Journey To The Brockleheart Sky

Journey To The Brockleheart Sky
Chapter 1: The Dahlia Birth


__ADS_3

Raungan acak bercampur rintihan misterius menggema di dalam ruangan. Suara gemuruh di luar jendela pun mendadak terhenti, napas Herms tertahan.


Bayangan hitam yang masuk ke kamar tempat istri Herms melahirkan, berdiam di dalam untuk beberapa detik.


Nyonya Quirkell berteriak asal. Lalu teriakannya pun menghilang saat bayangan itu kembali ke luar, secepat kilat bayangan misterius itu menghilang. Tak berjejak.


Melihat hal itu Herms memaksa masuk ke dalam. Bagaimana jika kekuatan makhluk hitam mengerikan itu menemukan mereka di sini? Itu artinya tempat ini tak aman lagi.


Herm berhasil masuk dan mengindahkan ucapan wanita penjaga pintu, didapatinya sang istri sedang menangis.


"Ada apa, Sayang?" Herms bergegas.


"Ini surat dari Ibuku, beserta kotak itu!" ucapnya menyodorkan gulungan kertas yang sedikit terbuka. Herms mengambil dan membaca surat itu.



**Padmaku sayang.


Saat ini, mungkin cucuku telah lahir ke dunia. Sesuai dengan ramalan Yovanka, saat cucuku lahir, kehidupanku pun akan segera berakhir. Aku harus memberikan seluruh pengetahuanku tentang pengendalian padanya.


Jagalah kotak ini baik-baik, jika dia sudah siap kau bisa memberikannya.


Mungkin saat ini peri Elena sudah sampai pada adik iparmu, untuk menyampaikan pesan yang kuberikan.


Selamat putriku, kau melahirkan seorang Dahlia. Dia memiliki seluruh kekuatanku sebagai seorang Dahlia. Dia akan jauh lebih kuat, sangat kuat dibandingkan para dahlia pendahulunya.


Tertanda,


Ibumu.



Herms terdiam, ia menatap sang istri yang masih menangis, tenggelam dalam kabut duka. Tangisan bayi dan ibunya kini terdengar seirama. Herms meluruskan pandangan sejenak, dari balik jendela pepohonan tak lagi terlihat marah. Padma diam, dia larut dalam kesedihannya.


Herms memeluk sang istri sambil berkata, "Ada yang datang, ada yang pergi! Tenangkan dirimu!" Padma justru semakin menangis.


Ini seperti mimpi, saat melahirkan bayi yang ditunggu, Padma justru kehilangan ibunya; ibu mertua Herms. Ramalan itu memang benar, tapi hati Padma terlanjur tak percaya. Mengapa harus begini?


"Apa yang Elena katakan padamu?" lanjut Herms duduk di pinggiran ranjang.


"Ibuku!" ujarnya pelan tersedu-sedu.


"Tenanglah sayang, setelah bayi kita berusia 10 hari kita akan pergi untuk menemui Ibumu. Percaya padaku, dia akan baik-baik saja."


"Tidak Herms! Bayi itu pembunuh! Dia seorang pembunuh."

__ADS_1


"Ini takdirnya, Ibumu bahkan bisa menerimanya."


"Tapi, nenek Lisea bahkan tidak meninggal saat dia melahirkan Dahlia, begitu pula dengan nenek dari ibuku! Ibuku juga seorang Dahlia!"


"Untuk itu jangan percaya pada Elena! Bisa saja dia salah."


"Kau pikir Elena siapa? Dia peri penjaga! Hanya jika dia dibuang atau pemiliknya meninggal dia bisa menjadi bayangan. Apa kau tidak melihat bayangan tadi?" Padma kesal, menatap bayi di pangkuan seorang wanita.


"Padma!" panggil Herms mencoba menenangkan.


"Nyonya, ini bayimu!" sela perawat mencoba memberikan bayi itu.


"Bawa dia jauh-jauh dariku, Herms!" pintanya lemas.


"Kau harus menyusuinya!" lanjut perawat. Padma diam, dia mengabaikan Herms dan perawat. Hanya tangisan yang keluar dari bibir kecilnya, menahan diri agar tak membenci bayi mungil itu.


***


Langit biru yang cerah tidak bisa menenangkan hati Herms Quirkell. Entah apa yang terjadi padanya, ada sisi bahagia dan kesedihan di wajah oval itu. Herms hanya bisa berdiri menatap pemandangan kota di balkon ruangan bayinya, menunggu bayi itu menangis dan menenangkannya dengan susu pengganti.


Sudah tiga hari bayinya lahir ke bumi, Herms belum memberikan nama pada bayi perempuan berambut merah itu.


Herms fokus menenangkan istrinya yang tertekan, bahkan sedang mengurung dirinya atas rasa bersalahnya. Ribuan ucapan menyinggung pun terlontar dari bibir tipis itu, memaki dan menyesali pernikahannya dengan Herms.


Besok, merupakan pemakaman Julia Glories. Ibu Padma, yang dikabarkan meninggal karena Padma melahirkan seorang Dahlia.


Pernah dengar tentang Dahlia? Kabarnya, saat kekuatan hitam dan sihir beradu, hanya dengan jentikan jemari Dahlia, semua cahaya suci akan menyapu gemuruh kegelapan.


Dahlia adalah sebutan bagi Pengendali yang bisa mengendalikan 5 elemen sekaligus. Air, Tanah, Api, Tumbuhan, dan Darah. Karena Herms merupakan seorang manusia yang memiliki pengendalian pikiran. Bisa dibayangkan, Dahlia seperti apa yang akan lahir dari Padma, cucu seorang Dahlia.


"Padma, Marry ingin bersama denganmu!" kata Herms menyebut bayi itu dengan panggilan Marry.


"Pergi! Biarkan aku sendiri!" tegasnya.


Herms hanya bisa menurut, karena teriakan penolakan semakin menjadi-jadi. Herms tahu rasa bersalahnya mulai menjadi kebencian. Di tengah kekacauan, Herms memutar otak dan mendapatkan ide untuk mencari ibu pengganti. Ibu yang siap membagi ASI dengan Marry.


***


Malam, hari ketiga. Peri Elena, sosok bayangan malam itu. Ia kembali ke bentuk semula, setelag menemukan majikan baru.


Herms mendapatkan surat, surat yang diantarkan langsung oleh Elena.



**Herms tersayang.

__ADS_1


Aku sangat setuju dengan rencanamu itu, mencari ibu pengganti bisa membuat Padma iri nantinya. Dia pasti akan mengambil kembali bayinya.


Kau memanggilnya Marry 'kan, itu nama yang sangat cantik dan riang. Segera beritahu aku jika kau sudah punya nama lengkap untuknya. Aku suka nama itu.


Herms, maaf, adikmu ini tidak bisa datang ke pemakaman. Kau tahu akhir-akhir ini para Troll sering mengacau di tempatku. Jadi, aku tidak bisa meninggalkan Arsk, untuk menemuimu.


Surat dari Nyonya Julia Glories sudah kubaca, selebihnya akan kuberitahukan saat kita bertemu.


Doaku, menyertaimu. Semoga Padma semakin membaik.


Tertanda,


Laura Quirkell.



Herms tersenyum membacanya, yang ada dalam benaknya saat ini adalah nama yang sebenarnya untuk Marry. Herms berpikir sendiri di ruang kerjanya, membaca beberapa buku untuk bahan referensi. Jika saja bukan karena Dark War, mereka pasti sudah membuat nama untuk bayi itu saat Padma masih mengandung.


Tapi, Dark War terlalu menyita waktu dan tenaga.


Herms punya ide, karena kejadian beberapa hari ini, yang mana Marry selalu ditolak ibunya. Herms memberinya nama Marrietta, yang dalam bahasa perancis berasal dari nama Marietta yang berarti pahit, sebab kelahirannya membuat kepahitan dalam hidup Herms dan Padma. Herms menambahkan huruf R di nama Marietta. Agar bermakna Merry-Riang.


Jadi, Marrietta adalah si pahit yang periang. Atau lebih tepatnya bermakna sepahit apapun hidupnya, Marrietta akan menjadi gadis yang kuat dan periang.


Dahlia yang belum terukur kekuatannya ini tampak merespons saat Herms memanggil namanya.


"Marry!" Bayi cantik berwajah putih bersih, rambut merah yang hampir botak, tangan yang cantik, berhidung mancung dan bibir tipis mirip seperti Padma.


Gadis yang dipanggil Marry, dan bermakna buah cinta pernikahan mereka berdua. Kecantikannya pun akan menjadi legenda.


"Marrietta Quirkell, puteri-ku tersayang. Aku harap bisa melindungi sampai akhir. Akan kupastikan kau bukan Dahlia yang berbahaya dan ramalan penyihir licik itu adalah kesalahan besar.


***


Bersambung


***


*Marrietta ... Bagaimana nih? Ada yang penasaran cerita seperti apa ini? Aku menggabungkan semua jenis cerita dan imajinasi di dalamnya.


Semoga suka ya ....


Silakan berikan vote, like, rating dan comment-nya bila Anda suka ya ....


Selamat membaca*!

__ADS_1


__ADS_2