
Perlahan tapi pasti pandangan leon terbuka, aroma apek langsung menyeruak diindra penciumannya. Pandangan leon mengitari seluruh ruangan yang kumuh,dan berantakan,beda dengan ruangan dimana ia pertama kali disekap.
Dan jika saat pertama ia hanya ditidurkan biasa,berbeda dengan sekarang,ia kini didudukan disebuah kursi kayu dengan kaki dan tangan diikat erat dengan keadaan yang begitu lemas.
"Vanya... " Gumam leon lirih.
"Vanya.." Ucapnya lagi.
Leon sama sekali tak memikirkan keadannya. Leon benar-benar khawatir dengan keadaan natasya,bahkan keadaan natasya kini tengan hamil muda.
Ceklek..
"Hay sayang.. Kau sudah bangun? Baguslah. Bagaimana keadaanmu hm?" Ujar carry dengan senyum yang sangat leon benci.
Leon mengalihkan pandangannya pada carry menatapnya dengan tatapan sayunya. "Dasar wanita gila!! Lepasin gue ******!!"
Carry menarik kursi dan duduk didepan leon. "Aku sudah bilang dari awal,jika kamu memberontak aku bisa aja kasar sama kamu leon. Lihatlah,sekarang kamu babak belur seperti ini kan? Dan jangan salahkan aku,kau sendiri yang meminta. Tapi tenang saja,aku akan mengobati luka-lukamu okey?" Ujar carry lalu membuka alkohol dan menumpahkannya kehanduk kecil.
Baru saja ingin menempelkannya kewajah leon,leon sudah lebih dulu memalingkan wajahnya. "Jangan lo pernah sentuh-sentuh gue!!" Tegas leon.
"Ck.. Lukamu ini harus hilang sebelum hari pernikahan kita leon. " Ujar carry.
Leon langsung meludah kesamping. "Cih.. Jangan mimpi carry,itu nggak akan pernah terjadi. "
Carry tersenyum lalu mengelus pipi leon dan lagi lagi leon memalingkan wajahnya." Itu pasti akan terjadi sayang,besok kita akan keamerika. Dan sekarang luka mu harus diobati okey? Mari sini.. "
"JANGAN SENTUH AKU ******!!" Sentak leon.
"Ck.. Kamu kenapa sih leon!! Kamu itu milik aku! Dan ngga ada seorangpun yang bisa ngecegah pernikahan kita!! Ingat itu!" Bentak carry dengan sorot mata marah.
Sebelum melangkah pergi carry mendekat pada telinga leon. "Kalau perempuan itu yang menjadi halangan pernikahan kita. Tenang saja,aku akan melenyapkan dia!! Dia ngga pantas buat kamu!!" Bisik carry lalu pergi.
__ADS_1
"Arghhhhhg!!!" Teriak leon yang benar-benar tak tau harus berbuat apa.
****
Carry menduduki sofa diapartementnya dengan kesal. Ia muak dengan natasya,ia yakin jika natasya belum dia atasi,leon tidak akan pernah mau menikahinya. "Lihat saja,malam ini juga aku akan membuatmu menyetujui menikah denganku leon. " Gumam carry.
Carry mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
Tut...tut..tut..
'Hallo bos ada apa?'
'Bawa perempuan yang ada difoto dan alamat yang sudah akun kirim itu'
'Syiap bos.. '
Tut
Skip
Saat ini riyan,arthur,galih teman arthur yang akan membantu menemukan leon,dan anak buah galih telah bersiap untuk memulai rencananya. Dan galih juga sudah mempersiapkan semuanya untuk melacak keberadann carry melalui no ponselnya.
"Semua sudah siap kan? Sebaiknya kita berangkat sekarang. " Ujar galih.
"Iya om setuju. Ayo.. " Timpal riyan dan mereka masuk kedalam mobil. Mereka menggunakan dua mobil. Mobil pertama,adalah mobil riyan yang didalamnya ada arthur dan galih. Sedangkan mobil kedua diisi oleh 5 orang anak buah galih.
Merekapun melajukan mobil mereka menuruti tanda yang diarahkan pada laptop galih.
Disisi lain,fikiran natasya begitu kalut. Bahkan ia belum makan sama sekali,mengingat foto yang dikirimkan carry tadi membuat otaknya terus berfikiran negatif,ketambah keadaannya yang pastinya begitu sensitif karna kehamilannya.
"Sya,ayo dong kamu harus makan. Seenggaknya demi anak kamu didalam sana,kasian lho dia juga butuh asupan. " Ujar ica yang masih setia membujuk natasya,padahal yasmine dan ellen benar-benar sudah tidak bisa.
__ADS_1
Natasya masih terus diam dan lagi lagi ia menangis. "Makan ya sya? Jangan siksa anak kamu. " Ujar ica lagi.
Natasya menatap ica dengan tatapan sendunya. "Leon ica,leon dimana? Aku takut dia kenapa-kenapa.... " Ucapnya dengan suara bergetar.
Ica sangat merasa tak tega melihat sahabatnya seperti ini,namun ia juga bisa apa,ia tak tau dimana leon. Ica memeluk natasya memberi ketenangan disana. "Leon orang yang baik sya,aku yakin allah melindunginya. " Ucap ica.
Natasya melepaskan pelukan itu kemudian mengangguk. "Hmm.. Aamin,aku harap begitu. "
"Yaudah sekarang makan yah,calon dede nya lapar lho.. " Goda ica.
Natasya terkekeh lalu mengelap bekas air matanya kemudian menganggukk. "Iyah.. Tapi aku cuci muka dulu sama ambil kunci mobil masih dimobil. " Ujar natasya.
"Udah kalau itu biar aku aja yang ngambil.. " Ujar ica.
"Apaan sih kamu,aku ini masih punya kaki ca. Aku bisa ambil sendiri. " Ujarnya lalu ica hanya pasrah. Natasyapun melangkah kewastafel kamarnya mencuci muka lalu turun mengambil kunci mobilnya.
Tanpa natasya sadari,ica merasakan perasaannya tiba-tiba berubah tidak enak.
Skip
Natasya membuka pintu utama rumahnya dengan leon dan menuju garasi yang juga belum ditutup. Tanpa ada rasa khawatir atau takut natasya melangkah santai kegarasi,tanpa ia sadari ada 2 orang yang mengintai dia.
"Huft.. Untung aja tadi aku keluar,kalau engga sampai pagi nih pintu garasi nggak ket---astag--emphhhhh... "
Dan semuanya gelap. Natasya langsung pingsan karna efek obat bius itu. Saat natasya baru saja ingin menutup pintu garasi,2 orang tersebut dengan perlahan berjalan mendekat kearah natasya dan keduanya berhasil membawa natasya pergi.
"Teryata tugas dari bos tidak sulit kaya yang kita bayangin.. " Ujar salah satu orang itu.
"Bener banget,kita bakal dapat bayaran gede. " Timpal satunya.
Merekapun mengikat kedua tangan natasya dan merekatkan lakban hitam pada mulutnya.
__ADS_1