
Regyna masuk kekamar dan menghempaskan badannya karena dia bingung nantinya jika kedua orang tua reyhan dan oma nya rehyan datang maka dia harus berperilaku layaknya suami istri didepan mereka.
"Mending aku isya dulu deh biar pikiran aku tenang". Ucap regyna
Setelah selesai melaksanakan sholat isya, regyna berganti pakaian untuk tidur dengan memakai baju kaos dengan size yang ebsar dan celana tidur, ya regyna sangat suka jika memakai pakaian tidur demgan santai dia tidka terlalu suka memakai piayama tidur.
Saat waktu sudah menunjukan pukul sebelas malam regyna merasakan haus yang menghantaamdi tenggorokannya dan dia pun keluar kamar untuk mengambil air minum dan membiarkan rambut panjang regyna terurai indah.
"Kayaknya kak reyhan udah tidur deh, gak apa-apa kali yah aku kedapur gini aj". Gumam regyna
Glek glek glek
"Hei siapa kamu"!. Ucap reyhan dengan nada tinggi.
"Astafirullah"! Karena kaget regyna menjatuhkan gelas yang dipegang dan masih berisi air.
Reyhan masih menatap seseorang yang membelakanginya dan masih mengira-ngira siapa dia.
"Kenapa diem aja, tuli kamu?" Tanya reyhan
Regyna yabg sedari tadi hanya diam tak berani membalikam badannya dan hanya bisa menarik nafas dan menelan salivanya karena gugup.
Tangan reyhan menggapai pundak regyna dan mencengkran untuk membalikan badan regyna.
Saat regyna berbalik, reyhan seakan terhipnotis dengan seseorang yang berada dihadapannya.
"I..ini sa..sa..saya kak, re..regyna". Ucap regyna dengan terbata-bata dan menundukan kepalanya
Reyhan hanya diam bukan bearti dia tak merespon dia hanya kaget dengan apa yang dilihatnya sekarang.
"Apa benar ini dia? Kenapa cantik sekali? Wajahnya seakan bersinar, dan kulitnya yang begitu mulus, dikegelapan seperti ini aja wajahnya terpancar". Batin reyhan yang tak percaya.
"Maaf kak, regyna cuma mau ambil air minum, maaf kalo kakak terganggu". Regyna masih menundukan kepalanya.
Reyhan yang masih belum bergeming menatap regyna dari ujung rambut sampai ujung kaki merasa benar-benar terhipnotis.
Merasa tidak ada jawaban dari reyhan regyna memberanikan diri untuk mengangkat kepalanya dan melihat wajah reyhan, untuk sesaat mata mereka bertemu cukup lama dan tatapan itu semakin dalam.
Deg deg deg
"Apa ini, kenapa jantung aku bisa berdetak kencang gini". Batin regyna
"Emh kak saya bersihin serpihan gelas ini dulu yah". Regyna berbalik dan mengambil sapu karena dia merasa tidak snaggup lama-lama untuk bertatapan dengan lelaki yang saat ini masih terus menatapnya.
__ADS_1
"Biar aku aja"! Ucap reyhan dan langsung menyambar sapu di tangan regyna.
"Gpp kak biar saya aj, kan saya yang pecahin". Jawab regyna.
"Sudah!! Nurut kenapa sih? Biar aku aja, kamu ambil lagi aja minumnya tidur istirahat". Ucap reyhan dengan nada tegas
Entah kenapa regyna merasa senang dan hatinya menghangat saat reyhan menyuruh nya istirahat dan dia yang membersihkan serpihan gelas itu.
"Mimpi apa dia hihi kok aku senang sih, sadar sadar regyna itu bukan perhatian. Batin regyna
"Kenapa masih berdiri, cepat kembali kekamar"! Ucap reyhan.
"Ah iya kak, eh saya kekamar dulu". Regyna berbalik badan dan berjalan, kemudian langkahnya terhenti dan kembali ke reyhan "kak"! Panggil regyna, dan reyhan mendongakan kepala "makasih". Ucap regyna dengan malu dan berlalu pergi.
Reyhan hanya menyunggingkan senyum diujung bibirnya melihat tingkah regyna yang menurutnya sangat manis "manis banget".! Ucap reyhan.
Selesai membersihkan serpihan gelas, reyhan kembali ke kamar dan berbaring sambil menatap langit kamar.
"Kenapa aku tidak berhenti membayangkan nya, membayangkannya saja membuat aku tersenyum terus"! Ucap reyhan sambil menggusar kasar wajahnya.
Di kamar regyna juga membayangkan hal yang sama, dia terus tersenyum dengan sendiri karena sikap reyhan yang menurutnya juga manis.
"Eh, tapi kok kak reyhan ngeliat aku gitu banget yah, emang apa yang salah"? Regyna pun berdiri dan menghadap ke cermis rias nya untuk meriksa dirinya.
"Astafirullah pantas aja kak reyhan meratiin aku segitunya, lagian kenapa juga aku berpenampilan gini tadi? Regyna merutuku kecerobohannya "kak reyhan gak mikir aku macem-macem kan? Aduuh pasti dia mikir aku mau godain dia lagi, aaaah malu banget aku". Ucap regyna
Regyna sudah terlihat cantik di pagi hari, karena pekerjaannya sudah selesai.
Tak lama reyhan turun dari kamarnya dan menghampiri regyna yang siibuk menyiapkan sarapan.
"Pagi kak, kakak mau roti atau nasi goreng"? Tanya regyna
"Nasi goreng aja". Jawab reyhan sambil menatap regyna, ada rasa ketertarikan di wajah regyna yang membuat reyhan betah menatapnya.
"Ini kak, kakak mau susu? Atau teh? Atau kopi"! Tanya regyna
Mendengar pertanyaan regyna membuat reyhan mengulum senyumnya yang hampir tak terlihat kecuali dirinya yang merasakan.
"Susu aj". Jawab reyhan dengan mata yang belum beralih dari regyna
"Baiklah, saya buatkan dulu yah, kakak makan duluan aj gpp kok"! Ucap regyna dan berlalu pergi kedapur.
Reyhan tersenyum sambil menggeleng gelengkan kepalanya, dia merasa sekarang waktu makannya sangat teratur karena regyna sangat telaten mengurusnya.
__ADS_1
"Ini kak"! Regyna memberikan susunya sembari tersenyum.
"Terima kasih"! Jawab reyhan datar. Tentu saja reyhan sedang menahan diri untuk bersikap biasa saja, dia tidak mau regyna melihat raut wajah senangnya karena perhatian regyna.
Dimeja makan tidak ada yang memulai percakapan, mereka berdua hanya fokus dengan sarapan mereka masing-masing sampai akhirnya beny datang untuk menjemput bos nya.
"selamat pagi pak, buk". sapa beny yang berdiri di samping reyhan
"pagi kak beny, mau sarapan"? jawab regyna dengan ramah dan memberikann senyuman kepada beny.
"apa-apaan dia kasih senyuman ke beny?". batin reyhan yang tidak suka dengan sikap regyna yang ramah pada setiap laki-laki.
"tidak usah buk, saya sudah sarapan dirumah"! jawab beny yang memperhatikan tingkah bosnya itu, sepertinya beny menangkap hawa-hawa yang mulai ada rasa kecemburuan. beny mempunyai ide sendiri untuk mengetes bosnya itu. tentu saja hal tersebuh hanya beny yang berani.
"oh gitu ya kak, sekali-kali kakak sarapan aja disini bareng sama kita". ucap regyna
"iya gy, nanti deh aku ikut sarapan sama kalian, aku juga gak enak nolak terus". ucap beny sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tidk gatal.
"cih sih curut ini mau cari mati haa, berani sekali dia". batin reyhan
"oke deh kak"! dibalas regyna dengan senyuman
"regyna, kita lagi sarapan jangan banyak bicara selelsaikan sarapan kamu nanti kamu terlambat". ucap dingin reyhan
regyna yang kaget saat mendengar ucapan reyhan langsung terdiam dan melanjutkan sarapannya, dan beny ingin sekali tertawa terbahak-bahak karena tingkah reyhan yang menahan cemburunya, tapi sebisa mungkin di tahan oleh beny karena dia tidak mau tiba-tiba diberikan surat pemecatan.
mereka telah selesai sarapan dan bersiap untuk pergi seperti biasa regyna menyiapkan kotak bekal untuk regyna, malah sekarang regyna menyiapkan dua kotak bekal yang satunya untuk beny.
"kak ini kotak bekalnya, dan ini buat kak beny sekalian aku bekalin"! ucap regyna dengan polos dan memberikan kedua kotak bekal itu ke beny.
tanpa menjawab reyhan langsung masul ke dalam mobil, dan beny mengambil kotak makan itu dan masuk ke dlam mobil.
"terima kasih re, kota pergi dulu,kamu hati-hati". ucap beny.
"iya kak sama-sama"!. jawab regy.
kemudian regy mengunci pintu rumah dan menaiki kendaraan roda duanya itu lalu siap meluncur pergi ke kantornya.
bersambung~~~
.
.
__ADS_1
.
jangan lupa tinggalkan jejak kalian yah, kasih support aku dengan cara like, komen dan kalo bisa vote 😇 biar aku cemungut buat up terus TERIMA KASIHHH 🥰😘