Karna Iman Dan Cinta

Karna Iman Dan Cinta
Bab. Tiga dua


__ADS_3

Hari ini natasya harus uring-uringan dengan leon karna sehabis shubuh tadi hingga sekarang telah menunjukkan pukul 07.00 leon juga belum mau bangun dari tidur indahnya. Ditambah natasya yang sedari pagi tadi merasa pusing tak enak badan. "Ayo dong biiii bangun lhoooooo.. Udah siang,kamu nggak mau kekantor? Katanya hari ini kamu ada meeting?" Ujar natasya dengan menggoyang goyangkan lengan leon yang malah semakin mengeratkan pelukannya pada guling.


"Biii... Jangan ngeselin dong. Aku pusing lho,bangunnnn.. Kerjaaaa.. "


"Aduhh sayang 5 menit lagi ya,capek tau habis olahraga malam sama kamu. " Ujar leon dengan suara serak khas orang bangun tidur. Mendengar ucapan leon,natasya reflek memukul lengan leon karna selalu saja membuatnya malu dengan perkataannya yang sering ngelantur.


"Apasih bi. Udah ah ngga 5 menit 5 menit,cepat! Sekarang bang---emphh!" Seketika natasya reflek membekap mulutnya saat tiba-tiba perutnya merasa mual.


Merasa benar-benar mual,natasya dengan cepat melangkah kekamar mandi.


Hoekk..


Hoekkk..


Leon yang tadinya terpejam sontak membuka matanya kala mendengar suara natasya yang terdengar dari kamar mandi. Leon dengan cepat turun dan ranjangnya dan menghampiri istrinya itu.


"Sayang? Ya allah kamu kenapa sayang?" Tanya leon panik sembari memijit tengkuk natasya lembut.


Hoekk


Hoek


"Aku eng---mphhh--"


Hoekk


Hoekk


"Kamu sakit? Atau masuk angin? Kita kedokter ya. "


Natasya membasuh mulutnya. "Bi aku lemes banget. Pusing.. " Keluh natasya.


Leon tampak merasa khawatir saat melihat wajah natasya yang benar benar pucat pasi. "Yaudah kita kedokter yah,aku takut kamu kenapa-kenapa.. "


"Engga usah bi,aku cuma engga enak badan aja kok. Tiduran bentar juga nanti enakan. " Tolak natasya.


"Tap---"


"Aku ngga papa bi. " Ucap natasya mencoba meyakinkan suaminya itu.


Jika sudah seperti itu,leon hanya bisa menghela nafas pasrah. "Yaudah tapi kamu istirahat aja. Ngga usah bantu-bantu bibi didapur,biar bibi aja yang kerjain. Aku juga ngga akan kekantor hari ini.. " Jelas leon.


"Kok ngga kekantor sih bi,katanya kamu ada meeting lho. Aku beneran ngga papa,cuma ngga enak badan aja. "

__ADS_1


"Serius?"


"Iya bi.. " Jawab natasya sembari mengusap pipi leon.


"Yaudah deh,tapi beneran lho kamu istirahat aja ya. Kalau butuh sesuatu bilang sama bibi. Okey?"


"Iyaiya bi,bawel banget sih kamu. Udah buruan mandi. Nanti tel---"


"Mau aku telatpun engga ada yang marah sayang. Aku ini b---"


"Iya bos ganteng.. " Keduanyapun tertawa bersama.


****


Saat ini leon benar-benar panik. Disaat kakinya baru saja ingin masuk keruangan meeting,art nya menghubungi dirinya dan mengabarkan natasya dirumah sakit karna tadi sempat pingsan dirumah.


Kini leon telah sampai dirumah sakit,dan ia berjalan setengah berlari menuju ruangan dimana ada natasya.


"Bibi?" Panggil leon.


Tampak art nya dan satpamnya itu menoleh kearah leon yang menghampiri mereka dengan langkah terburu-buru. "Vanya gimana bi,vanya dimana?" Tanya leon panik.


"Aduh den,bibi teh engga tau. Masih ditangani sama dokter. " Jawab biminah.


"Tadi itu baik-baik aja den,eh malah mual-mual gitu,katanya pusing tiba-tiba pingsan. " Jelas bi minah.


Terdengar helaan nafas dari leon,leon mendekat kearah pintu dan tak lama kemudian pintu terbuka menampilkan seorang dokter perempuan yang tampak sudah berubah 40-an.


"Dok.. Gimana dok keadaan istri saya? Dia baik-baik aja kan?"


Leon semakin bingung saat melihat dokter itu malah tersenyum.


"Anda tidak perlu khawatir,istri baik baik-baik saja,dia hanya butuh vitamin untuk menjaga kehalamilannya. "


Leon terdiam. Ia benar terdiam tak tau mau berkata apa lagi,dan seketika tetesan bening itu luruh membasahi pipinya. "M--maksud dokter, i--istri saya h---ha--hamil dok?" Tanya leon memperjelas.


"Iya pak benar sekali. Istri tengah hamil,dan kabar baiknya saat kami usg tadi istri bapak tengah mengandung bayi kembar. "


Untuk kedua kalianya leon benar-benar dibuat tak percaya dengan perkataan dokter dihadapannya ini. "Aduhhh aden teh kunaon malah nangis. Sok atuh masuk den.. " Ujar biminah yang membuat dokter itu ikut terkekeh.


"Silahkan masuk pak. Nanti saya akan kasih resep vitamin,kalau begitu saya tinggal dulu. " Leonpun membuka pintu dengan tangan gemetarnya. Saat telah terbuka ia melihat istrinya yang tengah berbaring diranjang dengan wajah yang menunjukkan binar begitu bahagia.


"Biiii..."

__ADS_1


Leon mengecup lama kening natasya dan beralih keperutnya."Bi aku hamil bi.. Aku hamil,anak kita kembar. " Ucap natasya dengan mata yang berkaca-kaca.


"Iya sayang. Aku seneng bangett, makasih ya sayang kamu sudah menghadiahi aku dengan kado terindah ini. Aku janji,aku akan lebih siaga menjaga kamu agar kejadian yang lalu tidak akan terulang. " Jelas leon.


"Iya bi.. "


Skip


Malam ini dua pasangan yang saling mencintai itu tengah duduk diatas sofa kamar mereka. Untuk masalah ngidam sih natasya tak merasakan apapun,bahkan ia ingin sesuatupun tidak berbeda dengan kehamilannya yang pertama. Malah, yang bersikap aneh adalah leon. Belakangan ini ia suka sekali makan seblak dan itu benar benar membuat natasya khawatir karna makanan itu kurang sehat.


"Sayang?"


"Iya bi?"


"Kan anak kembar kita dua-duanya cowok nih. Berarti anak kita cowo semua dong ya, ngga ada yang cewe. " Ujar leon.


"Ngga papa bi, lumayan lah aku ngga ada saingannya. " Kekeh natasya.


"Apasih yankk. Ngga gitu juga kali,masa anak kita cowo semua gitu. Ngga ada penengah dong kalau mereka berantem. "


"Ya terus kamu maunya gimana sih bi? Orang allah juga udah ngasih tuh disyukurin aja. Ini malah ngeluh. "


"Ya kita bikin lagi kek yang cewek. "


Uhuk


Sontak natasya tersedak ludahnya sendiri. Ia langsung menatap suaminya yang malah cengegesan itu tajam. "Belum aja bayinya keluar bi,udah mau bikin lagi. Satu satu dong.. Kalau kamu mau nanggung satunya diperut kamu sih ngga masalah. " Ujar natasya.


"Dihh ngomongnya lho.. " Kesal leon.


"Ya lagian kamu sih. Udah ah aku mau tidur bi,dedenya udah ngantuk. " Ujar natasya lalu melangkah kearah ranjang meninggalkan leon yang mengerucutkan bibirnya.


"Mau tidur nggak? Manyun mulu,awas disosor bebek. " Ejek natasya.


"Yang ada kamu yang aku sosor.. " Leonpun memilih menyusul natasya dan memposisikan dirinya berada diperut natasya.


"... Sayang-sayangku, dengeri papa ya. Kalau kalian lahir nanti, ngga usah punya wajah yang ganteng-ganteng,cukup papa aja yang ganteng. Okey? Yaudah tidur ya sayang. "


"Apasih biiiii kok ngomongnya gitu lho. Terus kamu mau anak kita jelek?"


"Maksudnya engga ganteng banget lho yank.. Udah yuk tidur."


"Hmmm..."

__ADS_1


---------


__ADS_2