
Hari ini kedua pasangan pengantin baru itu sedang sibuk mempersiapkan barang-barang untuk mereka bawa kefilipina. Ya. Keduanya telah memutuskan untuk honey moon hari ini sampai hari mendekati pendaftaran kuliah.
"Baju udah lengkap,barang-barang udah,sepatu udah,eumm... Apa lagi ya?" Gumam natasya sembari mengetuk ngetuk dagunya dengan jari telunjuk.
"Ganti baju sayang... " Kekeh leon. Sontak natasya menoleh kebelakang dan sudah mendapati leon yang terlihat tampan dengan hodie maroonnya dan jelana jens putih.
"Astagfirullah.. Aku kok bisa lupa sih. Yaudah kamu tunggu dulu dibawah,emm.. Tolong bawa yang ini ya. Nanti yang ini biar tak bawa aku ganti baju dulu. " Ujar natasy bawel sendiri lalu berganti pakaian.
Skip
Saat ini keduanya sudah berada dibandara dan disitu juga ada ica yang sedari kemarin membujuk natasya agar mengizinkannya mengantar hingga kebandara. Dan akhirnya natasya pasrah saja.
"Sya.. Hati-hati ya,aku pasti bakal kangennnnn banget sama kamu. Uhhhh..." Ujar ica lebay sembari memeluk natasya erat.
"Iyaiya ca,aku juga bakal kangen sama kamu. Eum,kamu minta oleh-oleh apa entar?" Tanya natasya.
Ica melepaskan pelukannya. "Eumm.. Apa ya? Oh aku minta oleh oleh dedek bayi aja deh. Bisa kannnnn.... " Ujar ica sembari menaik naikkan kedua alisnya.
"Ihhh apaan sih ca.."
"Kalau itu tenang aja kok. Orang kita juga udah buat kok,tinggal nunggu hasil,ya nggak yank.. " Sambung leon sembari merangkul natasya dan menyengir lebar.
Buk
"Ih jangan buka gituan dong,nggak boleh tau.. " Kesal natasya.
"Aciee cieeee... Udah nggak suci dong kamu sya.. Hahahahaha... " Tawa ica.
Seketika pipi natasya bersemu merah dan mendelik kesal kearah ica dan leon yang terus menggodanya. "Yaudah sono berangkat. Jangan lupa lho ded--"
"Icaaaaaaa... Udah sana pulang! Ngeselin!" Potong natasya dengan wajah merah padamnya.
Ica hanya tertawa dan mengacungkan kedua jempolnya. "Oke.. Yaudah aku balik deh. Hati hati dijalan,kalau udah nyampe kabar-kabar ya. Awas kalau lupa.. Oke dadah assalamualaikum.. "
"Wa'alaikumusallam.. "
******
Kini mereka telah berada didalam pesawat dengan pandangan begitu takjub yang membuat keduanya berkali kali memuji sang pencipta seluruh alam semesta ini.
Namun berkali kali natasya harus mendenggus kesal karna leon entah mengapa sedari kemarin suka sekali memencet pipinya hingga mulutnya berbentuk seperti bebek.
Leon yang asik mendengarkan ceramah tentang pernikahan seketika melepas satu hendsetnya dan memakaikannya ditelinga natasya. Sontak natasya tersenyum,dan akhirnya keduanya mendengarkan ceramah pernikahan yang sama itu secara bersama.
Beberapa jam kemudian...
Akhirnya setelah melakukan penerbangan beberapa jam dari jakarta ke filipina,leon dan natasya telah tiba di bandara internasional utama difilipina yaitu Ninoy aquino international airport ( MNL ).
Dan mereka duduk sejenak menunggu mobil suruhan keluarga leon yang sudah menunggu dirumah. Ya mereka akan tinggal selama honey moon ini dirumah dimana leon dulu sewaktu kecil tinggal. Sebenarnya leon mengajak dihotel saja,namun natasya menolak agar tidak membuang buang uang ,lagipula ada tempat lain.
Kediaman leon saat ia tinggal dulu kini ditempati oleh kakeknya leon yang bernama Nimuel dan sering dipanggil oppa nim oleh leon dan natasya. Padahal saat kecil keduanya sering mengejek dengan memanggilnya oppa muel.
"Kamu cape?" Tanya natasya saat menyadari leon merasa letih.
Leon menoleh kearah natasya kemudian mengangguk. Natasya tersenyum dan mengelap sedikit keringat yang ada dipelipisnya leon dengan tangannya.
"Sabar ya.. Mungkin pak jon lagi diperjalanan. " Ujar natasya. Leon tersenyum dan mengecup punggung tangan natasya.
"Selagi sama kamu aku bakal terus sabar kok... " Ujar leon.
"Ish.. Gombal aja kerjaannya. "
Tin
Suara klakson didepan mereka itu membuat keduanya mengarah kedepan. Dan keluarlah seorang laki-laki paruh baya menggunakan seragam hitam dan tampak tersenyum ramah kepada mereka.
"Leon...sepertinya dia pak jon deh. " Tebak natasya.
"Masa sih?"
"Iya sih kayanya.. Tuh dia kesini. " Ucap natasya yakin.
" Excuse me, sorry.. Are you really mr. Leon and miss Tasya? " Tanya supir yang bernama jon itu.
" Ah yes, are you mr. Jon? The driver who was told to pick us up? " Jawab leon.
Tampak jon tersenyum ramah.
__ADS_1
" Ah right your master,sorry i'm a little late there was a little business. Let me deliver,here i bring the items. " Ujar jon lalu keduanya mengangguk.
Selama diperjalanan,jon terus menceritakan tentang nimuel kakek leon yang sangat merindukan mereka hingga kakek nimuel yang selalu merasa kesepian semenjak meninggalnya nenek Syamil.
Dan akhirnya setelah cukup lama perjalanan,mereka sampai dirumah bertingkat 2 itu,keadaannya masih sama tak ada yang berubah. Natasya seketika tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca mengingat masa kecilnya bermain hujan-hujanan didepan rumah leon lalu mereka berdua dimarahin oleh yasmine.
"Kamu kenapa sayang? Yuk turun.. " Tanya leon saat menyadari perubahan ekspresi wajah natasya.
"Nggak papa kok,aku cuma keinget masa kecil kita. " Jawab natasya.
Leon tersenyum lalu seketika sebuah ide muncul diotaknya. "Yaudah jangan sedih dong. Yuk turun pasti oppa nim udah nunggu. " Ujar leon. Natasya kemudian mengangguk.
Perlahan leon mengetuk pintu itu hingga 2 kali ketukan dan.
Ceklek
Pintu terbuka menampilkan seorang lelaki yang sudah tak muda lagi yang mematung melihat mereka.
" Oppa.."
" Oppa.."
Panggil leon dan natasya bersamaan.
" Tay, Leo.. " Lirih nimuel.
Keduanya tersenyum lalu memeluk nimuel. " Miss you oppa... " Ujar natasya.
Nimuel melepaskan pelukannya.
" I miss you guys more. I haven't seen each other in a long time,oppa is happy you guys are growing well. And yasmine says you guys are married? How can? " Tanya nimuel heran.
Natasya dan leon saling bertatapan lalu terkekeh. " We will explain later oppa, but let us rest for a while. Poor, leon is tired " Jawab natasya.
" Ostagfirullah.. Okeokey, please rest first,sorry oppa forgot to understand it's old. Come in,son.. " Kekeh nimuel.
****
Selepas mandi tadi natasya berdiri dibalkon kamar leon dulu memandangi keindahan senja yang bisa terlihat jelas itu.
Grep
" Ish.. Hobinya ngagetin aja sih. " Kesal natasya.
Leon malah semakin mengeratkan pelukannya dan menelusupkan kepalanya keleher natasya. "Aku suka wangi kamu.. Manis. " Gumam leon.
"Apa sih leon.. Udah ah lep--"
"Biar gini sebentar aja sayang,aku udah nyaman. " Sela leon. Natasyapun hanya pasrah,lagipun sejujurnya dia juga nyaman jika leon memeluknya,terasa hangat dan merasa sangat disayangi.
Leon menampakkan kembali wajahnya dan berubah menopangkan dagunya dipundak natasya,sesekali ia mengecup pipi chubby istrinya itu.
"Sayang... Kamu ubah kek panggilan kamu keaku,jangan nama doang. Nggak romantis tau. " Ujar leon.
Natasya terkekeh. "Terus kamu mau aku panggil gimana hm? Kakek? "
Seketika bibir leon mengerucut membuat natasya tertawa geli. "Kok kakek sih. Emang aku udah tua apa. Itu mah pantesnya buat oppa nim. " Cibir leon.
"Ya terus apa?"
"Ya serah kamu.. "
"Ya jangan serah dong. Aku kan jadi bingung. "
"Ya apalah gitu yang romantis.. " Ujar leon.
Lagi lagi permintaan leon ini selalu memusingkan natasya,dan terjadi keheningan sesaat karna natasya sedang berfikir keras mencarikan panggilan buat suami manjanya itu.
Seketika senyum natasya terbit menghiasi wajah imutnya,dan ia berbalik badan hingga menghadap leon. "Udah ketemu?" Tanya leon.
Kedua tangan natasya mengelus elus rahang leon dengan lembut. "Abi... " Jawab natasya.
Panggilam sederhana dan tidak pernah terlintas difikiram leon jika panggilan itu akan terlontar dari mulut istrinya bukan anaknya kelak. "Gimana?" Tanya natasya.
Leon tersenyum lalu mengecup singkat hidung natasya. "Aku suka.. Lucu." Jawab leon.
"Udah jangan senyum gitu terus. " Ujar leon.
__ADS_1
"Kenapa?"
"Aku entar diabetes lihat yang manis mulu.. " Lanjut leon.
"Uhhhhh... Bisanya itu lhooooo... " Geram natasya sembari mencubit pipi leon gemas.
********
Tepat pukul 00.00 natasya harus terpaksa bangun karna leon tiba-tiba membangunkannya. " Kenapa sih bi,aku ngantuk tau. " Kesal natasya.
"Udah sebentar doang.. Entar kamu juga tau. " Ujar leon.
"Iya tapi ini kamu mau bawa aku kemana tengah malam begini. "
"Ck.. Bawel kamu. Udah ngikut aja sayang. "
Natasyapun hanya pasrah dan menurut saja leon akan membawanya kemana.
"Lho ini.. I--ini kenapa a--ada lilim sama bunga-bunga?" Tanya natasya bingung. Leon hanya tersenyum.
"Udah diem aja dulu.. "
( guys.. Anggap permulaannya gini aja ya hehe:) )

Leon terus membawa natasya berjalan hingga mereka telah berada didepan pintu bercat putih yang tertutup itu.
( Guys siap-siap puter lagu anji -Dia atau kalau gk punya Andmesh aja -Cinta luar biasa tapi reffnya aja ya.. Maaf ribet,biar ngenal aja soalnya.. )
Perlahan leon memutar kenop pintu itu dan...
Ceklek
( Puter sekarang )
Terpapanglah sebuah kejutan sederhana yang seketika membuat natasya membekap mulutnya tak percaya,perlahan tapi pasti kakinya melangkah masuk melihat dekorasi indah itu.
(Anggap aja kaya gini ya )

"B--bi.. I--ini semua kamu yang buat?" Tanya natasya dengan suara bergetar.
Leon tersenyum lalu mendekat pada natasya,leon menggenggam kedua tangan natasya erat. "Ini belum seberapa sayang,ini cuma kejutan kecil yang benar-benar super dadakan banget,tapi semoga cintanya kerasa ya.. " Ujar leon. Natasya terkekeh.
"Ini itu udah lebih dari cukup bi,lagian kamu malem-malem ngapain sih cape-cape bikin ini semua.."
"Semua ini buat kamu.. Kamu suka?"
"Aku suka bi.. Suka banget,makasih ya. " Ujar natasya.
Leon lebih dekat dengan natasya,memperkikis jarak mereka,perlahan tangan kanan leon berada dipinggang natasya dan satu tangannya lagi mengelus pipi chubbynya.
" You are the most beautifull gift that god gave. I don't know how to thank you for bringing a woman us beautifull
And beautifull as you. You are my woman,and i am your man,really for whatever's sake.. I just want you,because i love you "
Terjemah: " Kamu adalah hadiah terindah yang tuhan berikan. Aku sampai tidak tau lagi bagaimana caranya berterima kasih karna telah menghadirkan sosok perempuan seindah dan sebaik kamu. Kamu adalah wanitaku,dan aku adalah lelakimu,sungguh demi apapun,aku hanya ingin kamu,karna aku mencintaimu. "
Tes
Natasya sudah tak bisa membendung air matanya lagi. Ia benar-benar terharu dengan sikap leon yang selalu memperlakukannya dengan baik dan merasa sangat dicintai.
Grep
Tak berfikir lama natasya langsung memeluk erat leon,dan leon dengan sangat senang hati membalasnya.
" Thank you dear, thank you for loving me because of him. I love you too. " Ujar natasya.
Terjemah: " Terima kasih sayang, terima kasih telah mencintaiku karna-Nya. Aku juga mencintaimu. "
.
.
.
__ADS_1