
Mereka pun semua melanjutkan makan malam nya dengan tenang, sedangkan regyna masih memikirkan jantungnya yang terus berdebar kencang. Bingung sudah pasti! Kenapa reyhan bisa berubah seperti itu.
"Regyna sayang kamu gak makan?" Tanya mama sintia melihat menantunya itu masih mengaduk aduk lauk dan nasi dipiringnya.
"Ah, makan kok ma", jawab regyna dengan senyuman.
Setelah selesai makan malam semua kembali ke ruang keluarga untuk menonton tv.
"Mama, papa sama oma bersantai aj dulu disini, regyna mau siapin kamar kalian dulu ya". Ucap regyna
"Nanti aj sayang, kamu kan juga pasti capek biar dibantu sama bik ina aj yah". Kata mama sintia.
"Iya gy nanti aj". Ucap papa burhan
"Gak papa ma pa, sebentar yah". Ucap regyna tersenyum lalu pergi meninggalkan ruang keluarga.
Setelah bebrapa menit kemudian, regyna telah selesai menyiapkan kamar untuk mertua dan om nya.
"Pa , ma emh oma kamar nya udah siap, kalo papa mama sama oma mau istirahat langsung aj gak papa". Ucap regyna
"Iya sayang, terima kasih yah, kalo gitu papa sama mama ke kamar dulu yah". Ucap mama sintia sambil berjalan menuju ke kamar.
"Iya ma", jawab regyna "emh oma regy antar ke kamar yah". Tanya regyna
"Gak perlu, kamu angkat aja barang saya, biar cucu saya aj yanga anter saya ke kamar"jawab ketus oma.
"Oma barang-barangnya biar reyhan aj yang bawak, oma dianter sama regy yah". Ucap lembut reyhan
"Gak mau, oma maunya kamu yang anter, lagi pula barang oma itu gak berat". Ucap oma dengan emosi
"Kak, gak papa kok biar regy yg bawak barang, ini gak berat kok". Ucap regyna
"Tapi gy...!" Belum selesau reyhan ngmg oma sudah menyambar.
"Udah, dia nya juga gak papa kan, ayok temani oma ke kamar". Oma langsung menarik reyhan.
Regyna hanya bisa menarik nafas pelan, dia harus terus berusahan agar oma reyhan suka denganya, saat regyna di ambang pintu kamar oma, tak sengaja dia mendengar percakapan reyhan dan omanya.
"Rey, oma tanya sama kamu, kamu bahagia dengan wanita itu?" Tanya oma sambil memegang tangam reyhan.
"Oma ku tersayang kalo reyhan gak bahagia gak mungkin dong reyhan gemukan heheh"! Ucap reyhan smbil senyum cengir.
"Oma gak percaya, oh iya tadi oma sudah tlf miska ngabarin kalo oma disini". Ucap oma senang
"Miska?, Kenapa oma tlf dia? Buat apa? Tanya reyhan.
"Buat temenin oma disini, oma itu suka sama miska, anak nya cantik, fashionable, kaya, bisa dandan pokoknya perfek dan oma suka klo dia jadi cucu mantu oma". Ucap oma
Mendengar itu hati regyna terasa sesak dan sakit, betapa tidak sukanya oma dengan dirinya, regyna hanya bisa menahan buliran air mata yang menggenang di matanya. Dia hanya bisa menarik nafas pelan dan beristighfar.
__ADS_1
Tok tok tok
Reyhan dan oma menoleh bersamaan ke pintu.
"Oma, maaf ini barang oma, regy tarok dimana? Atau mau regy bantu untuk menyusun nya?" Tanya regy.
"Gak perlu, saya gak suka barang-barang saya di pegang sama kamu, biar besok dibantu ina aja, sudah sana kamu keluar". Ucap regyna sambil mengusir regyna.
"Yaudah kalo gitu, oma istirahat aj yah, regyna keluar dulu". Regyn pun keluar dan menutup pintu, dia masih berdiri di ambang pintu sembari memejamkan matanya dan tak terasa air mata nya luruh seketika dan dengan cepat regyna menghapusnya.
"Yaudah oma istirahat, reyhan juga mau istirahat besok kita lanjutin lagi yah". Ucap reyhan dan berpamitan dengan oma.
Saat reyhan berjalan menaiki anak tangga, dia melihat regyna yang menuju hendak ke kamar nya.
"Mau kemana kamu?" Tanya reyhan, dan regyna berbalik badan saat regyna sudah memegang gagang pintu kamarnya.
"Mau kekamar". Jawab regyna
Reyhan mendekati regyna dan melihat di sekitar nya, dia takut jika orang tuanya ataupun oma nya melihat regyna dan reyhan yang tidur terpisah.
"Kan sudah aku bilang kalo ada mama papa sama oma kamu harus tidur di kamar ku, kenapa sekarang kamu malah mau ke kamar mu". Ucap reyhan yang menatap regyna dengan dingin.
"Kok ka rey jadi dingin lagi sih" batin regyna
"Emh harus malam ini ya kak? Besok aj deh". Tolak regyna
Reyhan hanya menatap intens regyna tanpa menjawab seakan tatapannya itu adalah ancaman buat dia karena dia berani menolak.
"Iya iya saya ambil selimut saya dulu, nanti saya menyusul, kakak duluan aja". Ujar regyna yang langsung pergi dan masuk kekamarnya untuk mengambill selimut, sedangkan reyhan langsung berjalan menuju kamarnya.
Cukup lama regyna di dalam kamarnya karena dia merasa canggung sekali untuk satu kamar dengan reyhan, sedangkan reyhan menunggu regyna dikamar, tak berapa lama regyna datang dengan membuka pintu kamar pelan dia melihat-lihat apakah reyhan sudah tidur atau kah belum, dan ternyata reyhan sudah terlelap di atas tempat tidur.
"Alhamdulillah, udah tidur". Regina masuk dengan berhati-hati supaya tidak membangunkan reyhan dan dia memperhatikan wajah reyhan saat tidur.
Regyna menyunggingkan senyumannya dan menatap reyhan "kamu kalo tidur gini ketampanan mu berlipat ganda hihih wajah mu juga gk ngeselin ganteng banget tapi kalo udah bangun dih ya ampun hanya allah yang tau 🤭🤭". Ucap regyna
Reyhan yang saat itu hanya memejamkan matanya ingin rasanya menarik hidung regyna dan menjitak kepalanya, tapi ia tahan karena ingin lebih banyak mendengar apa yang regyna ucapkan.
Terus saja kau berbicara kelinci kecil, aku akan mendengarkanmu. Batin reyhan
"Hihihi kau tau tuan reyhan, harusnya kau itu tidak perlu jutek-jutek karena kenapa? Karena ketampanan mu itu bisa sirna hihihi, ada-ada saja kau ini regyna bicara sama orang tidur coba kalo dia bangun yaa mana berani lah haha ups", regyna yang kelepasan tertawa langsung menutup mulutnya, dia melirik reyhan yang menggeliat dia takut jika reyhan terbangun.
"Eemh aku tidur dimana yah?" Regyna melihat sekeliling kamar reyhan dan natanya tertuju di sofa yang berada di depan tv.
"Untung ada sofa ini, emang ya kalo orang kaya itu gak tanggung-tanggung sofa aj gedenya sama kayak kasur rakha dirumah 🤭🤭 duh jadi kangen sm sibungsu" regyna sedikit sedih mengingat adik kecilnya itu karena sudah lama tidak bertemu.
"Aaaah gak kalah empuk sama kasur nih sofa hihi". Ucp regyna dan sebelum tidur regyna melihat ke arah reyhan untuk memastikan reyhan benar-benar sudah terlelap.
"Kak reyhan kayak nya pulas banget, gak papa kali yah jilbab aku buka toh aku pasti bangun sebelum kak reyhan bangun jadi dia gak liat aku gak pakek jilbab, sebenarnya sih gak masalah kalo dia lihat aku tanpa hijab tapi gak tw kenapa aku belum siap karena kak reyhan juga belum nerima aku, hoaam oke deh mari kita tidur"! Regyna pun melepas jilbab instannya dan membaca doa tidur yang selalu menjadi kebiasaan regyna seblum tidur Tak begitu lama dia pun tertidur dengan pulas sangat pulas.
__ADS_1
Setelah regyna tidur reyhan membuka sebelah matanya untuk melihat keadaan regyna dan mengangkat kepalanya sedikit.
"Kenapa dia malah tidur di sofa?" Gumam reyhan dan berjalan mendekati regyna "dasar sofa sialan awas lu besok gue pindahin biar lu gak bisa ditiduran kelinci kecil itu" gumam reyhan.
"Tadi kamu bilang apa tentang aku? Aku tampan? Ucap reyhan dan menyunggingkan senyumannya "baru tau kamu haa!" Reyhan pun merapikan suiran rambut regyna yang menutup wajahnya. "Ternyata rambut kamu indah banget hitam tebat panjang dan berkilau, kenapa kamu gak mau aku melihatnya? Bukannya aku punya hak?" Tanya reyhan pada regyna yang sudah tidur, tentu reyhan hanya berbicara pada dirinya sendiri.
Puas dia memperhatikan wajah regyna, reyhan pun berbaalik untuk kembali tidur.
"Mulai besok mau gak mau kamu harus tidur sama aku, dan lihat aj nanti siapa yang bangun duluan, aku gak sabar lihat wajah mu yang merah karena malu hihihi" gumam reyhan "oke selamat tidur kelinci kecil". Ujar reyhan dan kembali ke atas tenpat tidur.
Waktu menunjukan pukul 04.45 pagi regyna menggeliat kekanan dan kekiri untuk menarik otot-ototnya dan bangun untuk menjalankan sholat shubuh. Dia pun berjalan ke arah kamar mandi untuk mencuci muka dan mengambil wudhu tapi sebelum langkanya sampai pada kamar mandi dia berhenti di tepi ranjang untuk melihat reyhan tapi saat dia melihat ke arah tempat tidur ternyata reyhan tidak ada.
Regyna melebarkan matanya dan langsung mengambil jilbab untuk dipakainya.
"Dimana dia kok gak ada?" Gumam regyna yang kaget. Tapi disaat dia kaget dia mendengar pintu kamar mandi terbuka
Ceklek
Regyna pun menoleh ke arah pintu kamar mandi.
"Aaaaaaaaaa"! Regyna reflek teriak karena melihat reyhan hanya mengenakan handuk saja di waktu pagi dini hari, dan reyhan langsung menutup mulut regyna dengan tangannya. Kini jarak diantara mereka sangat dekat sehingga deruan nafas mereka sangat terdengar.
"Ini masih pukul 4.50 kenapa kamu teriak? Kamu mau buat semua penghuni dirumah ini terganggu?" Ucap reyhan dan regyna hanya memejamkan matanya kemudian reyhan melepaskan tangannya.
"Ka..kakak kapan bangunnya?" Tanya regyna gugup tanpa berani membuka mata.
"Baru kok, yaa cukup lah untuk lihat iler kamu" jawab santai reyhan sambil berjalan menuju ruang ganti untuk melaksanakan sholat shubuh.
Regyna hanya bengong mendengar ucapan reyhan, dia malu sungguh sangat malu "apa iya aku ileran". Batin regyna
Dia pun langsung masuk ke dalam kamar mandi dan menatap dirinya di cermin.
"Gak ada bekas iler kok, gak mungkin lah dia lihat aku tidur, udah ah mending aku bersih bersih dulu". Ucap regyna
Setelah selesai membersihkan diri dan melaksanakan kewajibannya untuk sholat regyna pun segera turun guna menyiapkan sarapan.
"Emh kakak istirahat lagi aja alu izin ke dapur dulu untuk siapin sarapan". Ucap regyna sbil menundukan matanya.
Reyhan hanya menatap regyna tanpa menjawab ucapan regyna.
Regyna hanya bisa menghela nafas pelan "permisi yah kak"! Regyna pun langsung turun menuju dapur, dan dia pun dengan gesitnya memasakan masakan untuk sarapan dan makan siang, saat dia memasak bik ina menemui regyna.
bersambung~
.
.
.
__ADS_1
.