Karna Iman Dan Cinta

Karna Iman Dan Cinta
Bab. Dua lima


__ADS_3

Saat ini natasya telah tiba disebuah cafe dimana levin memintanya menemui disana. Natasya mengirimkan pesan pada levin memberitahu jika ia telah tiba. Setelah itu ia turun dari mobil dan memasuki cafe itu.


Natasya mengedarkan pandangannya mencari dimana levin duduk.


Tring


Suara notif yang berasal dari ponselnya itu membuatnya membuka kembali ponselnya.


Levin


|coba lihat kesamping,gue ada dipojok.


10.30


Read


Setelah membaca itu natasya menoleh kesamping dan menlihat levin yang sudah tersenyum kearahnya. Natasyapun melangkah mendekat.


"Maaf aku sedikit terlambat... " Ujar natasya.


Tampak levin yang masih setia dengan senyumnya."It's okey.. Yang penting lo mau dateng kesini. Duduk,gue pesen sesuatu dulu lo mau pesen apa?"


"Aku tidak lapar lev. "


"Ayolah sya,seenggaknya minum. "


"Seterah kamu.. " Ujar natasya.


Levinpun memanggil pelayan cafe itu dan memesan. "To the point aja levin,kamu mau ngomong apa? Aku nggak banyak waktu. " Ujar natasya.


"Kenapa lo jadi kaya gini sya? Gue mau kita temenan kaya dulu lagi. Tetap dekat walau hanya sekedar teman. " Ujar levin.


Terdengar helaan nafas dari natasya. "Aku nggak mungkin bisa dekat lagi sama kamu kaya dulu lev,kamu tau kan aku sudah menikah dan leon tidak suka aku dekat dengan lelaki manapun terutama kamu. " Jelas natasya.


"Sya.. Gue mohon,jangan jauhi gue. Mungkin lo bisa tapi gue nggak bisa. Itu sakit buat gue. " Ujar levin dengan tatapan sendunya.


Natasya mencoba memberanikan diri untuk menatap levin sejenak. Sungguh,saat menatap tepat pada manik mata levin ia melihat sebuah kesedihan dan rasa yang tersirat begitu dalam. "Sya.. Lo tau. Gue nggak pernah segininya sama perempuan,kecuali dia benar-benar aku cintai. Ya.. Gue tau lo udah nikah,tapi gue nggak bisa ngelupain lo. Ini sulit bagi gue. Gue udah terlanjur sayang sama lo. "


"Levin,satu hal yang harus kamu tau. Cara menghilangkan rasa itu bukan dengan cara melupakan,justru jika kamu semakin ingin melupakan kamu semakim terus teringat dan semakin sulit menghilangkan rasa itu. " Jeda natasya.


".... Namun berusahalah untuk mengikhlaskan. Ikhlaskan aku untuk leon,ya aku tau ini tidak mudah. Tapi kamu juga tidak bisa menyiksa dan menyakiti hati dan perasaan kamu sendiri dengan rasa yang tidak akan pernah terbalaskan itu. " Nasihat natasya.


Levin semakin kalut. Ia sungguh mencintai perempuan yang ada dihadapannya ini. Namun hatinya juga membenarkan ucapan natasya,jika semakin ia ingin melupakan,rasa itu semakin bertambah. "Tasya.. Gue akan mencoba merelakan lo buat leon,gue akan belajar mengikhkaskan lo untuk leon. Tapi satu hal,satu kali aja gue lihat lo nangis karna leon,gue nggak akan segan-segan ngambil lo dari dia. Kalau perlu gue habisi dia.." Tegas levin.


Natasya akhirnya tersenyum. "Kamu tenang saja. Leon mencintaiku,dan dia tidak akan menyakitiku. " Ujar natasya.


Levin menghela nafas pasrah. "Aku harap begitu. "


Natasya hanya bisa tersenyum dan tak lama kemudian pesanan mereka datang. "Lo serius nggak mau makan?" Tanya levin.


"Enggak kok. Aku sudah kenyang. " Ujar natasya.


"Ohhh okey.. "


"Levin?"


"Hmm..."

__ADS_1


"Habis kamu makan,aku harus pulang. Aku nggak mau sampai leon tau aku ketemu kamu. Dia pasti marah.. "


Mendengar itu levin agak sedikit kecewa karna ia tidak bisa menghabiskan waktu lebih lama lagi bersama natasya. "Okey.. "


Mendengar jawaban singkat levin,natasya tau levin kecewa karna dia tak bisa meluangan waktu lebih lagi.


Maafkan aku levin,tapi seharusnya memang harus seperti ini. Batin natasya.


*****


Kini natasya terus mondar-mandir diruang utama menunggu leon pulang karna sedari ia pergi tadi sampai sehabis dhuhur ini leon belum kembali juga,dan itu pastinya membuat natasya sangat khawatir.


Bahkan ia sudah beberapa kali menghubungi leon namun ponselnya tidak aktif. Natasya sempat kepikira akan menghubungi yasmine namun ia urungkan,ia tak mau menambah beban keluarga. Biarlah ini menjadi urusannya.


"Neng,den leon teh belum pulang juga?" Tanya bi ijah.


"Belum bi makanya aku khawatir banget sama leon. "


"Yaudah teh neng telfon aja bu yasmine,siapa tau den leon teh ada disana  neng. " Ujar bi ijah.


Natasya menggelengkan kepalanya. "Nggak bi,natasya nggak mau nambah beban fikiran mereka. Biarlah tasya aja yang nanggung. "


"Tapi neng juga nggak boleh terlalu stress gitu,ngga baik buat kesehan bayi neng didalam sana. "


Natasya menghela nafas dan duduk.


Leon,kamu dimana sih. Batin natasya.


Skip


Ceklek!


Seketika senyumnya mengembang melihat lelaki pujaannya terbaring pingsan diatas ranjang apartementnya. Ia melangkah lebih dekat dan naik keatas ranjang duduk disana. Perlahan jari jemarinya menelusuri setiap inci wajah lelaki tampan itu.


"Kau tau sayang, aku senang akhirnya kau ada disini bersamaku. Tenang saja.. Perempuan perebut itu tidak akan mengambilmu dariku lagi. Karna kau hanya milikku." Ucap perempuan yang ternyata adalah carry itu.


Flashback on


Melihat papanga jordan sudah memasuki ruangan,leon memilih menghubungi natasya bermaksud mengabari jika ia akan segera pulang. Namun sayang,tiba-tiba ponselnya lowbet dan ia memilih langsung akan pulang.


Dan disisi lain saat leon berjalan kearah parkiran,ada yang melihatnya dan dia adalah carry. Melihat leon yang tak jauh dari indra penglihatannya,carry tersenyum miring,seketika rencana jahat mulai memenuhi otaknya.


Iapun menelfon seseorang yang pernah menjadi anak buahnya menuju bandara. Dan mungkin keberuntungan berpihak pada carry,karna saat itu leon harus membuang waktunya dibandara agak lama karna mobilnya tiba-tiba mogok.


Dan tak lama kemudian,anak buah carry datang menghampiri carry. "Ada apa bos?" Tanya salah satu anak buah itu.


"Kalian lihat pria tampan didepan sana?" Tanya carry.


Terlihat ketiga anak buah itu mengikuti arah pandang carry. "Oh iya bos. Kenapa?"


"Aku ada tugas buat kalian. "


"Tugas apa bos? Menghabisi orang itu?"


Sontak carry menatap tajam ketiganya. "Jangan macam-macam. Kalian cukup culik dia,bekap pakai bius dan bawa dia keapartement aku,aku akan mengurus penerbangan ke amerika terlebih dahulu. Nanti aku nyusul. " Ujar carry.


"Siap bos!!"

__ADS_1


Tampak salah satu anak buah itu akan mengalihkan perhatian leon dengan pura pura membantu membetulkan mobilnya. "Mobilnya kenapa mas?" Tanya salah satu anak buah itu.


Sontak leon sedikit terkejut dengan kedatangan orang itu dengan tiba-tiba.


"Oh ini mas nggak tau juga. Mogok kayanya. " Ujar leon.


"Boleh saya lihat mas?"


"Oh boleh boleh,silahkan mas. Terima kasih lho mas. "


"Iya mas sama sama.."


Dan tanpa leon sadari dari belakang kedua anak buah itu berjalan pelan bersiap untuk membekap leon. "Mas mau kemana emangnya?" Tanya salah satu anak buah itu.


"Mau ke rum----emphh---" Belum saja menyelesaikan perkataannya,ia sudah dibekap


Melihat anak buahnya yang berhasil membuat leon pingsan,senyum carry terbit menghiasi wajah cantiknya. Dan ia segera mengurus penerbanganya.


Flashback off


"Maaf leon,aku terpaksa dengan cara ini. Dan jangan salahkan aku okey? Ini masih dengan cara lembut,dan jika kamu memberontak,aku bisa berbuat kasar denganmu leon. " Ujar carry.


Seketika pandangan carry tak sengaja melihat ponsel yang berada dikantong celana leon. Sebuah ide busuk lagi lagi terlintas dikepalanya. Iapun mengambil ponsel itu dan mengecasnya.


Lalu ia menghidupkan ponsel tersebut dan mencari kontak natasya.


" What the ****!! " Umpat carry saat melihat kontak natasya yang diberi nama ' My wife ' dengan emoticon love.


"Lihat saja. Julukan istri itu akan berpindah kepadaku! Apapun caranya!" Ujar carry lalu menyalin kontak natasya keponselnya.


Perlahan carry membuka dua kancing atas baju leon,dan ia mulai tiduran disamping leon memeluk leon mesra. Iapun segera mengambil foto mereka dan mengirimkannya kenatasya.


"Silahkan menikmati pemandangan ini nona natasya. Tapi bersyukurlah,aku tidak sampai mencium lelakimu ini. " Ujar carry sembari tersenyum sinis.


Disisi lain natasya yang masih mondar mandir semakin gelisah itu hanya bisa berdoa agar semua baik baik saja.


Tring


Suara notif itu langsung membuat natasya dengan cepat membuka ponselnya karna ia kira itu leon,namun yang tertera dilayar utamanya adalah sebuah nomor tidak dikenal.


Tiba-tiba perasaan natasya berubah menjadi tidak enak. Jantungnya terus berdetak dengan kencang. Perlahan tapi pasti ia membuka pesan itu dan...


Deg..


Tubuh natasya menegang. Pasokan udara disekitarnya seakan habis. Ia membaca sebuah kalimat dibawah foto itu.


'Kau tak perlu khawatir nona natasya. Suamimu aman bersamaku,dia sedang tertidur,mungkin dia lelah sehabis menghabiskan waktu denganku hari ini. '


Tes


Lutut natasya seakan lemas tak mampu menopang tubuhnya,ia membekap mulutnya terus berkata tidak didalam hatinya. "Astagfirullah.. Enggak..ini nggak mungkin.. Leon nggak mungkin seperti ini dengan perempuan lain.. Enggakkkk...ini bohongggg... " Racau natasya dengan isakan pilunya.


"Eh astagfirullah neng,eneng kunaon atuh nangis gini." Tanya bi sumi panik.


Seketika pandagan natasya buram,rasa mual memenuhi perutnya,rasa lemas seakan sudah menguasi tubuhnya dan..


Semuanya gelap.

__ADS_1


__ADS_2