
Saat ini leon dan natasya telah tiba dikekediamannya. Namun anehnya rumah itu tampak sangat sepi,bahkan dua satpam yang harusnya berjaga diluar juga sama sekali tak ada.
"Satpamnya kemana ya sayang? Harusnyakan mereka berjaga diluar. Jika ada maling atau penjahat yang masuk gimana coba. " Kesal leon.
"Ya mungkin mereka lagi kekamar mandi atau keliling.. " Jawab natasya.
Bahkan keduanya sudah merasa aneh dibandara tadi. Pasalnya kedua orang tua mereka tak menghubungi leon ataupun natasya,bahkan saat leon hubungi ponselnya mereka tidak aktif.
Leon sempat kesal karna kedatangan mereka sama sekali tak disambut.
Keduanyapun memilih masuk dan satu hal yang menggambarkan rumah itu.
Gelap.
Ya. Semuanya gelap,semakin membuat leon kesal. "Ini pada kemana sih pembantu. Satpam. Mereka bisa kerja nggak!! Rumah gelap bukannya lampunya dihidupin malah dibiarin mati kaya gini. " Omel leon.
Natasya hanya bisa mengusap usap punggung leon agar sedikit tenang.
"Sabar bi, yaudah bentar aku hidupin ya lampunya. " Ujar natasya kemudian melangkah mendekat saklar lampu itu.
Dan....
"Surpriseeeeeeeeeeee......."
Prop pop prop propppp( anggap aja suara terompet ya. Soalnya aku bingung suaranya gimana:( )
Dorrrrr....
" Welcome back home coupleeeeee.... " Pekik semuanya yang berada disana.
Sedangkan natasya dan leon menatap semuanya tak percaya,karna hampir keluarganya yang berada dijakarta ini datang,seperti bibi dan pamannya,yasmine,yordan,dan arthur sahabatnya. Sedangkan dari natasya hanya ellen,riyan,dan ica saja.
Tampak mereka mendekat kepada leon dan natasya. Ellen mencium kedua pipi putrinya itu lalu memeluknya.
"Mama kangen sama kamu sayang.. " Ujar ellen lalu disusul yasmine yang juga memeluknya.
"Kami senang kalian bisa pulang dengan selamat. Mami rindu banget sama kamu. " Ujar yasmine.
"Iya ma,mi.. Tasya juga kangen banget. " Ujar natasya.
"Tega banget anaknya sendiri nggak dikangenin. " Sindir leon dengan tampang memelas.
"What! Oh my god.. Sejak kapan lo bisa sok imut gitu? Baru tau gue. " Celetuk arthur.
Mendengar itu,leon langsung mengembalikan ekpresi dinginnya. "Diem lo!"
Sedangkan natasya hanya terkekeh.
Ia merasa lucu aja karna leon selalu menyembunyikan sifat aslinya pada orang lain namun akan menunjukkan dengan senang hati pada maminya dan dirinya.
"Emmm.. Anak mami cemburu rupanya. Sini sini mami peluk.. " Ucap yasmine.
"Apaan sih mi,lebay.. " Ujar leon yang berusaha menutupi kemanjaannya didepan arthur dan ica.
"Yeee... Ngeselin amat nih anak satu. Anak siapa sih!" Cibir yasmine.
"Anak kucing!" Ketus leon.
__ADS_1
"Hus! Nggak boleh gitu. " Tegur yasmine.
"Gimana sih. Tadi mami tanya aku anak siapa. " Jawab leon.
" Tau ah. Oh ya gimana-gimana kalian udah itu kan... " Goda yasmine.
Natasya mengernyit bingung. "Itu apa?" Tanya natasya dengan wajah polosnya.
Ellen terkekeh lalu berbisik pada putrinya itu. Seketika pipi natasya bersemu merah karna malu dengan mata yang membulat.
"Ihhhh... Mama ngomong apaan sih. " Kesal natasya.
"Kok apaan. Tinggal jawab aja kan sayang? Udah belum? " Goda ellen.
"Udah kok ma tenang aja. Doain aja beninnya tumbuh. " Ujar leon santai dengan ekpresi datarnya.
Buk
Seketika natasya memukul lengan leon. "Ihhh.. Kamu juga ya sama aja kaya mereka. Udah aku naik dulu.. " Cibir natasya kemudian langsung naik kekamarnya meninggalkan semua orang yang ada disana dengan keadaan bingung.
" Leon.. Tasya kenapa?" Tanya ellen.
Leon menggendikkan bahunya. "Dari tadi dia aneh. Dan kalian tau kami pulang lebih awal karna apa? Vanya pengen makan bakso. " Ujar leon.
"HAH??" Pekik semua orang yang ada disana.
"Sa ae kali!" Ujar leon lalu menyusul natasya dikamar.
"Eh malah pada pergi. Nggak ada ucapan makasih apa?" Ucap arthur.
"Kok aneh ya el? Apa jangan jangan... " Gumam yasmine.
Semuanya teralih pada riyan kemudian seketika senyum mereka mengembang. "Semoga saja.. " Ucap jordan.
*****
Malam ini sesuai janji leon akan membawa natasya makan bakso ditempat langganan mereka. " Bi, nanti aku pesen 2 porsi ya. " Ujar natasya saat keduanya telah berada diperjalanan.
"2 porsi? Tumben kamu makan banyak? " Tanya leon heran.
"Ya emangnya kenapa? Kamu udah nggak cinta lagi kalau aku gendut?" Kesal natasya.
"Eh eh bukan gitu sayang.. Yaudah deh iya nanti 2 porsi,eumm.. Aku juga ya,laper nih. " Ujar leon.
"Hmmm.. Seterah kamu aja deh. " Leon tersenyum senang dan mengusap gemas pipi chubby istrinya.
Skip
Saat ini keduanya telah berada ditempat jualan bakso langganan mereka. Leonpun menggandeng natasya dan membawanya ketempat duduk bagian belakang.
" Mang!!" Panggil leon.
Terlihat bapak penjual bakso itu menghampiri keduanya. "Eh aden,mau makan bakso?" Tanya bapak itu.
"Ya. " Jawab leon dengan tampang datarnya seperti biasa.
"Yaiyalah mang,masa kesini mau makan padang,orang mamang juga cuma jualan bakso kan.. " Timpal natasya.
__ADS_1
Terlihat bapak itu terkekeh. "Oh iyaya,mau pesen berapa?"
"4 porsi.. Yang satu nggak bakso kuah aja. Dan oh ya ada nasi kan? " Bapak itu mengangguk.
"Pesen nasi satu mangkuk aja.. "
"Oh ya udah neng,tapi yang dua dibungkus kan?"
"Enggak lah mang,dimakan disini. "
"Se--semuanya?"
"Mamang tinggal buat aja!" Sambung leon.
"Ah iya den,maaf ya.. Yasudah saya buatkan dulu. Minumnya es jeruk dua kan?" Leon berdehem dan mamang itu pergi.
Seketika natasya menrengut kesal saat melihat leon yang asik dengan ponselnya. "Bi!" Panggil natasya.
"Hmmm..."
"Biiii... "
"Iya sayang kenapa?"
"BI!!" Sentak natasya dengan kesal lalu merebut ponsel leon dengan wajah cemberutnya.
Leon yang sedikit tersentak hanya memasang wajah bingungnya.
"Kenapa ?" Tanya leon.
"Istri kamu itu disini bukan disitu bi! Aku nggak suka diabaikan!" Kesal natasya.
Leon mengernyit,entah kenapa ia merasa natasya lebih sensitif sedari tadi. Kemudian leon tersenyum dengan mengusap usap lembut punggung tangan natasya. "Maaf ya... Sekarang siniin. " Ujar leon.
"Gak ada! Kamu nggak boleh main hp sebelum kita selesai makan!" Ujar natasya lalu memasukkan ponsel suaminya kedalam tasnya.
Leon hanya bisa menghela nafas pasrah dan tak lama kemudian pesanan mereka datang.
"Ini aden,neng.. Pesanannya. " Ujar bapak itu.
"Kamu laper banget sampe pakai nasi gitu? Perasaan tadi kita udah makan." Tanya leon heran.
Natasya yang baru saja ingin menuangkan kecap melirik kearah leon." Kenapa sih bi? Kamu nggak mau sampe aku gendut? Kamu nggak suka? Yaudah sana cari perempuan yang sukanya diet. Nggak usah sama aku!!" Kesal natasya lalu menambahkan beberapa bumbu.
"Bukan git--"
"Yaudah kalau bukan gitu,nanti habis ini kita cari nasi goreng." Potong natasya. Dan itu semakin membuat leon semakin bingung.
"Nasi goreng? Buat siapa?"
"Buat akulah "
"Hah? Kamu nggak kenyang sama ini?"
"Ck.. Kamu mau nggak sih bi? Kalau nggak mau yaudah. "
Leon lagi lagi mencoba mengalah,sepertinya menolak atau berkomentar sedikit pada saat natasya sedang sensitif seperti ini akan berakibat fatal. "Yasudah iya sayang, kita nanti cari nasi goreng ya.. Udah jangan marah lagi okey?"
__ADS_1
"Hmmm..." Dehem natasya.