
Cahaya ringan menyilaukan mata semua yang ada di tempat itu. Malam yang hening penuh kesesakkan, meleburkan kesedihan dengan sia-sia.
"Mana Herms! Di mana dia?" gusar Black Shadow mendorong ibu dan anak yang sudah berhenti bertengkar.
"Tidak! Mereka menghilang? Bagaimana bisa?" sesal Susan kebingungan.
"Baguslah jika mereka menghilang, aku tidak perlu melihat ibuku melakukan hal buruk kepada mereka!"
"Jennifer!" marah Susan dan Black Shadow.
"Diam atau kubunuh?" Black Shadow menggeram. Jennifer terhenti. Susan diliputi kekesalan.
Angin malam itu, menjadi sangat dingin. Susan gagal balas dendam, begitu pun Marcus sang Black Shadow, ia gagal mendapatkan sesuatu dari Marry yang diduga sebagai Pengendali Tertinggi.
Black Shadow pulang ke persembunyian dengan tangan kosong dan meminta para kelelawar pembunuh untuk mencari keberadaan ayah dan anak itu.
***
Kekesalan Susan masih menjamur di hatinya, bagaimana bisa sihir terkuatnya menghilang begitu saja dari tubuh tua Herms. Merasa tak bisa menerima kepergian suami dan putri tirinya itu, Susan mengurung dirinya di kamar dan memikirikan langkah selanjutnya.
"Mereka terluka, tidak akan bisa melakukan teleportasi yang jauh. Jika itu Herms, maka tidak akan lebih dari 10 kilometer, mereka pasti masih di sini, di Okrey!" gerutunya pada bayangan dalam cermin.
Sementara itu, Jennifer terus menyesali apa yang terjadi. Dia tak pernah menyadari jika semua ini sudah direncanakan oleh ibunya sendiri. Jennifer bahkan terlalu sedih untuk bercermin.
Dia masuk ke kamar Marry dan melihat tempat ini kosong. Bahkan Jenny masih bisa merasakan suhu tubuh Marry yang masih terasa dalam ruangan kecil dan pengap itu.
"Ini belum satu jam! Mereka pasti bersembunyi di suatu tempat! Tuhan, semoga ayah dan adikku baik-baik saja!" gumamnya berharap.
***
Kemarahan Black Shadow tak teredam lagi. Dalam perjalanan menuju markasnya, dia membunuh 3 orang perempuan dan seorang anak kecil.
Sesampainya di markas. Wajah tuanya yang mengerut, perlahan menghitam, seolah awan gelap memakan wajahnya. Perlahan, lapisan demi lapisan yang tampak seperti bawang mengelupas dari wajahnya. Wajah tampannya kembali lagi, meskipun tak semuda yang diinginkannya.
Seusai bergelut dengan dirinya sendiri, Black Shadow mengirimkan puluhan kelelawar untuk mencari Herms dan Marry.
"Kau temui Susan, katakan padanya jangan bersedih! Kita akan melanjutkan perburuan malam ini!" pintanya pada pria berjubah cokelat yang sedari tadi menyaksikan aksi sulapnya.
"Baik, tuanku!" tanggapnya bergegas. Terbang menjadi kelelawar merah.
"Aku tidak tahu, jika Herms masih bisa melakukan teleportasi. Tapi, 'Disappear'? Mantra itu masih bekerja? Kenapa?" Black Shadow penasaran dengan mantra itu.
Dia bisa mengingat kembali kejadian 25 tahun yang lalu. Kejadian saat Herms masih menjadi siswa di Brockleheart Sky.
***
__ADS_1
Semua penghuni asrama Brockleheart Sky, berdiri di aula pertunjukkan. Sesosok gadis tak bernyawa tergantung di lampu lilin besar. Seorang pria tua mencoba untuk menurunkannya dari atas sana, namun dirinya jatuh menghantam ke tanah.
"Disappear!" ujar seseorang dengan santainya. Lelaki itu pun tak jadi menghantam tanah, dan justru sudah terbaring di lantai aula.
"Disappear!" ucapnya lagi sambil menodongkan tongkat sihirnya ke arah gadis yang tergantung.
Secepat mungkin pihak medis membawa gadis itu ke rumah sakit.
"Professor? Apa Ammy akan baik-baik saja?" tanya gadis berambut merah.
"Di mana Herms? Aku ingin bicara dengannya ...," abainya berjalan menuju luar aula.
Professor Marcus Frobisher, pria berkaca mata dengan mata bulat tegas beralis tebal. Semua menghormatinya, tapi takut kepadanya secara bersamaan.
Ia menemukan Herms muda berusia 17 tahun, sedang memandangi jari jemarinya penuh dengan ketakutan.
"Herms Quirkell?" panggilnya.
"Prof. Frobisher! Aku, kenapa aku melakukannya? Apa yang terjadi padaku? Aku manusia! Aku pengendali pikiran, aku bukan monster!" ucapnya terbata-bata.
"Apa benar kau yang melakukan itu kepada Ammy?"
"Aku menjadi sangat marah dan ... dan aku ... aku berkuku tajam dan berbulu... hhh!" takutnya.
"Apa maksudmu?"
"Kami merekayasa informasimu, karena ayahmu adalah mantan pengajar yang sangat kami hormati di tempat ini." Professor Marcus menatapnya.
"Apa? Kenapa?"
"Ayahmu seorang manusia serigala. Nenekmu lah yang menurunkan sifat itu. Tapi, jangan khawatir," ujarnya tiba-tiba.
"Apa aku sama seperti Oliver?"
"Tidak! Kau berbeda. Ayahmu hanya setengah manusia serigala, sedangkan ibumu hanya manusia biasa, yang kebetulan memiliki kemampuan pengendalian. Kami tidak pernah tahu kalau pada akhirnya kau akan memunculkan gen serigalamu!"
"Apa ada cara agar aku bisa menghilangkannya?" Lelaki muda itu menatap penuh keputus-asaan.
"Tidak ada!" jawabnya yakin.
"Bagaimana mungkin?"
"Berbaikanlah dengan Oliver, aku akan membantumu!" tawarnya santai. "Dia serigala hitam, dia bisa menjadi sangat liar jika dia tidak bersama denganmu!"
"Bagaimana bisa kau membahas Oliver di saat seperti ini? Aku ketakutan, aku baru saja melakukan kejahatan!"
__ADS_1
"Kau ingat ramuan yang kau minum semalam, itu adalah ramuan buatanku. Itu ramuan pemicu gen. Aku membuatnya agar kau menyadari posisimu yang sebenarnya. Kau lebih kuat dari kelihatannya Herms," terangnya.
"Kau? Kau tadi bersikap seolah-olah tidak tahu apapun. Tapi, kau memberiku sesuatu yang--"
"Tidak perlu pikirkan apapun, aku akan membantumu!" tawarnya tampak membingungkan bagi Herms.
"Professor, lalu bagaimana dengan Ammy!" abai Herms melanjutkan rasa penasarannya terhadap gadis yang sempat disakitinya.
"Siapa? Ammy? Ms. Wott, gadis yang melakukan bunuh diri, untuk apa kau pikirkan?" senyumnya meninggalkan Herms.
"Apa?" Herms tertegun.
***
Musim semi 1938, Brockleheart Sky.
Pengadilan tinggi Brockleheart menetapkan Marcus Frobisher sebagai pembunh Ammy Wott. Herms dan Oliver yang menjadi saksi, memilih menyelamatkan diri sendiri. Marcus hanya diam, dan menerima semua tuduhan atas pembunuhan Ammy.
Tiga bulan dalam penjara, Marcus melarikan diri dari penjara di Rusia. Sejak hari itu pula, semua mantra teleprotasi dihapuskan dari buku pelajaran Brockleheart Sky. Termasuk mantra ciptaan Marcus 'Disappear Spell', berubah menjadi mantra kutukan.
Hingga Herms dan Oliver lulus dari Brockleheart mereka tidak pernah tahu keberadaan professor yang berakhir menyeramkan itu.
***
Black shadow melihat refleksi dirinya di kolam kecil dalam goa persembunyian.
"Marcus Frobisher, kau bersalah membunuh Ammy Wott. Hukuman 20 tahun penjara dan kami mencabut semua hak dan kewajibanmu sebagai pengajar di Brockleheart sky! Bla bla bla. Hahahahahah ...," tawanya seram.
"Aku, tidak akan jadi seperti ini karena pengkhianatan Oliver dan kau. Setidaknya, Oliver tewas sebagai pengikutku yang paling setia. Dahlia, aku akan mendapatkan putri Dahlia-mu itu Herms. Bagaimana bisa kau melakukan ini padaku, aku yang menutupi aib keluargamu, tapi kau membuka aibku sendiri! Sampah!" racaunya menggila.
"Penipu, berpura-pura hidup sebagai manusia biasa selama bertahun-tahun. Kau hidup karenaku, maka kau akan mati di tanganku!" gumamnya.
Marcus Frobisher menjadi penganut kekuatan hitam setelah melarikan diri dari Penjara rusia. Setelah kekuatannya dicabut, dia kembali mempelajari ilmu sihir dan sebagainya. Berbekal darah vampire yang dimilikinya Frobisher menjadi sangat kuat. Dengan nama Black Shadow dia menjadi penyihir yang paling ditakuti di kalangan vampire hitam dan kaum serigala hitam.
Pencipta mantra Disappear ini tak bisa mendapatkan mantranya kembali. Disappear sendiri adalah mantra teleportasi benda. Semenjak dilarang penggunaannya, para penyihir dan pengendali menggunakan sihir dan ilmu pengendalian lainnya untuk menghilang maupun memindahkan benda.
Tapi, Herms. Dia masih bisa menggunakannya. Menimbulkan sejuta tanya dalam benak Black Shadow.
***
Setahun sebelum kelahiran Marry, Black Shadow datang membalaskan dendamnya dan mengacaukan kehidupan Herms juga Oliver Goldstein. Lalu, bersembunyi karena ramalan Yovanka, seorang peramal cilik yang tak pernah menua.
***
Bersambung
__ADS_1