
Perlahan indra penglihatan leon terbuka,ia mengerjapkan matanya guna menyesuaikan dengan cahaya diruangan itu. Setelah tersadar leon langsung terduduk. "Astagfirullah gue dimana?. " Ujar leon panik.
Leon melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 17.00. Seketika Pandangannya tak sengaja menoleh kesamping yang berhadapan dengan cermin,ia terkejut melihat kancing bajunya bagian atas terbuka.
"Apa yang terjadi sama gue sih! " Gumam leon yang masih tidak ingat apa yang terjadi. Namun sekelebat bayangan natasya terlintas difikirannya.
"Ya allah pasti vanya khawatir. Gue harus keluar dari ruangan ini. " Ujar leon lalu turun dari ranjang dan saat ingin membuka pintu,ternyata pintu tersebut dikunci.
"Arghhhh!! Siapa yang berani beraninya nyekap gue!!" Sentak leon dan ia terduduk disofa.
Ceklek
" Oh hey honey.. Kamu sudar bangun rupanya. Bagaimana? Nyenyak tidurnya?" Ujar carry yang baru saja masuk kedalam kamar itu.
"Apa maksud lo nyekap gue disini!" Tegas leon dengan wajah tanpa ekspresinya dan sorot mata tajam bak elangnya itu.
Bukannya merasa takut,carry malah terkekeh dan duduk disisi ranjang. "Nyekap kamu bilang? Aku tidak menyekap kamu sayang,aku tidak akan setega itu dengan lelaki yang aku cintai. You know? "
Leon berbalik menghadap carry. "Keluarin gue dari sini atau gue obrak abrik apartement lo!!" Ancam leon yang mukanya sudah merah padam menahan amarahnya.
Carry berdiri memutari tubuh leon. "Silahkan saja kalau bisa,tapi seharusnya kamu itu berterima kasih sama aku karna sudah membebaskan kamu dari perempuan perebut itu. Tapi tenang aja,aku sudah mengatur jadwal penerbangan kita keamerika,setelah itu kita akan menikah disana. So? Kamu senang kan?"
"DASAR CEWEK GILA!! gue ini udah nikah dan gue nikah bukan karna keterpaksaan melainkan karna cinta. Dan lo!! Jangan pernah urusin kehidupan gue lagi. Minggir.. Kalau lo nggak mau bebasin gue,gue bakal dobrak pintu ini. " Sentak leon lalu melangkah menuju pintu dan mendobrak pintu itu.
Buk
Tendangan pertama gagal,dan carry mulai menghubungi semua anak buahnya untuk bersiap menghadang leon jika sampai berhasil keluar.
Buk
"Leon berhentilah!! Lupakan perempuan itu! Kembali sama aku. " Pekik carry.
Buk
Melihat kekerasan kepala leon membuat carry benar-benar kesal.
Baiklah leon,jika kamu memang menginginkan cara ini jangan salahkan aku. Karna kau sendiri yang memancing kekesalanku. Batin carry.
Carrypun mengirimkan pesan pada salah satu anak buahnya untuk mengumpulkan semua anak buah yang lainnya juga untuk menghadang leon.
Buk
Brakkk!!
Pintu itu akhirnya terbuka dengan sangat kasar hingga rusak. "LEON JANGAN PERGI!!" Pekik carry.
Leon sama sekali tak mengindahkan ucapan carry dan terus melangkah memasuki lift. Sedangkan carry tak sampai mengikuti leon,namun ia tetap tenang karna ia yakin seluruh anak buahnya bisa menanganinya.
"Percayalah,aku tak bermaksud menyakitimu sayang,aku hanya ingin kau mengerti jika aku benar-benar mencintaimu dan sebentar lagi kau akan menjadi milikku bagaimanapun caranya. " Gumam carry.
__ADS_1
Saat leon sudah berada dilantai 1,dan baru saja ia melangkahkan satu kakinya keluar lift,leon sontak terkejut melihat lebih dari 5 orang berpakaian serba hitam dengan postur tubuh kekar dan seram menghadangnya.
Dengan cepat leon mengembalikan ekspresi keterkejutannya dengan semula menjadi wajah datar dan dinginnya. "Minggir!!" Ujar leon lirih namun penuh penekanan didalam katanya.
Terlihat salah satu anak buah itu tersenyum miring. "Miring lo bilang? Nggak segampang itu. Lebih baik kamu kembali keatas sebelum kami benar-benar ngabisin lo!!" Ucapnya.
"Buat apa gue usaha tapi setelahnya gue nyerah. " Balas leon.
Terlihat salah satu anak buah yang sepertinya adalah ketua komplotan itu mengkode seseorang disampingnya.
"Kembali atau kami habisi!!" Tegasnya.
"Gue nggak sebodoh it---"
Buaghhh!!
Rahang leon seketika langsung tertoleh kesamping,warna biru gelap itu langsung muncul dirahang leon. "Lemah.." Ejek salah satu dari mereka.
Seketika deru nafas leon memburu,tangannya mengepal erat dan..
Bughhh!!!
Leon menghajar orang yang mengatainya tadi hingga sudut bibirnya berdarah. "Kurangajar!!"
Bugh!!
Bugh!!
Bugh!!
Leon tak kuat untuk memberontak,keadaannya sudah lumayan lemas. Seseorang bertubuh paling kekar yang merupakan ketua dari anak buah mereka menyeringai leon. "Ini balasan untuk orang yang menolak bos kami. " Ujar pria itu dan..
Buaghhh!
Dengan satu pukulan keras yang mengenai perutnya,leon langsung menyemburkan cairan dari mulutnya. Keadaannya yang tadinya sudah lumayan lemas,sekarang bertambah tak berdaya.
Dan seketika pandangan leon buram,semuanya seakan berputar.
Dan leon pingsan.
****
Disisi lain natasya juga masih belum sadar dari pingsannya. Bahkan sekarang sudah ada riana,riyan,yasmine,ica,dan arthur.
Pasalnya tadi ia mengabari riana yang merupakan ibu kandung natasya.
"Sya bangun sya.. Jangan buat mama khawatir. " Gumam riana sembari mengelus elus pucuk kepala putrinya itu.
"Maaf riana,maafkan anakku leon. Tapi aku yakin leon nggak mungkin melakukan itu. " Ujar yasmine yang sangat merasa bersalah setelah melihat foto leon sedang tidur dengan carry diponsel natasya.
__ADS_1
"Ya. Kamu benar. Leon tidak mungkin melakukan ini yasmine. Aku bisa melihat cinta yang besar dimata leon buat tasya,dan dia tidak akan mungkin akan berbuat seperti itu dengan perempuan lain. Pasti ada sesuatu.. " Ujar riyan.
"Apa mungkin leon disekap sama perempuan itu dan itu keadaannya bukan tidur tapi pingsan.. " Timpal ica tiba-tiba.
Semuanya teralih pada ica dan membenarkan perkataan ica. "Iya. Bisa jadi.. Yasmine,apa leon sebelumnya punya hubungan sama perempuan ini?" Tanya riyan.
"Iya riyan,carry adalah mantan pacar bohongannya leon. Leon melakukan itu karna tidak mau kami jodohkan. Dan setelah perjodohan itu batal leon memutuskan hubungan itu secara sepihak. Mungkin dari situ carry malah benar benar mencintai leon dan dia nggak terima kalau leon nikah dengan tasya.. Sebenarnyapun tasya juga sudah tau tentang ini,dan mungkin karna ia sudah tau carry itu siapa,makanya dia shok dan pingsan seperti ini. " Jelas yasmine.
Riyan memijit pangkal hidungnya,kepalanya benar-benar pusing memikirkan masalah ini,belum lagi putrinya yang masih pingsan.
"Om kayanya aku bisa bantu.. " Ucap arthur tiba-tiba.
"Maksud kamu?" Tanya riyan.
"Lebih baik kita melakukan pelacakan keberadaan leon. Kita lacak lewat no handphone cewek ini. " Ujar arthur.
"Emang bisa?" Tanya riana.
"In syaa allah bisa kok tan. Aku ada temen yang bisa ngelacak keberadaan orang pakai no handphone. Dan nanti kita atur rencananya setelah kita tau keberadaan leon. " Jelas arthur.
"Ya. Kamu benar arthur. Cepat hubungi temen kamu itu. "
"Iy---"
Tring...
Seketika ucapan arthur terpotong saat ponsel natasya berdering. Riana meraih ponsel itu dan membuka pesan dari no tidak dikenal itu.
Setelah membaca itu,mata riana seketika berkaca-kaca menatap suaminya dengan tak ada lagi harapan.
"Ada apa ma? Kenapa kamu nangis? Siapa yang ngirim pesan?" Tanya riyan beruntun.
Riana menggelengkan kepalanya lemah. "Sepertinya kita sudah tak ada lagi waktu banyak. Sedikit saja kita terlambat menemukan leon,kita akan gagal. " Ujar riana.
"Maksud kamu apa sih na?" Tanya yasmine.
"Leon akan dibawa carry keamerika besok pagi. " Ujar riana dengan suara bergetar.
Tes
Seketika air mata yasmine dan riana langsung menetes. "Nggak.. Ini nggak boleh terjadi. Riyan tolong lakukan sesuatu. " Ujar yasmine panik.
"Kamu tenang saja,aku sama arthur akan mengatur rencananya malam ini juga. Yang penting nanti saat tasya bangun,jangan ceritakan soal ini. Jangan sampai dia kembali shok. " Ujar riyan.
"Ayo om lebih baik kita langsung kerumah temen aku aja. Dan kita susun rencanannya. " Ujar arthur.
"Iya thur. Ayo.. Kalian semua jagain tasya,jangan biarin dia sampai sendirian. "
Merekapun semuapun mengangguk mematuhi perintah riyan. Riyan dan arthurpun melangkah pergi.
__ADS_1