Karna Iman Dan Cinta

Karna Iman Dan Cinta
Bab. Dua delapan


__ADS_3

Senyum carry tak pernah pudar,bahkan setelah melihat natasya yang pendarahan. Ia jadi tau jika sebelumnya natasya tengah hamil.


"Kau tau aku sangat sangat senang karna tanpa aku rencanakan,aku sudah membunuh bayimu itu juga nona.. " Gumam carry tersenyum licik.


Carrypun mengambil ponselnya kemudian memfoto natasya dengan keadaan kedua tangan terikat,kaki terikat dengan darah yang masih mengalir dikakinya itu.


"Ini akan menjadi hal terindah untukmu sayang.. " Ucap carry lalu keluar dari ruangan itu keruangan dimana leon disekap.


Ceklek


"Leon.. Bangunlah sayang. Aku membawa kejutan special buatmu. Dan aku yakin kau akan sangat suka. " Ujar carry. Leon perlahan membuka matanya. Pandanganya benar-benar sayu karna menahan rasa sakit dibeberapa bagian tubuhnya.


"Eumm.. Tapi sebelum itu,aku akan menawarkan permintaanku sekali lagi padamu leon. Apakah.. Kamu mau menikah denganku? " Ujar carry.


"Dengar baik-baik carry! Mau sampai berapa kali pun lo nawarin permintaan gila lo itu sama gue,gue nggak akan pernah bakal mau nikah sama perempuan nggak tau malu kaya lo! Bisanya ngerebut suami orang!" Tegas leon dengan menatap carry benci.


"Okeke seterah kamu mau bilang aku ngga tau malu lah,gila lah,ngga punya harga diri lah,dan lain sebagainya seterah kamu. Okey? Tapi kali ini aku nggak akan maksa kamu untuk bilang iya kok. Tapiiii... Kamu juga berarti harus rela kehilangan istri kamu itu. Setelah baru saja kamu kehilangan calon anak kamu. Siap?" Ujar carry.


"Maksud lo apa carry!! Jangan pernah macem-macem sama istri gue dan maksud lo apa kehilangan anak gue?" Tegas leon.


Carry tersenyum mengejek. "Hmm... Lihat ini. " Ujar carry lalu memperlihatkan ponselnya.


Seketika tubuh leon menegang. Giginya saling menekan satu sama lain saat melihat natasya terikat dan melihat ada darah yang mengalir dikaki istrinya. Sorot mata leon berubah merah dan berkaca kaca,ia mengalibkam pandangannya kearah carry yang tengah tersenyum.


Leon benar benar benci dan muak demgan muka dihadapannya itu. "KURANGAJAR LO CARRY!! LO APAKAN ISTRI DAN CALON ANAK GUE HAH!!" Bentak leon dengan deru nafas yang memburu karna emosi.


"LEPASSIN GUE CARRY!! LEPASSIN GUE!!" Berontak leon sembari menggoyang nggoyangkan kursinya dan..


Bruk


Kursi itu jatuh kesamping,hingga membuat leon juga ikut jatuh,bahkan kepalanya sempat terbentur lantai. "Cukup leon! Jangan sakiti dirimu sendiri! Diamlah.. Jangan banyak memberontak. Lukamu bahkan belum sembuh!" Kesal carry lalu membangumkan kursi dan leon hingga keposisi semula.


"Ngga usah sok peduli sama gue! Sekarang lepaskan natasya! Lepaskan dia carry! Dan apa yang lo lakuin sampe ada darah yang mengalir dikaki natasya! JAWAB!!"


"Aku tidak berbuat apapun sama istri kamu leon. Bahkan aku saja belum sempat menyiksanya,eh dia sudah terluka sendiri. Dan tentang darah itu,juga bukan aku melakukannya,tapi aku pastikan dia keguguran sayang.. Bagaimana sayang? Kau senang kan? " Jelas carry.


Emosi leon semakin tidak karuan apalagi mendengar kata keguguran itu. Pasokan udara disekitar leon seakan berkurang. Jika saja ia tidak dalam keadaaan terikat,ia pasti sudah menampar keras wajah perempuan gila dihadapannya inu.


"Lepaskan natasya carry!! Kau tidak puas hah membunuh anakku hah!!"


"Leon leon.. Mudah saja aku untuk melepaskan istri kamu itu. Tapi semua tergantung kamu mau nikah sama aku atau tidak. " Ujar carry tersenyum licik.


"Gue bener-bener nyesel ketemu sama cewe gila kaya lo! Gue ngga mungkin nikah sama cewe segila lo carry. "

__ADS_1


"Ohh jadi itu mau kamu? Okey.. Kalau begitu,aku sendiri yang akan turun tangan buat menyentuh kulit halus istrimu dengan pisau indah ini. Baguskan?"


"Licik lo! Hati lo kemana sih! Lo manusia apa bukan!"


"Sudahlah leon tak usah buang waktu. Jika kamu bilang iya,maka besok pagi setelah kita pergi dari sini istri kamu bebas tanpa luka apapun,tapi kalau kamu menolak,yaaaa.. Mungkin besok pagi istri kamu udah ngga akan mencium bau dunia ini! Semua pilihan ada dikamu.. "


Leon benar-benar kalut. Ia benar-benar tak bisa berfikir dengan benar. Emosi dan kekhawatiran memenuhi dirinya. "Cepat leon jawab! Sebelum pisau indahku ini melayang mengenai leher wanitamu itu!" Ancam carry.


"Oke! Gue bakal nikah sama lo!" Jawab leon yang sudah tak bisa berfikir lama.


Akhirnya carry benar benar tersenyum kemenangan. "Bagus sayang,itu jawaban yang aku mau dari dulu. Yaitu kamu bersedia menikah denganku. Baiklah,sebentar lagi aku akan mengirimkan pakaian untukmu,aku pergi dulu. Bye honey.. " Ujar carry lalu pergi.


"ARGHHHH!!!" Teriak leon yang benar-benar kalut.


"Gimana keadaan kamu sayang? Aku takut kamu kenapa kenapa. Maafin aku sudah membebani kamu." Gumam leon.


"Engga.. Engga.. Aku ngga bisa berdiam dan pasrah kaya gini aja. Aku ini cowo,mana mungkin aku bisa selemah ini menghadapi wanita gila itu. Aku pasti bisa melepaskan tali ini." Ujar leon lalu mengedarkan pandangannya.


Dan pandangannya tak sengaja melihat ada sebuah kaca yang diletakkan dalam posisi tegak. "Aku pasti bisa bebas.. " Gumam leon lalu berusaha sekuat tenaga menggeser kursinya hingga ketempat dimana kaca itu berada.


Dan berhasil,leon segera mendekatkan ikatan tali tangannya itu kekaca tersebut dan segera menggesekannya. Saat sudah hampir setengah,tangannya tak sengaja ikut terkena gesekan kaca itu hingga mengeluarkan darah.


"Awhhh.. Ngga. Lo bisa leon,lo pasti bisa. Tahan rasa sakit ini. " Ujar leon lalu tali itu sudah hampir terputus dan..


"Alhamdulillah ya allah.. " Gumam leon bersyukur dan merobek sebagian kaosnya untuk memberhentikan darahnya keluar. Leon segera membuka tali pada kakinya dan berhasil.


Tek..tek..tek..


Seketika leon panik mendengar suara sepatu perempuan yang mendekat kearah ruangan itu. Ia yakin itu carry. Leonpun melihat ada sebuah jendela,dan ia langsung memecahkan jendela tersebut menggunakan balok kayu.


Prang


Dari luar carry sontak kaget mendengar pecahan itu. "Suara apa itu?" Gumam carry.


Iapun melangkah lebih cepat keruangan dimana disana ada leon. Saat baru saja memutar kenop pintu.


"Bos?" Panggil seseorang.


Carry sontak mengurungkan niatnya dan menoleh kebelakang. "Ada apa?"


"Sepertinya diluar ada yang mengintai tempat ini bos. " Ujar salah satu anak buah itu.


"Maksud kamu? Mungkin itu hanya orang yang sedang parkir saja. "

__ADS_1


"Tidak bos. Mereka 2 mobil dan sangat mencurigakan. Saya takut itu orang yang akan membebaskan leon. " Ujar anak buah itu.


"Baiklah. Ayo kita kebawah. " Ujar carry lalu mereka melangkah kebawah. Disisi lain leon berusaha menahan rasa sakitnya,dan berusaha turun menggunakan tali yang ia temukan digudang itu.


"Tahan leon. Tahan,kamu pasti bisa. " Ujarnya. Ia memutuskan untuk kembali pulang terlebih dahulu untuk meminta bantuan,pasalnya ia tak mungkin bisa membebaskan natasya seorang diri dalam keadaannya seperti itu. Dan tanpa leon sadari,riyan,arthur,dan anak buah lainnya sudah berada ditempat dimana ia disekap.


Leonpun mulai turun dengan hati-hati dan lagi lagi berhasil namun.


Namun baru saja ia ingin melangkah keluar gerbang,ia melihat carry dan satu anak buah berada diluar. Iapun kembali bersembunyi. "Sial! Kenapa carry ada diluar?"


Leonpun mundur dan ..


Bruk


Ia tak sengaja menabrak pot yang ada disana hingga menimbulkan bunyi yang cukup keras. "Woy siapa itu!" Teriak anak buah yang bersama carry.


"Kamu cek kesana. Dan yang lain awasi mobil itu,aku akan keatas melihat leon. " Ujar carry.


"Baik bos!"


Anak buah itu melangkah kearah dimana leon bersembunyi. "Gawat.. Gimana ini? Aku lewat belakang aja. " Gumam leon lalu pelan-pelan melangkah pergi.


Namun lagi lagi saat baru aja ingin manjat pagar,ia melihat 2 anak buah yang berjaga disana.


Sial sial. Carry ngga sebodoh itu ternyaa. Gue harus gimana. Batin leon.


Sontak leon reflek bersembunyi dibalik pohon saat melihat anak buah itu melihat kearahnya.


Aduhhh.. Liat gue ngga ya tadi.


Leon mengintip intip mereka yang berjaga namun juga tak kunjung oergi. Ia semakin bingung harus keluar lewat mana. Dan tiba tiba...


Buk


Leon terkejut saat bahunya merasa dipegang kuat oleh seseorang. Leon sudah merasa panik dan saat ia menoleh. "LEP---emphhhhh"


"Shutttttt... "


"WOY SIAPA DISANA!" Pekik penjaga itu.


Seseorang yang ternyata arthur itu melepaskan bekapannya. "Arthur? Lo kok bisa ada disini? " Tanya leon.


"Shutttt udan diem aja lo. Cepet ayo ikut gue. Sebelum mereka kesini. " Ujar arthur lalu merekapun pergi.

__ADS_1


__ADS_2