
Perlahan tapi pasti reyhan mendekati regyna sampai jarak mereka semakin dekat dan deru nafas hangat semakin terasa diantara keduanya, jantung mereka pun berpacu dengan kencang dan mata mereka pun masih betah untuk saling memandang. Reyhan pun menggerakan jarinya untuk membelai pipi regyna yang semula putih menjadi merah muda.
“kenapa wajahmu haa”. Tanya reyhan lembut dengan nafas yang sangat terasa di wajah regyna.
Sesaat regyna tersadar kembali dia pun langsung menundukan kepalanya, dan dengan lembut reyhan memegang dagu regyna dan menyuruhh regyna untuk membuka mata dan menatap nya.
“kenapa tidak mau menatap ku?” Tanya reyhan
“a..aku malu kak”. Ucap regyna dengan lirih dan tubuh yang sangat kaku.
*mau apa lagi sih dia\, please jangan sampai dia mendengar suara jantung ku* batin regyna
Reyhan hanya tersenyum dengan menarik ujung sudut bibirnya, ntah kenapa dia benar-benar bahagia melihat mimic wajah istrinya seperti ini.
CUP
Tubuh regyna seakan mematung, nafas regyna seakan berhenti, rohnya seakan hilang berkelana ntah kemana, dia
mearsa kaku, dengan perlakuan reyhan.
Yah, reyhan mengecup kening regyna dengan sangat lembut dan terbilang lama.
Regyna yang diperlakukan seperti itu langsung menatap reyhan dengan intens dan berlalu ke ruang ganti.
Dug dug dug
Regyna langsung memedang dadanya dan merasakan detak jantungnya semakin cepat.
“ya allah kenapa dadaku detak nya semakin cepat, terus apa nih, kenapa aku kayak bahagia banget gini sih dicium
__ADS_1
dia, please gy lu harus sadar dia Cuma nngetes lu aja, ini kenapa kayak ada bunga-bunga kupu-kupu di atas kepala ku, aaaaahhhhhhhh kok perasaan aku gini sih” regyna yang tidak menyadari suara nya sangat kencang sehingga reyhan mendengarnya.
Tok tok tok
“regy, kamu gak apa-apa? Kok kamu teriak sih?” Tanya reyhan
“aaaah, gak kak aku gak apa-apa,tadi aku eeeh ketemu kecoak, iya kecoatappi pas dilihat ternyata bukan kak”. Ucap regyna dengan gugup.
Reyhan hanya tersenyum, ntah sejak kapan dia merasa sangat senang jika menggoda istrinya itu. Reyhan pun
mengingat kejadian yang baru saja dia lakukan ke regyna, dia semakin yakin ada pearsaan lain untuk regyna tapi dia belum tw apa itu cinta?
“yasudah kalo gitu, buruan keluar kalo udah bantuin aku beresin pakaian ku yah” ucap reyhan danberlalu ke kamar
mandi.
dipastikan itu pasti reyhan, karena regyna tidak mau berlama lama di dalam kamar hanya berdua dengan reyhan jadi dia sangat cepat untuk membereskan semua pakaian yang akan dibawa.
“harus cepet nih, nanti keburu selesai lagi tuh orang mandinya, dari pada nanti jantung aku meledak kalo
deket-deket dia”. Tanpa disadari reyhan membuka kamar mandi dengan sangat pelan, dia sudah mengira kalo regyna pasti akan keluar saat dia sedang tidak ada.
“aku yakin kamu juga punya perasaan sama tapi kamu belum sadar”. Gumam dalam hati reyhan. Reyhan pun betah berada di belakang regyna memeperhatikan punggung istrinya itu sambal mendengra celoteh dan keluh kesahnya. Dan pastinya reyhan hanya mengenakan handuk yang melingkar dipinggangnya karena dia lupa membawa pakaian ganti.
“ya allah sampe kapan gue satu kamar sama kak reyhan, bisa-bisa jantung gue copt tiap deket dia berdebar
keceng banget”. Gumam regyna.
“kheeem”.
__ADS_1
“astafirullahhh, aaaah”. Sontak regyna kaget minta ampun dan hamper terpleset karna menginjak kain di lantai. Dengan sigap reyhan menarik pinggang regyna sehingga jarak mereka berdua sangat dekat dan terbilang tidak ada spasi.
“tatapan ini lagi, tatapan yang bias buat perasaan aku jadi gak karuan, jadi bingung, kenapa setiap deket kak reyhan aku jadi kaku gini sihi, tapi kok nyaman banget yah kalo dia peluk aku gini”. Ucap regyna dalam hati.
”bibirnya yang indah dan sepertinya manis, wajah yang cantik, matanya juga membuat aku terhipnotis, aah rasanya aku sudah tah tahan untuk menggigit benda kenyal didepan ku ini yang sepertinya sangat manis” gumam bathin reyhan.
tanpa disadari mereka berdua, tangan reyhan mengusap ngusap bibir regyna dengan lembut, mendapatkan perlakuan reyhan yang manis membuat regyna memejamkan mata, dia bingung kenapa tubunya seolah bereaksi yang dia sendiri pun tak pernah mengalaminya.
“apa aku boleh merasakan ini?” Tanya lembut reyhan dan dijawab anggukan oleh si empunya.
Reyhan tersenyum simpul mendapatkan jawaban regyna, tapi seolah dia ingin memancing dan mendenngar
alasan regyna sekaligus menggoda istrinya itu yang bahkan belum tw rasanya seperti apa.
“apa, kenapa, why kok aku tiba-tiba mau sih?” batin regyna, perlahan regyna membuka mata karena regyna belum merasakan sentuhan yang dimaksud suaminya.
“apa aku juga boleh bertanya?” Tanya reyhan, dan dijawab anggukan lagi oleh regyna, jangan lupakan posisi mereka sekarang belum berubah, tangan regyna yang tetap setia bertengger di leher reyhan, dan tangan reyhan mencengkam erat dan klembut di pinggang regyna.
“ada alasan kamu memperbolehkan aku untuuuk….”. ucapan reyhan sedikti menggantung, dia hanya mengusap-ngusap lembut benda kenyak itu. Regyna ingin sekali menajwab tapi dia bingung dengan dirinya sendiri lidah nya terasa keluh untuk menjawab dan bibirnya seakan berat untuk menjawab tidak.
“kenapa diam? Kalo kamu gak mau.. aku gak maksa kamu”. Saat reyhan ingin melepas kan tanggan nya, regyna malah langsung mengecupnya sekilas. Reyhan sempat diam dan terpaku mendapatkan serangan mendadak itu sedangkan regyna yang sudah malu dengan wajah merah hanya biss merutuki kebodohannya. Saat regyna ingin lari, reyhan menahan nya dan langsung menarik tengkuk istrinya itu dan memberikan kecu pan lembut. Regyna yang tak berpengalaman hanya diam dengan mata melebar seakan dia ingin terbang setinggi-tingginya.
***nexxt
jangan lupa vote yah gaes biar aku semangat juga
makasih banyak zeyeeeng
__ADS_1