Karna Iman Dan Cinta

Karna Iman Dan Cinta
Bab. Tiga puluh


__ADS_3

Panik,takut,khawatir,tegang..


Itulah empat kata yang tepat menggambarkan keadaan dua keluarga itu,bahkan kini yordan juga telah tiba dijakarta. Ia dihubungi yasmine saat yasmine mendengar kabar natasya masuk rumah sakit.


Leon bagaikan setrikaan berjalan,ia terus berjalan mondar mandir tak bisa diam didepan ruang UGD. Ia benar-benar khawatir dan sangat takut hal buruk menimpa natasya.


Ya allah.. Selamatkanlah istri hamba. Hamba tidak mau kehilangan dia,hamba sangat mencintainya. Batin leon.


"Leon? Tenanglah nak,ayo duduk dulu. " Ujar yasmine membimbing anaknya itu untuk duduk dan lebih tenang.


"Semua ini salah leon ma,carry menculik vanya karna leon ma. Semua ini salah leonnn.. Kalau sampai terjadi apapun sama vanya,leon nggak akan pernah bisa maafin diri leon sendiri. " Ujar leon yang wajahnya sudah dibanjiri air mata. Ia sudah bodo amat dimana ia sekarang menangis.


"Istighfar leon,kamu nggak boleh seperti itu. Semua ini kecelakaan,bukan salah kamu. Berdoa saja supaya tasya baik-baik saja. Mami yakin,allah pasti menolong tasya. " Ujar yasmine menenangkan.


"LEON!!" Bentak seseorang tiba-tiba dan...


"Sini lo!"


Buagh!!


Seketika leon hampir tersungkur karna pukulan yang tiba-tiba itu. Semua yang ada disana menatap tak percaya. Yordan dan riyan segera menyusul dan menenangkan lelaki yang tiba-tiba datang itu.


"Astaghfirullah levin hentikan levin.. Ini rumah sakit. " Lerai riyan.


"Tapi om dia nggak becus menjaga tasya om! Dia harus menerima balasannya!" Ujar levin yang benar-benar tak bisa mengendalikan emosinya dan bersiap memukul leon lagi namun riyan kembali mencegah.


"Cukup levin!! Jika kamu masih mau disini,jangan buat keributan! Ini semua bukan salah leon!" Ujar riyan.


"Bukan salah dia om bilang? Kalau dia becus jagain tasya,tasya ngga akan mungkin bisa celaka gini om. Dan lo!" Levin menunjuk leon dengan tatapan marahnya sedangka leon hanya diam,ia sudah tak punya tenaga lagi untuk membela dirinya,sebab ia juga tau ini salahnya.


"Gue selama ini ngilang,karna gue berusaha menjauh dari tasya,menjauh dari kehidupan kalian,gue selama ini berusaha ngerelain,ngengikhlasin tasya buat lo. Gue diam karna gue yakin lo bisa njagain dan ngelindungi tasya,tapi sekarang apa? Diam gue salah.. Seharusnya gue nggak mudah ngeralain tasya sama cowo kaya lo! Sekarang lihat? Tasya terluka!! Karna apa? Karna lo ngga bisa jadi cowo yang bisa ngelindungi tasya!!"


"IYA !! IYA GUE SALAH LEVIN! Gue emang salah.. Semua salah gue. Tapi bukan berarti gue juga mau vanya kaya gini. " Sentak leon.


"Omong kosong.. " Desis leon.


Ceklek


Seketika setelah perdeban itu pintu ruang UGD itu terbuka menampakkan seorang dokter laki-laki yang masih berpakaian hijau. "Tolong jangan ribut disini. Kami sedang melakukan tugas. " Tegas dokter itu.

__ADS_1


"Ah iya dok kami minta maaf. Lalu bagaimana dok keadaan anak saya?" Tanya riyan.


"Iya dok bagaimana dok keadaan istri saya? Dia baik-baik saja kan dok?" Lanjut leon.


"Nona natasya kritis. Dan ia mengalami pendarahan begitu banyak,karna luka tusukan tersebut. Golongan darah nona natasya O dan sayangnya ia masih membutuhkan dua kantong lagi,tapi stok dirumah sakit ini habis,apa ada yang mempunyai golongan darah yang sama?" Jelas dokter itu.


Semua terdiam dan saling pandang. "Saya O dok,ambil darah saya saja. " Ujar riyan.


"Tapi pa,papa kan lagi sakit. Ngga mungkin dong. " Ujar riana.


"Benar kata istri bapak,kami tidak bisa mengambil darah orang yang sakit. Apa ada yang lain?"


"Saya dok. Golongan darah saya O. " Ujar seseorag yang tak lain levin.


Semua pandangan tertuju pada levin termasuk leon. Leon sedikit merasa tak rela jika darah levinlah yang akan diambil,namun ia juga tak mungkin bersikap egois dalam keadaan seperti ini. "Apa dari pihak keluarga setuju?" Tanya dokter itu.


"Eumm.. Iya dok. Kami setuju. "


" Baiklah,mari mas.. " Ujar dokter itu lalu levinpun membuntutinya.


*****


Namun kabar baiknya lagi,kini natasya telah sedikit sadar yang membuat leon dan semuanya lega. "Jangan tidur lagi yah,aku ngga suka.. Aku takut. " Ujar leon sembari menggenggam tangan natasya yang masih dingin.


Natasya menampakkan senyumnya,senyum yang sangat dirindukan oleh leon. Natasya mengangguk lalu jari jemarin membelai lembut pipi leon. "Aku ngga papa kok bi,kamu ngga usah takut. " Jawab natasya dengan suara lirihnya.


"Mau berjanji nggak akan gini lagi? " Ujar leon. Lagi lagi natasya hanya tersenyum kemudian mengangguk.


Natasya terus membelai pipi leon hingga matanya tiba-tiba terasa panas dan..


Tes


Buliran bening itu luruh dari pelupuk mata indah natasya. "Lho kok malah nangis sih,kenapa hm?" Tanya leon sembari menghapus air mata itu dengan ibu jarinya


"Bi?"


"Iya?"


"Maaf yah... " Ucap natasya. Leon mengernyit bingung tak mengerti maksud istrinya itu.

__ADS_1


"Maaf kenapa?"


"Aku ngga bisa jaga anak kita dengan baik. Maafin aku.. " Jawabnya dengan air mata yang kembali membasahi kedua pipinya.


Terdengar helaan nafas dari leon,ia memang sedih saat mengetahui natasya keguguran,namun ia lebih sedih saat melihat keadaan natasya seperti ini. Leon menggenggam tangan natasya yang masih berada dipipinya.


"Sayang,dengarin aku. Jika soal kita kehilangan calon anak kita,aku tidak mempermasalahkan,karna allah masih bisa kasih anak lagi buat kita. Tapi kehilangan kamu,aku bakal kehilangan buat selamanya. Dan aku ngga mau itu terjadi.. " Jelas leon.


"Tapi bi,semua manusia kan memang pada dasarnya akan mati. Dan kita berdua pasti akan merakan sebuah rasa kehilangan itu. " Ujar natasya.


"Ya sayang aku tau. Tapi tidak untuk saat ini,sudahlah ngga usah dibahas lagi,yang penting sekarang kamu baik-baik aja. "


"Iya bi,sekali lagi maaf yah.. "


"Sekali lagi kamu minta maaf sama aku. Aku bakal diemin kamu. " Ancam leon.


"Ihhhh... Mulai berani ya ngancem ngancem akuuuu.. "


"Kenapa ngga berani? "


"Ihh jahat!" Cibir natasya dengam bibir yang mengerucut. Leon yang tak tahan dengan rasa gemasnya langsung mengecup singkat bibir itu,yang seketika membuat pipi natasya bersemu merah.


"Ihhhhh... Kamu udah berani nakal yahh biiiii... " Ucap natasya.


"Hehe.. Biarin. Sama istri sendiri aja kok. "


"Bi?"


"Hmmmm..."


"Jangan pernah tinggalin aku yah.." Ujar natasya dengan tampang melasnya.


Leon mengecup kening natasya singkat lalu beralih mengelus pucuk kepala istrinya sayang. ".. Aku aja takut ditinggalin kamu,gimana aku mau ninggalin kamu sayang. " Jawab leon.


"Ihhh gombal!"


"Tapi seneng kan?"


"Hehe.. Seneng dong digombalin cowo ganteng. " Balas natasya.

__ADS_1


Kemudian mereka tertawa bersama melepaskan kerinduan karna beberapa hari ini mereka terpisah.


__ADS_2