Karna Iman Dan Cinta

Karna Iman Dan Cinta
Bab. Sembilan


__ADS_3

Saat ini Leon tengah bersantai di taman kampus. Tatapannya terus terarah pada majalah yang memperlihatkan sebuah tema pernikahan. Sungguh demi apapun, ia tidak sabar menunggu kelulusan Natasha, calon istrinya.


"Hei, sayang."


Spontan Leon mendongak, setelah tahu siapa pengganggu itu, ia memutar bola matanya, kenapa perempuan gila ini bisa berada di kampusnya?


"Ngapain Lo ke sini?" tanya Leon ketus seraya memperlihatkan raut wajah datar nan dinginnya.


Carry duduk di kursi yang letaknya di depan Leon tanpa izin. "Oh my God, Leon. Ayolah, bukankah ini kampus? Apalagi tujuan aku ke sini kalau nggak kuliah?" kekehnya.


Leon mendelik tajam, tatapannya benar-benar terlihat tak santai. "Ngapain Lo kuliah di sini?" desis Leon.


Carry terkekeh dan menenggak minuman Leon lagi-lagi tanpa izin, hal itu tentu saja membuat Leon merasa geram, perempuan di hadapannya ini memang sudah gila.


"Karna kamu, aku nggak mau jauh-jauh dari kamu, sayang."


"Lo bisa nggak sih nggak perlu panggil gue sayang?!" bentak Leon.


"Why? Aku ini kan pacar kamu!"

__ADS_1


"Dasar nggak tau diri! Kita itu udah putus, udah berakhir, dan gue juga udah nganggep Lo sama gue itu nggak pernah ketemu. Jadi, Mending Lo balik ke asal Lo sana, nggak guna Lo bela-belain kuliah di Indonesia, gue juga nggak akan balik sama cewek ****** kaya Lo," sarkas Leon.


"Leon please, jangan sebut aku ******!" bantah Carry.


Leon terkekeh. "Emang mungkin di negara Lo gonta-ganti bahkan keluar masuk sama cowok itu nggak masalah, sampe Lo itu puas mungkin itu nggak masalah. Tapi nggak buat di Indonesia dan buat gue. Lagipula Lo sama gue itu beda. Jadi, gue tegasin sekali lagi. Nggak usah ganggu hidup gue, berhenti berharap karna semua percuma. Itu suatu hal yang udah nggak akan mungkin!" jelas Leon hingga akhirnya ia pergi meninggalkan Carry.


...****************...


Tuhan tahu apa yang tersimpan di dalam hati


Tuhan tahu harapan sekecil apapun yang selalu kita nanti kapan terjadi


Aku selalu yakin akan kekuatan hati


Perjuangan mencarimu tidaklah mudah


Tetapi, semua terbayar sudah


Kini kita sedang sama-sama menanti

__ADS_1


Menanti dua hati yang sebentar lagi akan terikat abadi


Aku tak sabar menjumpai hari itu, hari di mana aku menjadikanmu seorang istri


Leon menghentikan jarinya menulis, ia menutup buku bersampul hitam berukuran sedang itu lalu menyimpannya di dalam laci. Tak lama setelah itu, handphonenya berbunyi, menampilkan nama Riyan yang sengaja ia namai dengan calon mertua, senyum Leon mengembang ketika membuka pesan tersebut.


Di sana Riyan memberikan pesan pada Leon agar menjaga Natasha dengan baik dan tidak mempermainkannya. Sebagai seorang ayah Riyan pasti merasa berat akan melepas putri semata wayangnya, Leon memaklumi akan hal itu.


Ia senang Riyan bisa terbuka mengatakan hal ini padanya, ia sekarang merasa memiliki tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan dari calon mertuanya itu.


Setelah selesai mengobrol, Leon akhirnya mengakhiri percakapannya dengan Riyan karena waktu sudah semakin malam dan ia belum sholat. Ia beranjak dari kursi belajarnya kemudian bergegas melaksanakan niatnya.


...****************...


Setelah selesai Leon menenangkan hatinya sejenak, ia menengadahkan tangan memohon ampun atas segala dosa dan berdoa pada sang pencipta alam semesta ini.


"Ya Allah ya Rabb, ampunilah dosa-dosa hamba dan dosa kedua orang tua hamba, ampunilah dosa yang telah hamba perbuat selama ini. Ya Allah, hamba mohon, lancarkan lah langkah hamba, niat hamba untuk menghalalkan perempuan yang amat saya cintai ya Allah. Lancarkan langkah hamba ini agar segera bisa menuju ke jenjang yang lebih serius dan jalan yang kau ridhoi, Aamiin ...."


Dan tanpa Leon sadari di tempat lain ada yang juga berdoa untuk kelancaran hubungan serta niat mereka.

__ADS_1


"Ya allah jika Leon memang jodoh yang telah kau siapkan untuk hamba, maka permudahkan jalan kami menuju ke jalan yang Engkau ridhoi ya Allah yaitu suatu hubungan yang halal. Ya Allah, ya Rahman ya Rahim, hamba memang mencintai Leon. Namun, hamba mohon jangan jadikan rasa cinta hamba ini lalai terhadap-Mu ya Allah, membuat hamba jauh dari-Mu, dan jangan sampai cinta hamba padanya melebihi cinta hamba pada-Mu, Aamiin ..." doa Natasha.


Di malam dengan derasnya hujan itu keduanya melangitkan doa, di waktu yang sama. Namun, dengan tempat berbeda. Keduanya sama-sama mengusap wajahnya dan berbaring di atas sajadah, merasakan getaran cinta untuk sang maha pencipta, hingga menciptakan kenyamanan yang tak semua orang bisa merasakannya.


__ADS_2