Karna Iman Dan Cinta

Karna Iman Dan Cinta
Bab. Dua satu


__ADS_3

Beberapa hari kemudian....


Hari ini adalah hari terakhir mereka difilipina. Dan saat ini mereka hanya akan jalan-jalan biasa kemanapun mereka akan pergi. Dan sialnya pagi tadi efren sudah duduk manis diruang tamu,dan itu jujur saja membuat leon kesal.


Bukan ia tidak suka sahabatnya berkunjung,namun sedari kemarin ia terus saja mendekati natasya,dan leon takut jika efren memang benar-benar tertarik pada istrinya itu.


Seperti saat ini,leon baru saja ingin menuruni tangga,dari atas terlihat efren tampak mencuri pandangan pada natasya yang sibuk didapur.


"Ekhem... " Dehem leon saat ia berada ditangga tengah.


Sontak efren langsung mengalihkan pandangannya. "Eh leon... "


"Ngapain lo pagi-pagi kesini? Gue sama vanya mau pergi. Mending lo pulang. " Ujar leon dengan wajah datar dan dinginnya itu.


"What the heck!! Lo ngusir gue?" Kekeh efren.


"Bukan gitu,gue sama vanya mau pergi. Tapi kalau lo mau jagain oppa nim juga nggak masalah sih disini... " Ujar leon sembari memakai sepatunya.


"Kurangajar lo! Gue ikut!"


Leon langsung mendelik tajam kearah efren. "Ngga usah macem-macem! " Tegas leon lalu berdiri dan kedapur menghampiri istrinya yang masih sibuk membuatkan minum untuk efren.


Grep


"Astagfirullah..." Reflek natasya karna kaget pasalnya leon tiba-tiba saja memeluknya dari belakang.


"Leon lepasin ih ada efren tau.. "


Bukan melepaskan,leon malah semakin mengeratkan pelukannya pada natasya. "Biar saja,biar dia pergi sekalian.. " Bisik leon.


"Maksud kamu apa sih bi?"


"Dia itu mau ikut kita jalan-jalan sayang,aku nggak mau. Aku mau kita akhiri hari terakhir kita disini cuma berdua. " Bisiknya lagi.


Natasya hanya menurut saja,sejujurnya ia juga risih jika efren selalu menggoda dan memandanginya.


Dilain sisi efren merasa kesal melihat pemandangan itu,ia merasa cemburu namun ia masih tak tau perasaan apa yang ada dihatinya.


Sial. Leon kurangajar banget sih! Bisa-bisa kebakar gue disini. Batin efren.


"Ekhem.. Disini ada orang woy. Kenal tempat dong. " Ujar efren.

__ADS_1


Leon melepaskan pelukannya kemudian merangkul natasya. " Bodo amat. " Jawab leon acuh.


Efren merasa tidak tahan dengan leon yang malah semakin membuat hatinya panas memilih berpamitan pulang. "Yaudah gue balik dulu.. " Ujarnya lalu bergegas keluar.


Sedangkan leon tersenyum senang dirumah sudah tak ada setan menyebalkan itu lagi. "Seneng banget bi... " Ujar natasya


Leon sedikit menunduk karna natasya lebih pendek darinya,kemudian ia mendaratkan kecupan dihidung istrinya. "Pastinya dong sayang.. Yaudah kamu ganti baju gih terus kita berangkat. "


"Syiap bos!!"


*****


S


aat ini keduanya tengah duduk disebuah taman,leon yang sibuk mengambil pemandangan disana dengan cameranya dan natasya yang sibuk dengan ice creamnya.


Saat telah puas mengambil foto ditaman itu,leon kembali duduk disamping istrinya yang menikmati ice cream itu sampai tak sadar jika mulutnya belepotan.


Leon terkekeh dan mengambil tisu lalu mengelap noda ice cream itu dengan lembut. "Kalau makan hati-hati sayang.. " Kekeh leon.


Seketika natasya hanya tersenyum malu. Dan leon yang melihat senyum manis itu dari dekat,membuatnya lagi lagi mencium pipi chubby istrinya itu.


"Ish.. Jail banget sih bi. " Ujar natasya dengan mengerucutkan bibirnya.


"Bi.... " Ujar natasya.


"Apa sayang?"


"Pengen bakso.. " Ucap natasya dengan wajah melasnya.


Seketika leon melongo dengan permintaan natasya. "Bakso? Kamu bercanda sayang? Disini mah nggak ada bakso kaya diindonesia. Kalau ada mah pasti rasanya beda. " Ujar leon.


"Emmmm.. Nggak ada ya? Yaudah deh." Ujar natasya dengan wajah murung dan menghadap kedepan.


Entah kenapa saat itu natasya malah ingin menangis,matanya mulai berkaca-kaca dan tetes demi tetesan itu mengalir membasahi pipinya.


"Astagfirullah.. Kamu nangis sayang? Kenapa?" Tanya leon panik.


Natasya menggeleng lalu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Perlahan isakan itu mulai terdengar membuat leon semakin khawatir. "Sayang,kamu nangis kenapa? Jangan buat aku khawatir gini. Emmm.. Apa karna bakso tadi?" Ujar leon dengan kalimat terakhir ia katakan dengan ragu.


Kemudian natasya mengangguk,semakin membuat leon melongo. Ia sampai tak percaya natasya bisa sampai nangis hanya karna ingin makan bakso.

__ADS_1


Leonpun membuka tangan natasya yang menutupi wajahnya sendiri dan perlahan ibu jarinya menghapus air mata itu dengan lembut.


"Shuttt... Udah ya jangan nangis,eumm,gimana sekarang kita pulang terus siap-siap balik kejakarta. Gimana? " Tawar leon.


Seketika raut wajah dan suasana hati natasya berubah 99% setelah mendengar itu. "Serius bi? " Tanya natasya dengan wajah berbinar.


Leon hanya mengangguk kaku dengan wajah herannya.


Sejak kapan vanya punya dua sisi sifat yang berbeda dan mudah berubah ubah. Aneh..batin leon.


"Yaudah.. Kita pulang sekarang aja ya?" Ujar natasya.


"Ah iya sayang... Yaudah ayo. " Leonpun menggenggam tangan natasya dan mereka berjalan menuju mobil.


*****


Saat ini leon dan natasya telah berada dibandara. Dan leon lagi lagi dibuat bingung dengan natasya hari ini yang menurutnya sangat membuatnya bingung.


Natasya yang biasanya jarang bermanja manja dengan leon,apalagi sekali bermanja natasya akan merasa malu,namun kali ini berbeda. Sedari pulang dari taman tadi natasya terus saja bersikap manja dengan leon.


Dan tentunya leon tak marah atau risih,sebab inilah yang ia inginkan. Ia senang jika natasya sudah tak merasa malu bersikap manja dan manis padanya.


Seperti saat ini,saat keduanya telah berada didalam pesawat,natasya terus menerus mengelanyutan dilengan leon,entah mengapa natasya akhir-akhir ini menyukai aroma tubuh leon yang sangat cool itu.


"Eumm.. Bi,entar janji ya beliin bakso. " Ujar natasya yang sudah berkali kali mengatakan itu.


"Kamu sudah beberapa kali bilang gitu lho yank, aku nggak bakal lupa kok. " Kekeh leon sembari mengelus lembut pipi natasya.


"Emmm... Sayang deh. " Gumam natasya senang dan semakin mengeratkan pelukannya.


Leon merasa lebih bahagia,karna hari ini ia bisa menang banyak.


"Aku lebih sayang sama kamu.. " Bisik leon.


Krik..


Krik..


Tak ada jawaban atau respond dari natasya,membuat leon menunduk melihat istrinya itu.


Dan ternyata natasya telah tertidur.

__ADS_1


"Sayang.. Sayang.. Baru beberapa menit kamu bicara sama aku udah tidur aja. Kamu emang unik,dan perlahan daya tarik kamu mulai aku tau. I love you honey, jangan pernah tinggalkan aku.. " Gumam leon yang berakhir mengecup kening natasya lama.


__ADS_2