
Hari ini adalah hari dimana natasya menjalani hari harinya dengan sebuah kehidupan baru dirahimnya. Dan hari ini adalah hari para calon maha siswa/siswi mendaftar dikampus pilihan mereka masing-masing.
Dan itu juga berlaku bagi natasya,namun sayangnya semua keluarga terutama leon sama sekali berubah fikiran untuk tidak mengizinkan natasya kuliah terlebih dahulu.
Dan itu seketika membuat natasya sempat tak terima dan sangat sedih. Semuanya sudah memberikan pengertian untuk natasya tapi tetap saja natasya malah terus menangis dikamar.
"Yaudah leon,sana kekamar tenangin tasya. Jangan sampai dia stress lho nggak baik buat kesehatannya. " Ujar riyan.
"Iya leon,kamu juga harus sabar ngadepin perempuan hamil. " Timpal yasmine.
"Bener tuh mami kamu leon,dulu ya.. Papi itu sampai pusing sendiri diomelin sama mami kamu karna ini salah lah,itu salah lah. Jadi kamu siap-siap aja kaya papi. " Sambung jordan.
"Yeee papi apaan sih,namanya aja perempuan hamil itu perasaannya sensitif. Mood nya berubah ubah. " Ujar yasmine tak terima.
"Leon.. Mama titip tasya ya sama kamu. Beri pengertian sama dia,kami semua nggak mau sampai nanti dia kelelahan dan terlalu fokus sama kuliahnya sampai malah lupa sama kesehatan dirinya sendiri. " Ujar ellen.
"Iya ma,mama tenang aja. Leon bakal njagain tasya kok. " Jedanya.
"Yaudah leon keatas dulu ya. "
"Iya sayang.. "
Leonpun menaiki beberapa anak tangga itu dan perlahan membuka pintu kamarnya dengan natasya.
Baru saja masuk,ia sudah mendapati istrinya yang menangis disofa dengan mendekap bantal.
Leonpun melangkah menghampiri natasya dan duduk disampingnya. Baru saja leon ingin membuka mulutnya untuk berbicara,natasya sudah memalingkan wajahnya.
Leon lagi lagi hanya bisa menghela nafas. "Sayang... " Panggil leon lembut sembari menggenggam tangan natasya,namun belum ada 5 detik natasya melepaskannya.
"Kamu marah?" Tanya leon.
"...."
"Yank?"
"....."
"Mereka semua terutama aku cuma pengen yang terbaik buat kamu. Kami nggak mau kamu sampai kenapa-kenapa. Urusan kampus itu cape sayang,ngga seperti yang kamu fikirkan. " Ujar leon.
"......" Tak ada jawaban dari natasya,ia terus memalingkan wajahnya.
"Sayang, aku yakin kamu tau akan hal ini. Allah nggak suka sama seorang istri yang diajak berbicara oleh suaminya namun memalingkan wajahnya. " Ujar leon.
Kalau sudah pasal agama,natasy sudah tak bisa mengelak lagi. Iapun dengan berat hati menoleh kearah leon.
"Kamu mau apa sih?" Ujar natasya dengan suara bergetar dan bersamaan air matanya yang kembali luruh.
Leon tersenyum dan dengan penuh kelembutan,leon menghampus lelehan air mata itu dengan ibu jarinya.
"Jangan buat aku merasa gagal menjadi seorang suami yang baik sayang. Kamu tau,dengan kamu menangis kaya gini,aku benar-benar merasa malu sama allah karna nggak bisa buat kamu bahagia. " Ujar leon.
Natasya menggeleng. "Engga bi,kamu nggak gagal jadi suami yang baik buat aku. Cuma.. Kenapa aku nggak boleh kuliah coba? Aku bisa kok jaga diri aku dan anak kita dengan baik. "
Leon lagi lagi menghela nafas dan menggenggam erat tangan natasya.
"Sayang,kalaupun kamu bisa jaga diri kamu sama anak kita ini tapi kalau kamu lahiran kamu juga bakal berhenti kuliah dalam waktu cukup lama karna mengurus anak kita sayang. Dan aku nggak mau sampai kamu nggak ada waktu istirahat. " Jeda leon.
Leon menatap dalam manik mata natasya. "... Mengertilah sayang,aku bukan membatasi hidup kamu. Aku cuma mau yang terbaik buat kamu dan anak kita. Lagipun tugas utama seorang istri itu adalah menjadi istri yang baik buat suaminya dan menjadi ibu rumah tangga yang baik. "
"Tapi seorang ibu juga harus memiliki pendidikan yang baik bi.. "
"Ya. Kamu benar,yaitu pendidikan agama. Dan aku yakin kamu bisa belajar itu disekitar komplek ini. Dan soal pendidikan pengetahuan,aku bisa carikan dosen buat kamu untuk kerumah. "
"Tapi bi... "
"Aku mohon vanya,kali ini kamu terima permintaan aku. " Bujuk leon.
Natasya terdiam sejenak. Ia benar-benar melihat dengan jelas raut memohon dimata suaminya. Dan terdengar helaan nafas dari natasya.
__ADS_1
"Okey... Aku terima permintaan kamu. " Jawab natasya.
Seketika wajah lesu leon berubah berbinar. "Kamu serius sayang?" Tanya leon heboh.
"Iya biiiii... "
Grep
Leon langsung memeluk natasya dan menghujani ciuman diwajah natasya.
"Ihhhh udah ah biiii,merah nih wajah aku. "
Leon terkekeh lalu kembali memeluk natasya. "I love you.. "
"I love you to.. "
*****
Pagi ini leon membawa natasya jalan-jalan disekitaran taman komplek menghirup udara pagi yang sejuk itu.
"Bi,kalau kamu kuliah jangan lama-lama ya. Kan aku jadi kesepian dirumah. Dan kalau mau nyariin dosen kalau bisa cewe aja biar nyaman juga. " Ujar natasya.
"Iya sayang aku akan usahakan demi kamu. "
Tring
"Bentar bi.. " Ujar natasya lalu membuka layar ponselnya.
Seketika natasya menutup kembali layar ponselnya dengan cepat setelah melihat layar utamanya yang menampilkan nama 'Levin' .
"Dari siapa sayang?" Tanya leon.
Natasya ingin jujur tapi satu sisi ia tak mau membuat leon dan levin berkelahi lagi apalagi sampai adu mulut hanya karna hal sepele. "Sayang?"
"Eh..eumm,itu.. Fany. Ya fany" Jawab natasya gugup.
Leon memicing curiga. "Beneran fany?"
"Kok buru-buru sih,udaranya masih sejuk tau. "
"Yaaaa nggak papa. Aku laper.. Hehe" Alibi natasya.
Leon terkekeh dan menoel hidung natasya gemas. "Yaudah ayo ayo.. " Natasyapun mengangguk.
Skip
Saat ini leon tengah bersiap untuk kebandara mengantar jordan yang akan terbang ke filipina mengurus cabang perusahaannya.
"Nanti habis ngantar papi kamu langsung pulang ya bi.. " Ujar natasya.
"Iya sayang,kamu udah ngomong gitu berapa kali coba. Kamu tenang aja,nanti aku langsung pulang kok. Yaudah aku pamit yah."
Natasya mengangguk dan leon mengecup kening natasya kemudian natasya membalasnya dengan pelukan. Itulah rutinitas keduanya jika salah satu dari mereka akan berpegian.
"Hati-hati ya bi.. "
"Iya sayang,assalamualaikum. "
"Wa'alaikumusallam.. "
Setelah kepergian leon,natasya membuka ponselnya berniat melihat pesan yang dikirimkan levin,pasalnya ia tadi tak sempat membacanya.
Levin
|Kamu udah balik kejakarta kan?
|Kenapa kamu nggak ngabarin aku sih.
06.30
__ADS_1
Read
Maaf lev,aku nggak sempet ngabarin| kamu. Ada apa?|
08.30
Read
Natasya memilih duduk sembari menunggu balasan dari levin.
"Neng tasya?" Panggil seseorang yang ternyata bi ijah.
Natasya menoleh kearah dapur. "Iya bi?"
"Eneng teh mau bibi bikinin juice mangga? Kebetulan teh ada mangga neng dikulkas. " Ujar bi ijah.
Mendengar kata mangga,otaknya langsung membayangkan begitu enaknya jika mulutnya menggigit mangga yang masih setengah matang itu. "Mangga nya nggak terlalu matang kan bi?"
"Enggak neng,soalnya itu kayanya nyonya ellen mamanya eneng yang bawa. "
"Owh yaudah bi jangan dijuice,kupasin aja mangganya. Sama garam ya bi biar nggak terlalu asam juga. "
"Oh syiap neng... "
Tring
Natasya segera membuka ponselnya dan melihat ada balasan dari levin.
Levin
|Kita sekarang bisa ketemu?
|Gue pengen ketemu lo.
08.40
Read
Mau ngapain sih.|
08.40
Read
|Please sya,gue bener-bener pengen
|ketemu sama lo,gue juga mau
|Ngomong sesuatu sama lo.
08.41
Read
Yaudah gue bisa,tapi gue ngga punya| banyak waktu.|
08.41
Read
|Oke sya, gue janji kok ngga bakal
|lama. Tempatnya entar gue share
|Loc.
08.42
Read.
__ADS_1
Setelah itu natasya mematikan ponselnya dan memilih bersiap.
Sebenarnya ia takut dan ragu ingin menemui levin,pasalnya ia tau konsekuensinya jika sampai leon tau,apalagi ia tak meminta izin terlebih dulu. Natasya tidak bisa membayangkan jika leon sampai tau jika dia bertemu levin,ia yakin leon akan salah paham.