Jodoh Yang Tak Kusangka

Jodoh Yang Tak Kusangka
first kiss


__ADS_3

ini semua gak seperti yang lu pikir sesil, oke gue ceritain sekarang". ucap regyna


"oke ceritain sekarang".


"Jadi gue itu dijodohin ayah sama anak sahabat ayah". Regyna pun menceritakan secara detail ke sesil tanpa ada yg terlewatkan termasuk bagaimana hubungan nya sekarang dengan reyhan.


"Ya ampun gy di sisi lain gue bahagia banget lu udah nikah jadi lu gak jones lagi tapi disisi lain gue sedih juga gimana nasib pernikahan lu nantinya". Sesil memberikan semangat untuk regyna sambil memegang tangan regyna.


"Ih apaan sih lu, gue yang ngalaminya biasa aj kok". Ledek regyna


*Makasih ya allah engkau memberikan orang-orang yang masih peduli dengan ku* batin regyna sambil tersenyum.


Mereka pun selesai makan siang dan kembali ke kantor.


***


Ditempat lain reyhan masih memikirkan perasaannya terhadap regyna dia bingung kenapa dadanya terasa sesak saat dia mendengar banyak sekali yang menyukai istrinya terlebih lagi dia membaca semua laporan tentang regyna.


"Ah sial!! Masak iya gue cemburu! rasanya hati gue panas gini denger banyak yang suka sama regyna!" Ucap reyhan dengan frustasi dan mengusap kasar wajahnya.


Reyhan pun melihat jam di tangannya dan bergegas untuk pulang.


"Ben ayo kita pulang". Ucap reyhan dengan melewati beny yang berdiri di sampingnya.


Beny hanya menundukan kepalanya dan mengikuti reyhan dari belakang.


**


"Gy gue udah izin sama bos buat cuti juga". Ucap sesil dengan menyengirkan giginya.


"Lah ngapain lu cuti?"


"Biar bisa ikutan jalan sama lu hihihi". Ucap sesil


"Gue gak kemana-mana, lagian gue jalannya sama keluarga suami gue emang lu gk malu apa". Jawab regyna


"Gue cuma pengen kenal doang gy, yayayayaya gue mampir kerumah lu pulang ini". Rayu sesil dengan menunjukan wajah imutnya. Karena tidak tahan dengan rengekan sesil akhirnya regyna menyetujui sesil.ikut pulang kerumahnya.


Mereka pulang dengan mengendarai kendaraan masing-masing dan melaju dengan kecepatan sedang. Tak berapa lama sesil dan regyna telah sampai dan segera turun dari motornya.


Tok tok tok


"Ah iya gy"! Sesil kaget dan langsung berhambur keluar.


"Gy lu gak salah rumah? Ini gede banget rumahnya, dari rumah gue aj 2x lipat apa lagi rumah lu dulu gy!" Ucap sesil tanpa bersalah


Regyna hanya menatap tajam sahabatnya itu.


"Ini rumah suami gue, yuk masuk". Ajak regyna


"Assalamualaikum". Ucap regyna


"Walaikumsalam"! Sintia dan oma menoleh ke arah regyna dan sesil.


Regyna dan sesil menghampiri mertua dan oma vivi di ruang keluarga dan memberikan salam.


"Menantu mama udah pulang, kamu pasti capek yah sayang". Ucap mama sintia.


"Gak kok ma, mama sama oma lagi ngapain?" Tanya regyna


"Mama sama oma lagi santai aj kok, oh iya gy ini siapa?" Tanya sintia


"Oh iya hmpir lupa hihi ini temen regy ma di kantor namanya sesil".


"Sesil tante, oma " ucap sesil dan menyalami kedua orang tua itu, mama sintia memberikan sambutan yang hangat, berbeda sekali dengan oma vivi yang terlihat cuek saja.


"Cantik, saya mertua nya regyna tante sintia". Ucap sintia sambil memegang pundak sesil.


"Oh iya gy, mama punya rencana malam ini mau buat acara berbeque di taman belakang, gimana kalo sesil ikutan?"


"Gimana sil mau gak?" Tanya regyna

__ADS_1


"Emh boleh deh kalo gak keberatan, lagian sesil juga besok cuti kom tante jadi aman heheh" ucap sesil.


*Wah kesempatan bagus buat undang miska malam ini biar miska sama reyhan bisa deket lagi. Batin oma


"Yaudah kalo gitu kalian istirahat aj dulu, sesil kamu istirahat di kamar tamu dulu yah". Ucap mama sintia


"Iya tante makasih banyak".


"Ayok sil aku antar". Ucap regyna dan menarik tangannya sesil "ini kamar lu, didepan kamar suami gue, lu mau pinjem baju gue gak?" tanya regyna


"gak usah, gue bawa baju kok gue kan selalu standby di mobil".


"oh yaudah kalo gitu, gue mau bersih-bersih dulu terus ntar gue mau bantuin mertua gue, lu istirahat aja dulu". ucap regyna


"iya nyonya, udah ah sono gue mau mandi". usir sesil


"dasar lu tamu gak tau diri" ucap regyna dengan mencebikan bibirnya sedangkan sesil tertawa melihat tingkah temannya itu.


tak beberapa lama kemudian reyhan dan beny telah sampai di rumah.


"oma, kok sendirian aja di sini? oma lagi ngapain? tanya reyhan


"oma lagi baca-baca buku aja, tadi mama kamu baru ke dapur".


"reyhan sayang udahpulang yah?. ucap mam sintia yang baru saja tiba


"iya ma baru ja kok". reyhan beranjak dan menyalami sintia


"ben, kamu nanti aj pulang nya, karena malam ini tante ada rencana buat acara berbeque di taman belakang". ucap sintia


"iya tante boleh kalo gak ngerepotin". ucap beny


"gak kok, lagian ada temennya regyna siapa tau kamu bisa PDKT nanti".


"temen regyna ma?" tanya reyhan


"loh kamu gak tau yah rey? emang istri kamu gak bilang kalo mau bawa temen? dasar gak punya etika". ujar oma.


mama sintia hanya menghela nafas panjang dan langsung mengalihkan pandangannya ke arah reyhan


"iya ma, ben lu keruang kerja gue aj kalo mau istriharat". ucap reyhan dan meninggalkan semuanya.


saat reyhan melangkah ke kamar dan membuka pintu pelan, reyhan melihat regyna sedang di depan cermin hanya mengenakan kimono dan handuk yang melilit di kepalanya. sesaat reyhan tertegun melihat pertama kali penampilan regyna seperti itu dan hanya bisa menelan salivanya.


"khem".


mendengar suara deheman dari balik pintu regyna sontak terkejut dan menoleh ke arah belakang. tubuhnya seakan beku, kaki nya pun tak dapat bergerak, wajahnya hanya bisa memerah menahan malu karena rgeyna hanya mengenakan kimono dan regyn hnya menundukan wajahnya saat reyhan melewati dirinya.


"sa..saya permisi ke ruang ganti sebentar kak". saat regyna ingin pergi reyhan dengan cepat menahan tangan regyna dan mendorong regyna hingga tubuh merek asaling terhimpit di dinding kamar.


"apa kamu sengaja menggunakan ini? ucap reyhan  sambil memainkan tali kimono yang dipakai regyna.


regyna hanya menatap mata reyhan  dengan dalam, dia bingung,malu takut semua perasaan itu bercampur jadi satu.


"ka.kak aa..ku gak tau ka.kalau ka.kakak u..udah pu...pulang". jawab regyna terbata-bata. demi apapun jantung regyna berdetak sangat kencang,  karena jarak wajahnya dan wajah reyhan sangat dekat sehingga nafas reyhan sangat terasa di wajah regyna, sesekali regyna memejamkan matanya untuk menahan getaran di tubuhnya.


reyhan hanya menyeringai, senyum tipis ia tampilkan entah perasaan apa yang dia rasa tapi saat ini jantungnya pun berdebar sangat hebat saat jaraknya dan regyna sangat dekat apa lagi melihat wajah regyna yan sangat jelas, kulitnya yang mulus, putih alisnya yang sangat tebal dan bulumata yang lentik, tapi untuk saat ini reyhan hanya fokus dengan benda kenyal yang saat ini sangat dekat dengan bibirnya. merah, kenyal dan sepertinya sangat manis. tanpa disadari jari reyhan bergerak mengusap benda kenyal itu. dan sang pemilik pun langsung membuka matanya menatap ke arah reyhan.


CUP


mata regyna langsung melotot terkejut saat bibirnya di kecup secara mendadak dengan waktu yang sangat singkat.


"itu hukuman untuk kamu karena sudah berani menggodaku". ucap reyhan dan berlalu masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan regyna masih mematung dan berdiri, regyna seakan beku kaki nya lemas dan tak bisa berjalan.


"a..apa tadi? dia ..dia barusan cium aku kan?, hei ini kenapa seharusnya aku marah karena dia sudah ambil ciuman pertama aku". ucap regyna pada diri sendiri. "dan ini kenapa juga wajah ku merah seperti ini? aku hanya terkejut iya terkejut, dasar laki-laki mesum". gumam regyna dengan wajah yang kesal. regyna pun pergi menuju ruang ganti untuk mengganti pakaiannya.


Didalam kamar mandi reyhan tak berhenti tersenyum membayangkan kelakuannya yang baru saja, sangat konyol dan dia merasa gemas sekali melihat wajah merah regyna sat mendapat kan ciuman dadakan.


"pasti dia kesal sekali, siapa suruh menggunakan kimono? hahaha, kenapa aku senang sekali?" gumam reyhan


regyna turun untuk menemui mertuanya dan membantu mertuanya, saat didapur dia melihat sesil yang sedang sibuk menyiapkan segala persiapan untuk acara malam ini.

__ADS_1


"tumben rajin lu?" tanya regyna ke sesil


"dih lu nya aja yang gak tau kalo gue itu emang rajin, lama banget sih lu dikamar? ngapain aja lu?" tanya sesil yang berhasil membuat wajah regyna merah tapi dengan cepat regyna mengalihkan pandangannya ke arah lain agar sesil tak melihat wajahnya yang merah.


"ma, papa kok gak ada?" tanya regyna


"papa lagi kerumah ayah kamu, karena malam ini keluarga kamu akan datang". ucap mama sintia


"oh iya? mama serius, waah regy senang banget ma, makasih ya ma". ucap regy sambil berhambur memeluk mama sintia.


saat regyna memeluk mama sintia, dari jauh reyhan melihat adegan itu hatinya merasa hangat dan senang, karena regyna bisa menganggap mamanya seperti mamanya sendiri.


mereka pun menyiapkan semua bahan dan peralatan di taman belakang. dan semua minuman, makanan ringan sudah tertata rapi.


bruk


"aw"! pekik sesil yang tak sengaja menabrak seseorang.


"maaf, kamu gak papa? ada yang luka gak?" tanya laki-laki itu dan membantu sesil berdiri.


"gak papa kok, aku juga salah" saat sesil mendongakan kepalanya, dia tertegun dan terdiam melihat sosojk yang ada di hadapannya sekarang.


*gilaaaaaaa ini pangeran dari mana? ganteng banget ya allah, ap mungkin sekarang gue lagi pingsanb terus gue lagi di alam lain? gumam sesil.


beny melambai-lambikan tangannya ke wajah sesil yang memandangnya tanpa berkedip.


"hei, kamu kenapa?, kamu gak gegar otak kan?" tanya beny, dan sesil pun tersadar.


"ah, iya gk kok, aku gak papa, aku cuma kaget aja". jawab sesil dengan senyum cengir nya.


"ayo berdiri, aku bantuin" ucap beny


beny pun membantu sesil untuk berdiri.


"ngapain kalian berdua?" tanya regyna dari arah belakang sesil


"oh, ini tadi aku gak sengaja nabrak dia". ucap beny


jangan-jangan dia ini suaminya regyna. batin sesil


"oh gitu, lu gak papa sil?" tanya regyna


"eh, iya gak papa kok? gy ini ini siapa? suami lu yah? tanya sesil


"hahahahah" regy dan beny pun tertawa terbahak-bahak.


"bukan lah, gue itu temen sekaligus asisten nya suami regyna".  jeals beny


"oh gitu, kirain suami regy hihihi".


"ada-ada aj lu sil, oh iya ben ini temen ku sesil, sil ini beny temen sekaligus asisten suami gue". ujar regyna


"sesil" ucap sesil


"beny" jawab beny


saat mereka berbincang tak lama ada tamu yang regyna tidak tau siapa itu, sedangkan anggota keluarga lainnya hanya diam emmandang tamu tersebut.


tuk tuk tuk suara sepatu yang mendekat ke arah taman.


ayooo siaaaapaaa?????


heheh


bersambung...


.


.


.

__ADS_1


hay gaes bantu like, comen dan vote yah, saya sangat baru di dunia pernovelan hehe jadi hitung-hitung masih banyak banget aku pelajarin, tapi kalo kalian senang dan dukung aku, aku bakal lebih giat lagi untuk menghalu hehehe. makasih yah buat kalian yang udah bersedia menyisihkan waktunya untuk baca novel aku. kalo kalian suka jangan lupa klik love yah.


terima kasih


__ADS_2