tanggapan dari lawan bicaranya, beny menoleh dan melihat raut kebingungan dari sesil.
"nanti aku jelaskan, ayo kita berjalan menyusuri keindahan kota ini". ucap beny sembari berdiri dan Mengulurkan tanggannya ke arah sesil yang saat ini masih duduk diatas pasir.
sesil pun menerima uluran tanggan dari beny, dan mengikuti arah tujuan beny.
"kita mau kemana?" tanya sesil
"kemana saja asal tidak berdiam diri". ucap beny datar.
memperhatikan lawan bicaranya yang seperti bunglon kadang ramah, kadang dingin, kadang perhatian dan kadang jutek membuat sesil bingung makhluk seperti apa beny ini.
.
.
.
.
next part
__ADS_1
maaf lama gak update maklum author pemula jadi kadang bingung mau buat kelanjutannya seperti apa, ditambah yang bacanya dikit banget. 😢
yok bantuin promote novelnya walaupun masih banyak yang harus diperbaiki, kalo banyak yaang suka kan otor jd semangat.