
Untuk cerita ini mohon maaf akan dipercepat karna ada kepentingan dan kesibukan serta permintaan dari beberapa readers untuk melanjutkan cerita yang lain.
------------
Pagi ini natasya telah dirawat dirumah sakit menjelang detik-detik lahirnya dua kembaran mungil yang masih didalam rahimnya. Tegang, itu pasti natasya dan leon rasakan. Semalam leon juga harus dibuat khawatir dan panik sekaligus saat natasya merasa kesakitan dan seperti ada yang basah dibagian tertentu.
Dan tepat pada pukul 03.00 natasya dibawa kerumah sakit lalu paginya dirawat karna telah memasuki fase pembukaan. Mungkin ia akan melahirkan nanti siang saat pembukaannya telah selesai.
"Bi ? Kamu kok diem mulu sih, hibur aku napa sih, istrinya lagi tegang gini kok malah didiemin. " Kesal natasya.
"Iya sayang, aku itu lagi mikirin nama anak kita lho. "
"Ck.. Kan bisa nanti lho bi. "
"Ah gimana kalau nama anak kita otong dan ateng?"
Buk
"Apasih bi kok namanya jelek gitu. Ngga ah yang bener. " Tolak natasya. Leonpun hanya terkekeh. "Bercanda lho yank.. "
"Aduhhhh... Sakit lagi biii.. " Keluh natasya saat merasa sakit itu datang kembali menghampiri dirinya.
"Sabar ya sayang, apa aku panggil dokter aja?"
"Nggausahlah, lagian tadi katanya kan ini wajar aja kok kalau lagi pembukaan. Nanti juga hilang sendiri." Ujar natasya.
"Tapi sakit banget?"
"Iyalah biiii... Sakitttt.. "
"Sabar ya yank, nanti kalau dede dede nya udah keluar ngga sakit lagi. Tenang ya?" Natasyapun hanya mengangguk.
******
Kini natasya benar-benar merasakan kontraksi yang begitu kuat, cepat, dan lama karna akhirnya ia telah memasuki masa pembukaan ke-10 yang artinya rahim telah terbuka sebesar 10 cm. Bahkan leon yang sudah siaga disampingnya merasa bingung sekaligus khawatir melihat natasya yang terlihat begitu kesakitan. Apalagi saat istrinya itu mengatakan jika merasa ingin buang air besar begitu kuat dan air ketuban yang terus mengalir.
Dokter yang telah siap dibawah natasyapun menyuruhnya untuk mengejan dan melakukan pengguntingan agar tidak terjadi perobekan yang besar diarea sekitar alat genital dan anus karna dorongan janin.
"Ayo bu mengejan, bayinya sebentar lagi akan keluar. " Intruksi dokter itu.
"1...."
"2...."
"3.... "
"Eeeggggggggggg.... Huh..huh.. Biiiii sakitttt biiiii.... Egggggggggg"
"Ayo sayang kamu pasti bisa, kamu pasti kuat.. Ayo sayang. " Ujar leon menyemangati sembari mengelus elus kepala istrinya yang mengeluarkan banyak berkeringat.
"Ayo bu sedikit lagi... Atur nafas terus dorong.. "
"Eeeeggggggggg... Hahhhh..hahhh.. Eggggg"
Mata leon seketika berkaca-kaca melihat perjuangan seorang perempuan yang rela menaruhkan nyawanya demi seorang malaikat kecil yang akan menyempurnakan sebuah pernikahan. Leon benar-benar ingin menangis saat itu, baru kali ini ia bisa melihat secara langsung perjuangan yang begitu besar dari seorang perempuan.
"Dok... Saya nggak kuat dok. " Keluh natasya dengan nafas terangah-engah.
"Sayang kamu harus kuat.. Demi anak kita. " Ucap leon.
"Jangan tutup mata bu, ayo sedikit lagi. Lebih kuat dorongannya.. " Ujar dokter itu.
" Bissmillah... Eeggggggggggg... Eggggggggggg... "
Oekkkk
Oekkkk
Dan akhirnya satu bayi itu keluar,dan dokter mengelurkan kembali bayi satunya lagi yang masih berada didalam. " Ayo bu sekali lagi.. "
__ADS_1
"Ayo sayang, tinggal sekali lagi. Kamu haru kuat "
"1..2..3.. Dorong!"
"Eeggggggggg...egggggggg...."
Oekkk
Oekkk
Oekkk
"Hufttttt....hahhhhh... " Dan akhirnya kedua bayi itu telah keluar dengan selamat walau natasya sampai pingsan karna nafasnya benar-benar terengah engah.
"Dok.. Ini kenapa istri saya?" Tanya leon panik.
"Tenang pak, istri bapak hanya pingsan karna lelah. Sus, bersihkan bayinya ya. "
"Baik dok.. "
"Selamat ya pak, anak bapak benar-benar kembar dan dua-duanya berjanin kelamin laki-laki. " Jelas dokter itu.
"Alhamdulillah.. Terima kasih ya dok. "
"Sama sama pak. "
Akhirnya setelah membersihkan kedua bayi kembar itu, dua suster tersebut memdekatkan dua bayi itu disamping kanan dan kiri natasya untuk dapat merasakan sentuhan dari siibunya.
Seketika natasya tersadar karna kedua bayi itu bergerak-gerak. "Sayang? Akhirnya kamu sadar. Nih kayanya anak kita nyaman deh didekat kamu. " Ucap leon
Pandangan natasya teralih pada kedua bayinya itu kemudian tersenyum. "Assalamualaikum my twins, selamat datang yah didunia. Jadi anak yang sholeh. " Ujar natasya lalu mengecup kening bayinya itu secara bergantian.
"Baiklah, kalau begitu silahkan bapak adzanin. " Ujar dokter itu dan membantu leon menggendong kedua bayi mungil itu dengan baik dan benar disisi lengan kanan dan kirinya.
Leonpun mulai mengadzani kedua anaknya itu dan mencium keduanya bergantian. "Bi?"
"Bi?"
"Hmmm.. "
"Bi?"
"Apa?"
"Biiiii... "
"Apasih sayang?" Akhirnya leonpun mendongak mengalihkan pandangannya pada natasya.
"Aku tuh mau ngomong sama kamu, kamu malah nyuekin. " Kesal natasya.
"Iyaiya sayang maaf, aku tuh lagi ngamatin anak kita itu mirip siapa. Eh mirip aku semua hehe. Yang bedain cuma satu,nih ada *** lalatnya ditelapak tangannya. "
"Iyaiya bi, aku mau nanya, kamu udah siapin nama belum nih. " Tanya natasya.
"Eumm udah sih. "
"Beneran? Siapa dong bi?" Tanya natasya heboh.
"Rafka Putra davidson sama Rifky Agenta davidson. Gimana bagus nggak?"
"Masya allah bagus bi. Aku suk---"
"Mamiiiiiii..... "
Seketika perkataan natasya terpotong karna teriakan cempreng dari seorang bocah yang tengah berlari menghampirinya. "Eh keynand? Kemana aja sih, tadi padahal cuma sebentar disini,udah pulang aja.. " Ujar natasya yang pura pura kesal.
Ya. Tadi pagi keynand sempat disana bersama kedua orang tua natasya, namun ketiduran dan membuat ariana serta riyan tak tega akhirnya membawa keynand pulang sekalian menjemput kedua orang tua leon dan kini semuanya telah berkumpul.
"Iya miiii,maaf ya mi keynand jadi nggak liat mami lahilan. "
__ADS_1
"Iya sayang ngga papa.. "
"Ekhem.. Kesini cuma mau ketemu mami doang nih,papinya enggak?" Sindir leon.
"Yeee.. Kan papi ngga lahilan kaya mami. Wleee.. "
"Ngeselin banget kamu key. " Kesal leon dengan tampang cemberut.
"Gimana sayang? Anak kamu kembar cowo apa cewe itu?" Tanya arina heboh.
"Alhamdulillah cowo ma, oh ya key.. Kamu mau liat nggak?" Ujar natasya.
"Tapi kan keynand pendek mami.. Ngga keliatan. " Ucap keynand.
Natasyapun mengkode keynand untuk meminta gendong leon dan keynand yang mempunyai respond yang bagus,ia pun paham dan mendongak kearah leon. "Papi.. " Panggil keynand.
"Apaan panggil-panggil papi? Ngga mau sama papi kan?" Ujar leon dengan gaya sok kesal yang dibuat-buat.
"Gendongggg.... " Rengek keynand sembari mengarahkan kedua tangannya keatas meminta gendong.
"Enggak ah.. " Tolak leon.
Perlahan wajah keynand berubah. Mulutnya kebawah murung, dan tiba tiba. "Uaaaaaaa.... Oma,oppa,mamiiiii.. Papi jahatttttttt... Uaaaaaa.. "
"Ehh ehh key kamu kenapa key?" Panik leon.
"Aduhh leonnn, tanggung jawab tuh. " Ujar yasmine.
"Iyaiya key papi gendong yuk.. Shutttttt. " Dan seketika keynand 180 derajat berubah. Ia langsung menyengir menampakkan deretan giginya yang tampak rapi.
"Bisa aja bikin orang kesel key. " Ujar leon.
"Hehe.. Ayo papi gendong, keynand mau liat dede dede keynand. " Leonpun menggendong keynand. Seketika binar kebahagiaan itu terbit diwajah keynand.
"Ihhhhhh itu dede dede keynand lucu-lucu. Ganteng lagi dari papi. Hmmm.. Sekalang papi ada tiga saingan wleeee. " Ujar keynand yang mengundang gelak tawa dari semua orang kecuali leon yang benar benar ingin menggigit pipi gembul keynand saking gemasnya.
"Yang penting kan mami pilih papi wleee.. " Balas leon.
"Hmmm.. Liat aja nanti pi. "
*****
Setelah keynand dipindahkan dikamar, kini leon dan natasya masih terjaga karna menunggu kedua bayi kembar mereka benar-benar terlelap. Kini leon dan natasya tengah duduk berhadapan disamping kanan kiri keranjang Rafka dan Rifky.
"Sayang?"
"Iya bi?"
Pandangan leon sesaat menatap kebawah melihat kedua anaknya lalu kembali menatap natasya. "Aku sampai sekarang kaya belum bisa percaya, kita sudah melewati perjalanan hidup sejauh ini. Bahkan aku ngga nyangka, kamulah yang menemani perjalananku selama ini. Padahal, kaya baru kemarin lalu kita main hujan-hujanan, lari-larian sampai kamu jatuh terus nangis yang ujung-ujungnya minta gendong aku, eh sekarang kita malah disatukan dalam sebuah hubungan pernikahan atas nama cinta. " Jeda leon.
"..... Kamu tau sayang, aku pernah hampir kehilangan semangat untuk menjalani hari-hariku saat aku benar benar nggak tau dimana keberadaan kamu. Bahkan untuk jatuh cintapun, rasanya begitu sulit. Karna, hati aku sudah memilihmu sedari awal, hatiku sudah memilihmu untuk selalu berada disini, disampingku... "
Leon menjeda kata katanya, dan menggenggam tangan istrinya dengan tatapan lembut. " Untuk selamanya.. " Lanjutnya.
Mata natasya seketika berkaca-kaca menunjukkan speecleshnya. "Iya bi, aku harap takdir juga berkata yang sama. Aku janji, jika tuhan mengizinkan.. Aku akan selalu bersamamu sampai kapanpun itu. " Ujar natasya.
"Aku mencintaimu bi.. " Lanjutnya.
"Aku lebih mencintaimu, karna kau telah memberikan sebuah hal istimewa dihidup aku. Yaitu kedua pangeran tampan ini. Aku harap dia akan menjadi penyelamat kita diakhirat nanti. "
"Iya bi. Aamiin.. "
Keduanyapun berakhir dengan saling mencium pipi anak kembar mereka yang tampak terlelap dalan tidurnya itu.
-------
Pernikahan bukan hanyalah soal bagaimana caranya bermesra-mesraan tanpa adanya dosa. Tapi, pernikahan adalah jalan untuk meraih surga dan melaksakan sunnah baginda nabi muhammad shallallahu alaihi wassalam. Dengan menyatukan dua kepribadian yang berbeda atas dasar CINTA.
--END--
__ADS_1