
Padma panik. Tapi, Herms di hadapannya malah tampak kebingungan. Padma melirik Susan penuh kekesalan.
"Sue? Apa yang sedang kau rencanakan?" lanjut Padma menyentuh dadanya.
"Apa maksudmu?" Susan berkilah.
"Herms percaya padaku, dia ingin membunuhku. Tapi, Marry! Dia yang memakan cokelatnya!"
"Kenapa kau menuduhku!" geram Susan.
"Tentu saja! Aku melihat kau yang melakukannya!" sela Elena terbang mendekati Susan.
"Pergi kau hama! Jangan mendekatiku!" seru Susan menepis Elena.
"Hentikan!" teriak Herms.
"Herms ...," panggil Padma.
"Pergi kau!" ujarnya mendorong Padma menjauhi Marry.
"Apa? Herms kau sudah gila?" Padma mencoba menggapai Marry. Herms memeluk Marry dengan erat.
Sementara itu, dia tidak menyadari bahwa Padma juga terkena racun yang sama.
"Nona sebaiknya kau pergi denganku saja!" pinta Elena.
"Tidak! Bagaimana bisa aku pergi, puteriku!"
"Pergi kau! Elena pasti sudah membunuhnya karena karena ramalan Dahlia." Herms kembali menuduh. Ada apa ini? Padma bingung. Mengapa Herms bersikap seperti ini?
"Tidak aku tidak melakukannya!" bantah Elena marah.
"Biarkan aku melihat puteriku Herms, kumohon!"
"Tidak, aku pikir kau sudah bisa menerimanya?" Herms terus menyalahkan Padma akan hal yang menimpa Marry. Herms berusaha keras mengusir Elena.
"Ini bukan waktunya berdebat, Herms. Berikan puteriku."
"Apa kau yang memerintahkan Elena?"
"Herms sadarlah!" Padma tercekat. Dadanya mendadak panas.
Susan pun mendekat, dan menawarkan dirinya untuk mengobati Marry. Dia menyentuh dahi, Marry lalu membaca Mantra penyembuhan.
"Kau Dahlia, sudah kuduga itu bukan gosip!" batinnya puas. Tugas Susan selesai. Kini ia yakin bahwa Marry adalah Dahlia. Keluarga Herms menyembunyikan fakta dan ramalan itu bukan tanpa sebab.
"Jangan sentuh puteriku! Dia masih hidup, kau menyakitinya!" Dorong Padma mengusir Susan.
__ADS_1
"Tutup Mulutmu! Dravis, bawa pergi perempuan ini! Bawa dia jauh-jauh dari hadapanku!" marah Herms.
"Herms, uhk uhk ...," batuknya tertahan.
"Nyonya ...," panggil Dravis sang penjaga rumah. Lelaki berbadan tegap usia kisaran 40 tahun itu mendekat.
"Biarkan kumelihatnya, kumohon!" pinta Padma sungguh-sungguh.
"Kau tidak pernah menyayanginya."
"Kumohon!"
"Baiklah, setelah melihatnya kau dan peri itu harus pergi dan tinggalkan rumah ini," ucap Herms melemah.
"Herms?" panggil Padma.
"Akan kuberitahu Laura untuk mengusir peri sialan itu!" Herms bersikeras untuk mengusir Padma. Sepertinya dia memang sudah gila.
"Berikan puteriku!"
"Sue, bantu aku membawa Marry!"
"Biarkan aku mengobatinya! Baiklah. Jika Marry sadar, aku akan pergi! Aku bersumpah!" rengek Padma menangis.
Mendengar itu Herms diam, akhirnya membiarkan Padma mengobati Marry.
Marry batuk, napasnya kembali dan dia membuka mata kecil itu perlahan, bola matanya berubah. Bola mata yang semula berwarna coklat, kini menjadi biru tua metalik.
Sebuah rahasia besar tersimpan dalam mata anak kecil ini. Tubuhnya sedikit menguning lalu kemudian memucat. Padma mencium pipi Marry berkali-kali. Dengan berat hati menyerahkan anaknya kepada Herms. Wajah Herms masih sama, ada raut penyesalan dan kebodohan.
Tanpa berlama-lama, Padma mengabulkan janjinya. Hanya tangisan yang diberikannya kepada Marry yang mulai tertidur di pangkuan Herms. Sayang, Marry tidak menangis, hingga Padma tidak bisa mendengar suara Marry yang akan dirindukannya.
***
Susan menghampiri Herms yang hanya terdiam menatap Marry.
"Bagaimana aku akan merawatnya, Sue? Aku sudah mengusir ibunya!" sesal Herms.
"Kau bodoh. Kau salah, seharusnya kau mengusir Elena!" ucap Susan menyentuh pundak bidang itu. "Harusnya wanita jalang itu mati di tanganku, Herms!" batin Susan.
"Jika Elena kembali, dia akan memengaruhinya atau sebaliknya. Kau tahu kan? Dulu keduanya sangat membenci Marry, atas kematian ibunya," ungkap Herms sendu.
"Sudahlah, jangan bersedih! Kau masih memiliki sahabat, aku akan selalu ada untukmu! Di sampingmu." Dengan memperlihatkan sedikit ujung gigi taringnya, Susan merayakan sedikit kemenangannya. "Selamat tinggal Padma!" batinnya puas.
***
Beberapa hari kemudian, tersiar kabar bahwa Padma telah meninggal. Tanpa sepengetahuan Herms, Susan mengirim kelelawar pembunuh untuk menyingkirkan sahabatnya dari muka bumi.
__ADS_1
Rahasia besar itu telah dibawa pergi oleh Padma. Satu-satunya saksi kunci adalah Marry. Tapi, bagaimana bisa membuktikan ibunya tak bersalah jika Marry saja tak bisa bicara dan kejadian menyedihkan ini terjadi saat Marry masih berusia satu tahun.
***
15 tahun telah berlalu.
Marry biasa dia dipanggil, gadis kecil itu kini telah tumbuh remaja. Herms membawa Marry ke Okrey, kota tua yang mirip dengan London. Okrey adalah rumah masa lalu Ayah dan ibunya. Keluarga Quirkell pernah tinggal di sini untuk beberapa tahun, sebelum akhirnya mereka kembali ke Arsk.
Kini keluarga Quirkell menjadi sangat terkenal, karena ayahnya telah sukses membangun usaha yang membuat keluarganya menjadi kaya raya.
Saat masih berada di Stanome, Marry tinggal bersama Herms, Susan dan Jennifer. Barulah 6 tahun yang lalu mereka pindah ke Okrey.
Marry punya nama panggilan khusus, 'Silent Girl' dikarenakan gadis 16 tahun ini tak bisa bicara.
Selama tinggal di Okrey, Marry dan Jennifer di sekolahkan di tempat yang berbeda. Jennifer yang kini berusia 21 tahun baru saja masuk di salah satu Universitas terkenal di Okrey, satu-satunya Universitas Modern di tempat ini dan menjadi siswi terpandai, di lingkungannya.
Lain halnya dengan Marrietta, dia bersekolah di sebuah tempat khusus. Anak-anak berkebutuhan khusus menjadi teman-temannya.
***
Orang-orang menganggap keluarga ini aneh, terang saja, Herms adalah seorang pengendali yang memiliki kemampuan sihir. Tapi, dia tak pernah menggunakan kemampuannya untuk apapun, berbeda dengan warga Okrey yang dekat dengan kekuatan dan kemampuan mereka.
Kabarnya, semenjak menikahi Susan Smith, Herms menjadi penurut. Bahkan mengikuti semua permintaan Susan, termasuk tidak menggunakan kekuatannya, juga menjauhkan Marry dari Herms. Dia berubah layaknya manusia biasa, tak berbeda dengan Warga Manusia biasa yang tinggal di Okrey.
Selain Herms, Susan Smith juga dianggap aneh. Susan hanya sering keluar dan bertemu teman-teman di malam hari. Ditambah lagi, semenjak keluarga ini pindah ke kota, sudah banyak hal buruk yang terjadi.
Salah satunya, hampir 100 orang yang tewas tanpa sebab. Membuat orang-orang di sekitar mereka berpikir bahwa keluarga Quirkell mungkin bertanggung jawab atas hal yang terjadi, apalagi pada malam purnama terkadang suara auman mengelilingi rumah Keluarga Herms.
Fakta bahwa, Herms memiliki ayah setengah serigala dan ibu setengah penyihir sudah diketahui banyak orang, bahkan saat dia masih duduk di Brockleheart Sky. Tapi, fakta itu berubah menjadi rumor gelap yang tak pernah terbukti. Satu yang tak diketahui orang-orang adalah asal-usul Susan Smith.
Susan Smith berkulit putih kemerahan, cantik. Di wajahnya ada freckles yang membuatnya menawan. Berambut merah darah, keunikannya adalah saat kekurangan darah warna rambutnya akan berwarna kecokelatan dan akan menyerupai warna merah rambut Marry.
***
Selama tinggal bersama ibu dan kakak tirinya, memang benar Marry tak pernah diperlakukan semena-mena. Namun, saat Marrietta melakukan kesalahan sekecil apapun, itu akan membuat ibu tirinya sangat marah. Berbeda dengan ibunya, Jennifer sangat menyayangi Marry karena ia tak memiliki adik.
Marry yang pendiam, lebih tepatnya tak pernah bicara setelah kejadian racun cokelat, memiliki beberapa hewan peliharaan.
Di antaranya adalah kucing Angim; Anggora Immortal peninggalan ibunya, kucing ini bernama Agni. Kucing abadi yang turun temurun dari keluarga ibunya, kucing jenis Angim adalah kucing berbulu lebat dengan ekor panjang menggulung ke dalam. Kucing yang dapat berubah bentuk ini merupakan kesayangan Marry di antara hewan lain yang ia miliki. Selain kucing, dia punya Star dan Moon si kelinci dan Tow si kura-kura langka berwarna perak.
***
Marrietta sudah sering mendapatkan hukuman dari Susan Smith. Tapi, dari sekian banyak hukuman, hukuman ruang bawah tanah yang paling ditakutinya. 6 tahun tinggal di Okrey sudah hampir 10 kali Marry dihukum di tempat itu.
Menyeremkan, walau ia sudah terbiasa.
***
__ADS_1
Bersambung