
Leonpov
Kesal.
Itulah kata yang pantas menggambarkan semua ini. Bagaimana tidak,tepat pukul 01.00 vanya membangunkanku karna merasa perutnya merasa sakit,ya gimana nggak sakit. Setelah makan 2 porsi bakso,dia makan 2 porsi nasi goreng dan akhirnya sekarang akulah yang suruh mengelus elus perutnya hingga tertidur.
Dan bahkan yang sangat membuatku kesal karna vanya tak tidur-tidur.
"Sayang... Tidur yah,tangan aku pegel tau." Ujarku.
"Ya entar dong orang mata aku juga belum mau tidur. " Ucap vanya.
Lagi lagi aku hanya bisa menghela nafas.
Beberapa detik kemudian.
Huft.. Akhirnya aku bisa bernafas lega saat melihat vanya yang telah tertidur pulas. Akupun mendaratkan kecupan singkat dikeningnya dan mulai tidur.
Dan..
Baru saja beberapa detik aku memejamkan mata,vanya memegang lenganku. "Apa lagi sayang?"
"Kok panas ya.. " Ucapnya. Sontak aku hanya melongo. Sungguh,sepertinya ini bukan vanya. Vanya tidak seaneh ini.
Pasalnya ac sudah hidup bahkan aku saja merasa kedinginan,tapi dia? Sebaliknya. "Dingin gimana sih yank? Udah hidup kok ac nya. Kok masih panas. "
"Ya mana aku tau. Tapi enaknya panas gini minum kelapa muda deh bi. " Ujarnya tiba tiba.
Akupun berusaha berpositiv thingking. Namun tetap saja perasaanku merasa tidak enak. " Maksud kamu?" Tanyaku.
"Ya cariin dong... Masa gitu aja ngga peka. Pasti seger deh kalau minum kelapa muda. "
Oh allah.. Ada apa dengan istri hamba ini. Kenapa berubah aneh dan menyebalkan seperti ini. "Cariin gimana? Masa iya aku keliling cari penjual kelapa muda jam segini. Ngga mungkin sayang,pasti ngga ada.. " Ujarku.
Dan tiba-tiba ia menatapku dengan bibir cemberut dan mata berkaca-kaca. Astaga... Dia sangat tau kelemahanku.
"Yaudah iyaiya.. Aku usahain ya. Kamu tidur aja dulu,entar tak bangunin. "
Seketika wajahnya berubah berbinar dengan cepat. "Aaaaaaa... Makasih biii. " Ujarnya sembari memelukku.
Akupun membalas pelukannya.
"Huft,untung sayang. " Gumamku secara tidak sadar.
"Apa kamu bilang?" Sentak vanya dengan menatapku kesal.
Aku hanya bisa gelagapan melihat ekspresi itu." Emm.. A--apa emangnya? Aku ngga ada ngomong apa-apa kok. "
"Kamu ikhlas kan cariin aku kelapa muda? Kalau nggak ikhlas mending ngga usah. "
Tanganku terulur mengelus pucuk kepalanya. " Aku ikhlas kok. Yaudah kamu tidur dulu ya. " Ujarku lalu dia mengangguk. Melihat itu akupun hanya bisa tersenyum lalu melangkah keluar.
Authorpov
Leon berhenti sejenak dianak tangga terakhir. Ia hany bisa mondar mandir dengan menggaruk garuk rambutnya. Ia benar benar bingung kemana ia harus mencari kelapa muda.
"Allah.. Kenapa istri hamba jadi seperti itu. " Gumam leon yang benar-benar pusing.
"Aden!"
Leon tersentak saat tiba-tiba namanya terpanggil,iapun menoleh kesamping.
"Astaga bibi Ngagetin aja sih!" Kesal leon.
"Hehe.. Maaf atuh aden,lagian aden ngapain malam malam teh disini? Ngga tidur?" Tanya bi ijah art mereka.
"Ck... Maunya juga tidur bi. Tapi itu lho vanya aneh bener,masa iya tengah malam gini minta cariin kelapa muda. Cari dimana coba? Aneh aneh aja. " Jelas leon.
"Hah? Serius den? Kok neng tasya kaya orang ngidam ya den. Apa jangan-jangan neng tasya emang bener ngidam lagi. "
__ADS_1
"Ah masa sih bi. Tapi dia nggak mutah mutah gitu. Udahlah bi aku kerumah mami aja dulu,siapa tau ada. " Ujar leon lalu pergi kegarasi.
Skip
Saat ini leon tengah mengetuk ketuk pintu rumah orang tuanya,pasalnya ia tak tau harus bagaimana menghadapi sikap aneh istrinya itu.
Tok
Tok
Tok
"Mami!!" Pekik leon yang sudah tak memikirkan akan dimarahin oleh orang komplek karna teriakannya itu,ia sudah bodo amat. Ia terlalu pusing untuk hari ini.
"Ck.. Pada kebo banget sih!" Kesal leon lalu memilih menelfon maminya.
Tuttttt.....tutttttt....tutttttt
"Ck... Angkat napa sih!"
Tutttt....tuttttt....tuttttt
"Oh my god!! Please answe the call mom!!" Cibir leon.
Tuttttt....tutttt....tut--
'Hallo,dengan siapa?'
'Dengan siapa dengan siapa.. Ini leon mi. Mami kebo banget sih,pintunya udah tak gedor gedor juga nggak bangun! Udah sekarang mami keluar'
Tut
Leon langsung mematikan sambungan itu karna tak mau berlama lama berbasa basi.
"Mana sih mami jalan aja pakai dihitung!"
Ceklek
"Kamu ngapain sih leon malam malam datang kesini? Kamu nggak berantem kan sama tasya. " Tanya yasmine.
"Ya enggak lah. " Jawab leon.
"Terus?"
"Ada kelapa muda nggak?" Tanya leon yang langsung to the point.
Seketika yasmine mengernyit bingung. "Maksud kamu?"
Leon mendenggus kesal lalu menerobos masuk kedalam rumah dan duduk diruang utama. "Vanya minta cariin kelapa muda. " Jawab leon.
Yasmine semakin tertarik ingin mendengar lanjutan perkataan leon kemudian ia ikut duduk. "Kok bisa gitu?"
"Ya mana leon tau mi. Tadi malam itu leon udah turutin dia makan bakso sampai 2 porsi masih ditambah nasi. Habis itu dia minta nasi goreng juga 2 porsi,kan aneh banget mi. Vanya ngga pernah makan sebanyak itu. Setiap aku larang dia malah gampang banget marah,kesinggung. Bahkan sekarang dia malah pengen kelapa muda.. Pusing bener mi leon. " Jelas leon.
Seketika leon malah mengerutkan dahinya bingung saat melihat yasmine yang malah tersenyum. "Apa jangan jangan tasya hamil ya?" Tebak yasmine.
"Masa sih mi? Tadi sih bi ijah juga bilang gitu. Tapi apa iya?"
"Tasya telat datang bulan nggak?" Tanya yasmine.
"Ya mana leon tau. "
"Huft.. Makanya hal kaya gitu tuh harus sering ditanyain setelah kalian berhubungan leon. Jadi cowok nggak peka banget sih. "
"Kok mami jadi ngomelin leon sih. Udah intinya mami ada nggak kelapa mudanya. "
"Ada.." Jawab yasmine.
"Mana?"
__ADS_1
"Noh diatas pohon.. " Kekeh yasmine.
"Astaga mami! Nggak lucu!"
"Lho beneran kok ada tapi diatas pohon belakang rumah tuh.."
"Terus maksud mami leon suruh manjat?"
"Ya terserah kamu. Pilih mana manjat apa pulang diomelin tasya?" Kekeh yasmine lagi.
Leon mengusap wajahnya frustasi. Iya bingung,haruskan ia memanjat? Setinggi itu ? Dan tengah malam begini? Astagaa... Itu tak pernah terlintas difikiran leon pasca menikah.
"Udahudah tenang aja. Biar mami suruh mang udin buat manjat ya. " Ujar yasmine yang tidak akan setega itu.
"Nah gitu dong,yaudah buruan gih mi. Kasian vanya udah nunggu." Ujar leon.
******
Panik.
Itulah yang mewarnai keadaan dikediaman leon itu,bahkan saking paniknya ia menghubungi yasmine dan ellen agar kerumahnya. Pasalnya,sedari sehabis shubuh tadi natasya terus mual-mual namun tak mengeluarkan apapun,hingga kini sekarang mereka hanya menggigit jari dan melihat natasya yang sedang diperiksa oleh dokter karna tadi ia sempat pingsan..
"Gimana dok istri saya?" Tanya leon.
"Tenang saja,sebentar istri bapak akan sadar dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan karna ini berita bahagia. " Ujar dokter itu.
"Berita bahagia apa dok?" Tanya leon.
"Apa anak saya hamil dok?" Tanya ellen.
"Iyadok,apa bener mantu saya hamil? Soalnya dia aneh gitu. " Sambung yasmine.
Tampak dokter itu tersenyum cerah kemudian mengangguk. "Iya bu dugaan kalian benar. Alhamdulillah anak ibu dan istri bapak sedang hamil,kehamilannya baru memasuki 1 minggu. "
Tes
Seketika air mata leon luruh. Sungguh antara terharu,bahagia,dan tidak percaya menjadi satu. "Dok--dokter nggak bercanda kan?" Ucap leon.
"Tidak.. Yasudah kalau begitu saya permisi,dan jangan lupa diminum vitaminnya serta selalu jaga ibu tasya ya. Saya permisi assalamualaikum. "
"Ah iya dok terima kasih,wa'alaikumusallam. " Jawab ellen.
Leon masih dengan senyum yang begitu cerah menghampiri istrinya yang masih terpejam. Leon duduk disamping natasya dengan terus mengusap lembut kepala tasya dan berkali kali ia mendaratkan kecupan dikeningnya diiringi dengan rasa syukurnya pada allah.
"Sungguh sayang.. Demi apapun,tidak ada yang bisa mewakili kebahagian yang begitu besar ini. " Lirih leon.
Perlahan jari jemari natasya bergerak dan perlahan tapi pasti mata natasya terbuka sedikit demi sedikit. "Bi?" Panggil natasya lirih dengan wajah yang masih pucat.
"Iya sayang? Kamu mau minta apa hm?" Tanya leon yang masih berkaca-kaca.
"Kamu kenapa? Kok matanya berkaca-kaca gitu? Aku nggak papa kok bi. Kamh nggak usah khawatir. " Ujar natasya sembari mengelus rahang leon.
Leon tersenyum lalu mengangguk.
"Iya sayang,aku percaya kok kamu nggak papa. Tapi mulai sekarang,kamu harus selalu ngejaga diri kamu sama dia ya dengan baik. "
Dahi natasya mengernyit. "Dia? Siapa?"
Leon lagi lagi mendaratkan ciumannya pada kening natasya dan menatapnya lekat. "Siapa bi?" Tanya natasya lagi.
Tangan leon turun dan memegang perut natasya. "Baby kita... "
Deg
"B--baby? B--baby kita? Maksud kamu? A--aku,ak--aku hamil bi? "
Leon tak bisa menahan air matanya untuk tidak menetes. "Iya sayang.. Kamu hamil,didalam sini. Ada benih cinta kita,ada sebuah kehidupan yang akan datang. " Ujar leon.
Tes
__ADS_1
Natasya lalu memeluk leher leon dengan terisak disana. Demi apapun natasya sangat merasa bahagia. Ia tak pernah menyangka semua secepat ini.