Karna Iman Dan Cinta

Karna Iman Dan Cinta
Bab. Delapan belas


__ADS_3

Hari ini sesuai jadwal mereka,sepasang pengantin baru itu akan mengunjungi salah satu tempat wisata disana yaitu Manila ocean park. Ocean park manila sendiri merupakan objek wisata populer yang tempatnya berada di belakang quitino grandstand,ermita,luneta,manila 1000.


Tempat itu juga menampilkan beberapa hal menarik,seperti pertunjukan hiu dan lumba-lumba. Dan bisa melihat dengan dekat bagaimana kehidupan satwa laut seperti arapaima yang berasal dari


Sungai amazon.


Serta mempunyai terowongan observasi kaca 25 meter. Dan berbagai keunikan lainnya.





Tiba-tiba natasya yang sedari tadi sibuk sendiri memandangi para ikan-ikan yang menurutnya ada yang lucu dan juga menyeramkan sontak menarik leon agar mendekat.


"Eh bi coba lihat deh,yang itu mirip kamu yah. Hehe.. " Ujar natasya.


Sedangkan leon langsung memandang natasya kesal. "Kamu nyamain aku sama lumba-lumba hm? Gendut dong aku!" Ucap leon tak terima.


Natasya tertawa. "Ya kan kalian sama sama lucu.. " Lanjut natasya.


Leon seketika menyeringai natasya dengan senyum devilnya."oh apa tadi kamu bilang sayang? Lucu? Menurut aku ada hal yang lebih lucu.. " Bisik leon sembari terus maju berusaha memmepet tubuh natasya.


Sontak natasya terus mundur dan gugup. "Biii kamu mau ngapain ih? Jangan macem-macem lho ya! Ini tempat umum!" Bisik natasya.


"Aku nggak mau tau. Siapa yang duluan mancing hm?"


"Ihh mancing apaan sih,aku juga nggak bawa pancing. "


Dan dalam hitungan cepat,pinggang ramping natasya berhasil ditarik oleh leon hingga kini posisi mereka begitu dekat. Masalah itu tempat umum,leon tak perduli.


"Bi lepasin.. Malu tau dilihatin orang. " Ujar natasya.


"Siapa suruh nyamain aku sama silumba. Udah tau suamimu ini lebih ganteng. " Ujar leon.


"Ih iyaiya aku minta maaf. Udah ah bi jangan gini,malu tau.. "


Leon tak memperdulikan perkataan natasya dan beberapa orang yang berada disana melihat mereka.


Pasalnya entah kenapa saat setiap leon menatap mata dan mencium aroma tubuh istrinya itu ia sudah kehilangan kendali,seakan kedua hal tersebut menjadi candunya.


Leon semakin mendekatkan wajahnya kenatasya,membuat natasya mati gugup. Hingga jarak nya dengan leon semakin terkikis dan leon yang sudah memejamkan matanya,natasya dengan cepat membekap mulut suami bandelnya itu.


Sontak leon kembali membuka matanya. "Kenapa?" Tanya leon dengan sorot mata berkabut.


Natasya melongo. "Kamu tanya kenapa? Kamu nggak lihat ini tempat umum bi! Jangan macem-macem deh.. " Jelas natasya.


Leon akhirnya mengalah dengan hembusan nafas kesal. "Huft.. Awas aja entar dirumah. " Bisik leon.


"Udah ayo pindah tempat.. Disini terlalu rame. " Ujar leon sembari menggemggam erat tangan natasya.


"Ya allah bi,belum ada 2 jam kita disini. Lagian kalau mau sepi sana dikuburan tuh. " Cibir natasya.

__ADS_1


Leon tampak tak mendengarkan ucapan natasya dan tetap menggandeng istrinya itu keluar.


Skip


Kini keduanya sudah berada disalah satu restoran halal. Ya keduanya memang belum sempat sarapan tadi.


"Eumm.. Sayang?" Panggil leon.


Natasya yang sedari tadi hanya bersandar dilengan leon lalu mendongak. " Apa bi?" Tanya natasya.


Leon yang memang selalu suka gemas sendiri jika melihat wajah menggemaskan natasya langsung mencium hidung istrinya itu sekilas.


"Aku mau ngomong sesuatu sama kamu. Tapi,aku nggak yakin sih kalau kamu mau... "


"Kok kamu bisa langsung nyimpulin gitu sih? Emang mau ngomong apa?"


"Emmm....kalau aku suruh kamu untuk nggak kuliah gimana?"


Seketika natasya terdiam. Ia langsung mengubah posisinya menjadi duduk tegak sembari menatap leon tak mengerti.


"Maksud kamu?" Tanya natasya.


"Jadi aku udah fikirin baik-baik tentang ini,tapi aku dari kemarin takut buat bilang karna aku nggak yakin kamu mau. Sayang,aku tau kamu pengen kuliah,tapi karna kamu sekarang udah menjadi seorang istri,aku takut kamu diluar sana kenapa-kenapa,apalagi setelah kita telah berhubungan. Nanti saat kamu hamil tapi terlalu sibuk dengan kuliah kamu,kamu jadi nggak terjaga. Aku pengen kamu nggak usah kuliah diluar,aku udah rencanain buat kamu home schooling aja. Gimana?" Jelas leon.


Sebenarnya dihati natasya ia tidak setuju. Ia juga ingin bergaul diluar sana,bisa kuliah bareng sama ica,lagipun ia juga yakin dia bisa menjaga dirinya dengan baik tidak perlu home schooling yang pastinya akan membuatnya bosan.


Leon berusaha mengerti dengan istrinya itu pasalnya dari perubahan ekspresi natasya,leon tau natasya tidak setuju. "Sayang... Kalau kamu nggak setuju nggak papa kok. " Ujar leon sembari tersemyum.


"Kalau aku kuliah dirumah,kamu kuliah kaya biasanya? Bisa tetap bebas kaya biasanya dong?" Tanya natasya.


Natasya lagi lagi kurang setuju karna merasa leon tidak adil. Padahal leon hanya ingin istrinya terjaga dengan baik dan tidak terlalu lelah memikirkan kuliahnya,dan natasya berfikir jika leon terlalu posesiv.


"Aku akan pikirkan lagi bi!" Jawab natasya .


"Yaudah nggak papa.. "


Setelah itu natasya terus diam,ia kesal dengan leon.


*****


Malam ini leon benar-benar sangat bingung. Setelah ia mengatakan niatnya direstoran tadi hingga saat ini natasya terus diam pada leon.


Bahkan sekarang ia hanya seorang diri dibalkon kamarnya menikmati semilir angin malam setelah isya tadi. Leon sebenarnya ingin kebawah menyusul istrinya namun leon merasa natasya ingin sendiri.


Ceklek


"Bi...?" Panggil natasya yang baru saja masuk.


Leon yang tadinya hanyut dalam lamunannya sontak langsung mengerjap dan membalikkan badannya. "Eh sayang.. Sejak kapan udah ada disini?"


Natasya tampak berjalan mendekati leon. "Makanya jangan bengong bi, "


Natasya ikut berdiri dibalkon itu tepatnya disamping leon dengan pandangan keluar cendela. "Sayang.. Kamu marah?" Tanya leon hati-hati.

__ADS_1


Natasya terdiam sejenak mengumpulkan keberaniannya untuk bicara. "Sayang? " Panggil leon karna merasa tak ada jawaban dari istrinya itu.


Natasya menunduk,lalu kembali mendongak dan menghadap leon. "Maaf bi... " Ujar natasya.


Leon yang tau kemana arah pembicaraan natasya,kemudian tersenyum sembari kedua tangannya memegang kedua pundak istrinya.


" Aku tau kamu kurang setuju sama usulan aku tadi,aku emang terlalu posesiv selama ini,karna aku nggak mau gadisku ini kenapa-kenapa. Dan kalau kamu nggak setuju nggak papa kok.. " Jelas leon.


Sontak natasya yang tadinya sempat menunduk,kemudian mendongak. "Kamu serius bi? Tap--"


"Selagi itu bisa membuat kamu senang,aku nggak papa kok. Tapi dengan syarat.. " Ucap leon.


"Apa?"


"Kamu nggak boleh terlalu lelah,dan kamu harus satu kampus sama aku. "


Natasya tersenyum lalu mengangguk.


Dan dengan perlahan leon membawa natasya kedalam pelukannya. Namun hanya sejenak natasya melepaskannya.


"Makasih bi... " Ucap natasya dengan senyum manis yang menghiasi wajahnya.


Leon ikut tersenyum,walau usulannya tidak dituruti oleh istrinya,ia cukup senang melihat kebahagiaan diwajah istri mungilnya itu. Leon menyelipkan anak rambut yang menghalangi wajah natasya dengan lembut.


Lalu mengecup kening istrinya sekilas.


"Kamu cantik... "


Blush


Seketika pipi natasya memerah,kemudian dengan cepat ia menunduk malu. Dan tingkah natasya itu membuat leon terkekeh. "Kenapa nunduk?" Goda leon.


Natasya hanya menggeleng. Leon perlahan mengangkat dagu istrinya dengan jari telunjuknya itu lalu beralih mengelus lembut pipi natasya yang memerah. "Kok bibir aku ngerasa dipanggil ya sama pipi kamu.. " Goda leon lagi.


Buk


Sontak natasya memukul dada bidang leon walau tak terlalu kuat.


"Udah deh bi nggak usah mulai lagi deh jailnya.. " Ujar natasya lalu melangkah pergi kearah ranjang mereka.


Baru saja ia ingin berbaring,tiba-tiba ia merasa sebuah tangan yang melingkar manis diperutnya,dan pastinya itu leon yang belakangan ini suka sekali memeluknya dari belakang lalu menghirup aroma manisnya.


" I still have something i haven't done, honey. You forgot,hm? " Bisik leon yang dengan suara yang sudah berubah berat dan serak.


Natasya mengernyit bingung. "Sesuatu apa?" Tanyanya.


Leon mencium sekilas pipi natasya lalu kembali berbisik. " Aktivitasku diocean tadi terjeda sayang, So.. Maukah kamu mengizinkanku melanjutkannya?" Bisik leon dengan nafas yang sudah berubah panas.


Sontak natasya melepaskan pelukan itu dan menghadap leon dan menatap mata suaminya yang telah memerah karna kabut itu. "Bi, tap---"


Leon dengan cepat menarik pinggang natasya membuat natasya tersentak. "Bi kam--"


"Please sayang.. " Bujuk leon yang entah kenapa akhir-akhir ini dirinya sulit terkendali jika bersama natasya.

__ADS_1


Natasya kemudian mengangguk dan tersenyum. Melihat jawaban itu,leon tak menunggu lama langsung melakukan aktivitasnya hingga tengah malam.


__ADS_2